SISTEM VAMPIR ABADI

SISTEM VAMPIR ABADI
007 - SEJARAH YANG SENGAJA DISEMBUNYIKAN


__ADS_3

"Aku tak ikut Ayah, aku akan tetap di sini." Begitu kata Andreas saat ia sadar bahwa Alfred harus mengurus pekerjaannya.


"Kau yakin akan di sini sendiri?" tanya Alfred meyakinkan tentang Andreas yang memutuskan untuk ditinggal seorang diri.


"Aku yakin soal itu, Yah."


"Baiklah. Ayah akan pergi mengurus pekerjaan, tapi jika kamu membutuhkan sesuatu datanglah ke istana yang ada di sana." Alfred kemungkinan menunjuk sebuah gedung istana yang cukup.


Andreas mengerti, setelah itu Alfred pun berlalu pergi dari sana. Meninggalkan Andreas seorang diri.


Andreas tak peduli akan hal itu, ia bisa saja melakukan apapun seorang diri meskipun menggunakan tubuh anak kecil seperti itu.


Setelah itu Andreas mendekati patung Antonio Bernedius. Andreas menyentuhnya untuk melihat.


Patung itu terbuat dari perunggu, yang belum ada di zamannya. Ia bisa tahun karena pernah membaca buku tentang perunggu.


"Sistem cari siapa Antonio Bernedius itu," kata Andreas pada sistem.


[Pencarian dilakukan ... Pencarian selesai. Tak ada yang bernama Antonio Bernedius. Tak ada riwayat yang menyatakan ia pernah hidup dan hadir sebagai seorang vampir]


Begitu ternyata. Ternyata vampir bernama Antonio Bernedius tidak pernah ada. Berarti nama Raja pertama itu hanyalah omong kosong saja, tak ada pahlawan yang mengalahkan manusia atau pelindung dari penduduk para iblis.


"Untuk Raja sekarang dari garis keturunan siapa?"


[Raja sekarang berasal dari garis keturunan Raja sebelumnya yang tidak ada sangkut pautnya dengan Tuan. Negeri Iblis saat ini menganut sistem monarki konstitusional]


Andreas makin rumit memikirkan hal itu. Raja di sana bukan lagi dari keturunannya atau keluarganya, raja iblis pun hanya sekedar memegang kekuasaan bukan pengatur pemerintah.


"Apa itu berarti saat ini pengatur pemerintah adalah perdana menteri?"


[Benar. Pemerintah masih dipegang oleh kaum vampir dari keluarga Koltavra]


Koltavra. Nama yang tak asing baginya, ia mengingat seseorang seorang nama keluarga itu.


[Nama keluarga mantan penasehat kerajaan Tuan. William Koltavra]


Pantas saja seperti tak asing bagi Andreas, ternyata itu nama keluarga William, penasehat kerajaan yang paling ia percaya.


Bahkan sebelum kematiannya ia berpesan untuk mengurus dan menjaga kerajaannya, cari pengganti dirinya yang bisa membuat negeri ini tampak baik-baik saja.


Apa karena hal itu dunia iblis berubah?


Setelah itu Andreas pun langsung bergegas menuju istana kerajaan, ia ingin mencari tahu apa yang terjadi di istana sana dan siapa perdana menteri saat ini.


Meskipun ia yakin bukan lagi William, karena ia tak mungkin hidup selama ini. Usianya bahkan sudah jauh lebih tua darinya.


Andreas menggunakan sihir terbang agar cepat, dan tak lama kemudian ia pun sampai di istana. Istana itu nampak besar sekali, jauh lebih besar dari istana miliknya.


Awalnya ia pikir banyak perubahan, tetapi ternyata istana itu memang baru di bangun di tanah yang berbeda termasuk dengan ibu kota Kerajaan.

__ADS_1


Istana yang ia lihat jauh berbeda, lebih besar dan lebih indah.


"Maaf bolehkah saya tau kemana harusnya tamu undangan mendatangi Raja?" tanya Andreas kemudian pada seorang pelayan yang sengaja bertemu dengannya.


"Kau sedang mencari sesuatu?" tanya balik pelayan itu.


"Ya saya mencari Alfred, Ayah saya."


"Ah Tuan Alfred, Tuan Alfred berada di ruangan perdana menteri saat ini. Pergilah ke sana dengan mengikuti arah lorong ini." Begitu penjelasan pelayan itu.


Setelah itu Andreas pun mengikuti apa yang orang tadi katakan kemana perginya Alfred.


Selama menuju ke tempat itu, Andreas melihat sekeliling. Memang tempatnya jauh berbeda, tak ada seperti istananya dulu.


Mau bagaimanapun waktu sudah berlalu begitu lama, banyak hal sudah berubah dari kerajaannya.


Perlahan Andreas mencoba menerima itu, tetapi ia juga harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Jika perlu diubah akan ia lakukan, tetapi jika memang lebih baik begini, maka itu benar-benar tak menjadi urusannya.


Ia bukan lagi seorang raja yang menguasai sebuah negeri, bukan haknya ikut campur.


Jika pun diminta ia siap dengan hal itu, meski tidak dalam waktu dekat.


Siapa yang akan memberi tanggung jawab pada seorang anak kecil berusia tujuh tahun dari keluarga vampir tingkat rendah.


Masih terlihat ada kesenjangan di antara para bangsawan meskipun tidak seperti dulu, semua iblis mengerti hal itu.


Andreas tahu tingkat kekuatan penjaga itu, sihir mereka rendah bahkan jauh lebih rendah dari rakyat biasanya dulu saat menjadi  raja.


"Mau apa kau anak kecil?" tanya salah satu dari prajurit itu.


"Saya ingin menemui Ayah saya di dalam, Tuan Alfred." Begitu jawab Andreas.


Kedua prajurit itu saling pandang, kemudian membukakan pintu ruangan untuk Andreas.


Andreas masuk ke dalam sana dengan mengulas senyum.


Begitu sampai di dalam Andreas melihat sekeliling ruangan penuh interior indah itu. Sementara itu orang-orang yang ada di dalamnya melihat Andreas.


"Kemari, Nak!" panggil Alfred pada Andreas.


Andreas mengindahkan panggilan itu dan berjalan menuju Alfred.


Beberapa orang di sana kemudian ikut tersenyum, termasuk juga orang yang tengah berhadapan dengan Alfred.


"Apa itu anakmu?" tanya perdana menteri.


Alfred mengangguk. "Anak hamba satu-satunya, Laki-laki hebat yang akan menjadi penerus keluarga Benedictus."

__ADS_1


Alfred membanggakan Andreas di depan perdana menteri, seorang laki-laki dari keluarga Koltavra.


Kemudian Andreas mendengar percaya mereka tentang pemerintah kerajaan yang saat ini menurut mereka tidak sedang baik-baik saja.


Para vampir dan manusia serigala terlibat masalah serius yang sulit dikatakan.


Andreas bingung dengan masalah itu. Pantas saja keluarga Edmund sejak tempo hari saat ia mengajarkan sihir sudah benar-benar tak memperbolehkan Edmund bermain dengan Andreas.


Sedangkan orang tua Raquel melarangnya untuk bermain dengan Andreas, karena menganggap bahwa standar bangsawan mereka beda peringkat, karena Raquel sendiri anak dari Duke dan Duchess, penguasa wilayah yang kini ditinggali Andreas.


Andreas sendiri tak peduli dengan hal itu, karena ada atau tidaknya kawan ia  masih tak mempermasalahkan, karena ia sudah memiliki sistem saat ini.


Sistem itu sudah lebih dari cukup, sudah sangat membantunya dalam banyak hal.


Sementara itu kemudian Andreas masih mendengar percakapan kedua orang itu, selain itu ia juga meminta sistem untuk mencari tahu latar belakang perdana menteri itu.


[Konfirmasi. Perdana menteri bernama Costa Koltavra, garis keturunan ketiga William Koltavra yang berarti cicitnya. Sudah memerintah sejak 20 tahun lalu]


[William Koltavra meninggal beberapa ratus tahun lalu, memiliki tiga anak, enam cucu dan 12 cicit salah satunya Costa Koltavra]


Ucapan sistem itu membuat Andreas mengerti garis keturunan itu sekarang. Kemudian Andreas bertanya penyebab kematian William.


Bagaimanapun William adalah orang yang paling ia percaya.


[William Koltavra meninggal karena usia tua]


Cukup masuk akal mengingat bahwa usia William jauh lebih tua dari usia Andreas, jadi wajar jika ia sudah meninggal.


Jika perdana menteri masih ada garis keturunan dari orang-orang terdahulu, tetapi mengapa raja kerajaan iblis tidak ada yang berasal dari iblis terdahulu.


Hal itu membuat Andreas sedikit berpikir, saat sejarah sesungguhnya telah jauh berbeda.


Bahkan patung yang di depan itu harusnya patung kakeknya, bukan malah orang tak dikenal.


Setelah cukup lama mereka berbincang akhirnya perbincangan itu selesai.


Begitu keluar keadaan sekitar sudah gelap.


"Apa kita akan langsung pulang?" Begitu tanya Andreas pada Alfred.


"Tentu saja kita akan langsung pulang ke mansion. Tak ada masalah kan?" Andreas menggeleng.


Setelah itu Andreas mengikuti Alfred menggandeng tangannya seolah ia benar-benar anak kecil saat ini.


Memang itu yang seharusnya dilakukan bukan, Andreas bersikap seolah ia anak kecil dari sebuah keluarga vampir yang hidup bahagia.


Masih dengan kereta kuda yang sama mereka pun berlalu pergi dari sana, dan entah sampai kapan datangnya.


Mungkin nanti saat malam sudah benar-benar larut atau esok menjelang pagi.

__ADS_1


Hal itu tak masalah bagi Andreas.


Kemudian Andreas tak begitu ingat perjalanan itu panjang yang itu, hingga akhirnya mereka sampai.


__ADS_2