
Saat itu Andreas dan Leon masih berada di atas bukit untuk melihat pemandangan wilayah milik keluarganya.
Meskipun sebenarnya keluarganya masih bangsawan Marques belum menjadi duke, tetapi duke memberikan sebagian wilayah kepada keluarga Leon.
Karena mereka percaya bahwa keluarga Leon mampu menjaga wilayah itu.
Begitu kira-kira yang Leon katakan kepada Andreas. Sesuatu yang sebenarnya patut dibanggakan.
"Bagaimana dengan keluargamu? Apa kau tak ingin menjadi seorang Marques dan memiliki gelar bangsawan yang lebih tinggi dari pada gelar bangsawan yang saat ini kalian terima?
Aku yakin Ayahku pasti membantu Ayahmu untuk naik pangkat, karena mereka kan bersaudara. Tidak mungkin Ayahku membiarkan ayahmu berada pada posisi itu terus-menerus.
Lagipula dengan naik pangkat kau akan disegani semua orang, orang-orang akan lebih peduli dan menghargaimu." Begitu kata Leon.
"Aku tidak yakin untuk hal itu, sebab selama ini meskipun kami hanyalah bangsawan Baron. Kami pikir hidup kami bahagia. Mungkin aku dengar apa yang mereka katakan, tetapi aku tidak ingin peduli. Lagi pula keluarga dari nenekku juga seorang bangsawan Marques tingkat satu mereka juga memiliki wilayah seperti Ayahmu, tetapi Ibuku malah lebih memilih menikah dengan seorang baru dan akhirnya memiliki aku. "
Andreas mengatakan hal itu bukan tanpa sebab.
Karena ia yakin bahwa ayahnya yang memiliki koneksi bahkan dengan Perdana Menteri dan raja pasti bisa dengan sangat mudah naik pangkat menjadi bangsawan yang disegani semua orang.
Tetapi entah mengapa ia sampai saat ini tidak pernah memikirkan hal itu.
Andreas belum pernah menanyakan hal itu pada sang ayah. Namun, suatu waktu sang Ibu pernah mengatakan bahwa hidup menjadi seorang Baron ternyata tidaklah begitu buruk.
Sebab ia bisa berinteraksi dengan banyak penduduk di kota, karena semakin tingginya tingkat kebangsawanan seseorang maka orang itu akan merasa bahwa ia berbeda dengan orang lain.
Menjadi seorang bangsawan Baron juga menyenangkan bisa pergi kemanapun yang mereka mau tanpa harus takut dengan wilayah mereka yang nanti dikuasai oleh orang lain.
"Ya sebenarnya tidak masalah lagipula semua orang juga memiliki pemikiran yang berbeda. Bangsawan ataupun tidak bangsawan itu hanya berbeda bagaimana caranya kita menjalani hidup," ujar Leon.
Meskipun sebenarnya Leon tidak tahu apa rasanya menjadi rakyat biasa.
Karena sejak kecil ia sudah terlahir sebagai seorang anak bangsawan kelas tinggi yang memiliki apapun yang ia mau.
Semua orang menghormati dan segan padanya.
Kadang ia berpikir bahwa mungkin lulus dari menara sihir juga karena hal itu.
Namun, nyatanya tidak. Buktinya beberapa anak duke bahkan keluarga istana tidak mendapat keistimewaan di Menara Sihir.
Mereka sama dan akhirnya membuat ia sadar bahwa ia memang memiliki kemampuan yang istimewa di atas rata-rata anak usianya pada saat itu.
"Sudah setahun dulu dari menara sihir Apa yang kau lakukan? Apa kau masih belajar sihir atau mempersiapkan diri menjadi penerus dari keluargamu?" tanya Andreas kemudian pada Leon.
__ADS_1
"Tidak ada. Aku hanya ingin mengistirahatkan diri lebih dulu. Lagi pula aku sangat bahagia bisa lulus dari menara sihir itu, dan sebenarnya ada masalah Yang aku sembunyikan kenapa aku tidak melakukan apapun setelah lulus dari sana. Dan masalah itu sangat menggangguku, ini hanya aku dan keluargaku yang tahu orang lain tidak pernah tahu soal itu," papar Leon.
"Masalah apa?" tanya Andreas lagi.
Leon kemudian menarik celana bagian kanannya ada yang memperlihatkan betisnya yang saat itu tengah membiru sepertinya suatu hal membuatnya sakit.
Leon mengatakan bahwa ia mendapatkan luka itu ketika bertarung dengan salah satu dari kaum werewolf.
Itu adalah bekas luka akibat cakaran yang kemudian menjadi sebuah malapetaka, karena dari cakaran itu ia tidak begitu bisa menggunakan sihir.
Jika berlebihan luka itu akan terasa sakit dan menyerang tubuhnya.
Ia sudah berusaha untuk mengobatinya kemanapun, tetapi tidak ada hasil apapun dan masih bertahan sampai saat ini makanya ia jarang memperlihatkan sihirnya atau menggunakannya.
Andreas memperhatikan bekas luka itu yang seperti terkena racun.
Ketika ia mencoba menyentuhnya Leon mengatakan bahwa tidak terasa sakit.
Namun, sepertinya ia menyerah bagian aliran mana sihirnya.
"Biar aku periksa," kata Andreas kini dengan memeriksa luka itu.
[Ini adalah segel sihir yang dimiliki kaum werewolf. Segel ini tidak menghilangkan mana sihir, tetapi jika menggunakan sihir secara berlebihan maka pengguna akan merasa sakit dan bahkan jika dipaksakan bisa membunuhnya]
"Aku akan mencoba mengurusnya, tetapi tahan. Ini akan terasa sedikit sakit karena aku menggunakan sihir elemen api." Begitu kata Andreas.
"Apa kau yakin ini akan sembuh?" tanya Leon berusaha menyakinkan dirinya sendiri.
"Aku berusaha mengurusnya tapi karena ini sebenarnya segel sihir jadi aku akan membuangnya kemudian menyembuhkan bagian kakimu yang terdampak dari segel sihir itu."
Leon kemudian mengangguk mendengar apa yang dikatakan Andreas itu ia mempercayakan lukanya pada Andreas Banyakin bahwa Andreas bisa menyembuhkannya sebab Ia tak bisa mungkin terus-menerus mempertahankan segel sihir itu karena mengganggu seluruh aktivitasnya dalam mempelajari ilmu sihir.
Andreas pun kemudian mengeluarkan sihir api dari tangannya yang berwarna biru dan api itu pun mulai membalut kakinya.
Awalnya terasa sedikit panas dan sakit, tetapi perlahan kemudian rasa sakit dan panas membakar itu hilang.
Setelah selesai ia menyadari bahwa luka berwarna kebiruan seperti terkena racun itu juga sudah tidak ada lagi.
[Skill segel sihir dan anti racun didapatkan]
Andreas langsung mendapatkan dua skill setelah mengobati Leon
Ternyata segel sihir yang digunakan oleh kaum Werewolf itu begitu kuat.
__ADS_1
Sebab memang sejak dulu kaum Werewolf bisa menyegel sihir milik penyihir, mereka mempelajarinya turun temurun.
Kaum Werewolf adalah salah satu ras iblis yang tingkat kekuatan sihirnya tidak begitu tinggi.
Namun, mereka cukup pandai untuk menangkal berbagai sihir yang digunakan.
Kecepatan mereka juga luar biasa meskipun kadang-kadang mereka sedikit agresif dan lebih menggunakan emosinya ketika melakukan satu hal.
Maka dari itu sejak dulu kaum vampir dan werewolf tidak akur. Bahkan mereka sulit untuk berdamai, jika pun bisa mungkin hanya waktu yang sebentar kemudian mereka berselisih lagi.
Maka dari itu Andreas yakin bahwa setelah ini kaum vampir dan Werewolf mungkin juga akan kembali berselisih dan menganggap bahwa mereka lebih hebat dibandingkan satu yang lainnya.
Maka dari itu tugas Andreas adalah mendamaikan keduanya dan mungkin bukan hanya para kaum iblis, tetapi juga masalah yang timbul nanti jika manusia ikut campur dalam masalah mereka.
Sebab setelah melihat manusia ada di dunia mereka sepertinya itu akan menjadi masalah baru.
Setelah obrolan yang cukup panjang itu dan hari juga sudah mulai sore Mereka pun memutuskan untuk turun dari bukit tersebut dan kembali ke Mansion.
Selama dalam perjalanan pulang Leon terus memikirkan tentang Andreas yang begitu hebat dalam menggunakan sihir.
Bahkan bukan hanya pertarungan, tetapi juga pandai menganalisis dan menyembuhkan.
Begitu luar biasa bahkan ia yang menjadi lulusan terbaik di menara sihir satu tahun yang lalu tidak bisa melakukan hal itu.
Leon yakin kekuatannya tidaklah setara dengan Andreas yang memiliki banyak sihir dan kemampuan yang hebat.
Meskipun samar namun Leon yakin ia bisa merasakan mana dalam tubuh Andreas yang mengalir cukup hebat dan kadang ada waktu di mana sihir Andreas begitu meluap-luap.
Leon ingin sekali menanyakan pada Andreas dari mana Andreas belajar menggunakan sihir sehebat itu.
Karena tidak mungkin belajar dari menara sihir.
Sebab di sana hanya akan fokus pada satu bidang saja yang sukai selebihnya mereka akan mempelajari sihir dasar yang digunakan dalam waktu tertentu.
Dengan sihir yang begitu hebat itu seharusnya Andreas juga bisa menjadi lulusan terbaik dan mungkin bisa lebih cepat daripada dirinya.
Namun, sepertinya Andreas tak tertarik dengan hal itu ia begitu menikmati belajar di Menara sihir dan tak merasa keberatan apalagi melihat dari cerita Andreas bahwa ia ingin sekali menjadi penyihir tinggi yang tak lain adalah seorang guru.
Leon tak tahu apa sebenarnya tujuan dari Andreas ingin menjadi penyihir tinggi di menara sihir mungkin ada hal tertentu yang ia inginkan di sana.
Namun, meskipun begitu Leon yakin bahwa Andreas bisa mencapai tingkat tersebut. Sebab sihirnya saja sudah luar biasa tidak mungkin para petinggi dari menara sihir tidak tertarik dengannya.
Dilihat dari kemampuannya saja mereka pasti yakin bahwa ansel akan cocok dengan hal itu yakin menjadi seorang guru.
__ADS_1