
Pengenalan nama tokoh:
Smiley Clara rein
Maximus lyod
Antoinette Clara Jhonson
Alexander Clara Jhonson
Janeta Smith
Elianor Anderson
Emily Anderson
Eliot Anderson
***
Plak!
Plak!
lelaki itu menampar gadis remaja berambut coklat yang berdiri di hadapannya. matanya memerah dan rahangnya terkatup menahan amarah. gadis berwajah pucat itu terjelembab jatuh ke lantai. wajahnya tak nampak pucat lagi karna kini ada rona merah di kedua pipinya. salah satu sudut bibirnya tampak sedikit mengeluarkan darah.
__ADS_1
disisi lain di sudut ruangan yang sama, tampak seorang gadis melihat pemandangan itu dengan senyum penuh kepuasan. sedangkan wanita paruh baya di sebelahnya
hanya menatap datar dengan tangan terkepal erat.
" Pergi..." lelaki itu berkata dengan desisan menahan amarah.
"Pergi!!!"
lelaki itu melemparkan sebuah tas keluar pintu, beberapa isinya berserakan. dengan langkah perlahan, gadis itu memunguti barang-barangnya yang memang hanya sedikit. matanya tampak berkaca-kaca menahan tangis. rambutnya yang di kuncir ekor kuda berayun mengikuti setiap gerakannya. kaos polos dengan kardigan tipis dan celana denim sederhana melekat di tubuh kurusnya.
gadis itu mulai memunguti dan memasukkan barang-barangnya dengan cepat, berjalan tergesa-gesa dan berlari meninggalkan rumah mewah di belakangnya. beberapa butir air mata lolos jatuh di pipinya.
tidak apa-apa semua akan baik-baik saja. aku yakin semua akan baik-baik saja. semua sudah benar. apa yang kulakukan sudah benar .
gadis itu mulai memelankan langkah kakinya, saat di rasa sudah jauh kakinya melangkah. sesekali ia menolehkan kepalanya kebelakang dengan kecemasan yang tak biasa. tak lama, setelah berjalan sekitar limabelas menit, gadis itu berhenti di sebuah halte bus.
malam itu cuaca sangat dingin. angin bahakan tak bersahabat dengannya saat ini. gadis itu merapatkan kardigan tipisnya, mencoba sedikit mengurangi hawa dingin yang menggigit. meskipun ia sadari, usahanya hanya sia sia belaka.
malam semakin larut. gadis itu sesekali melihat jam usang di pergelangan tangannya. tak lama kemudian, sebuah mobil sedan hitam tampak berhenti tak jauh dari gadis itu berdiri. pintu mobil itu terbuka, dan nampak turunlah seorang pemuda tampan dengan mata coklat yang terlihat kekanakan. rambut pirangnya sangat lebat dengan style kekinian. senyum manis terukir di wajahnya yang terlihat teduh dan penuh cinta menatap gadis remaja yang sedang berdiri sendirian di halte bus yang sepi.
" apa kau sudah lama menunggu ku?! Smiley..."
gadis itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu berlari dan menghambur ke pelukan pemuda itu.
" Kakak!"
__ADS_1
yah, gadis itu smiley!
" kau baik-baik saja?!" kata pemuda itu sambil mengelus pipi smiley.
" ya ampun, ini pasti sakit." Alex kakak smiley, kini memeluk adiknya.merengkuh sejenak tubuh ringkih itu dan segera menggiringnya memasuki mobil.
malam semakin gelap saat mobil itu berjalan menembus malam dingin yang pekat.
***
"apa kau yakin?!"
entah sudah berapakali kakaknya bertanya pada smiley. mencoba mencari setitik saja keraguan di kedua mata adiknya yang masih lugu dan polos itu. dan gadis itu, hanya menganggukkan kepalanya dengan mantap. tak ada keraguan sedikitpun di kedua mata coklatnya.
"hhhft..." Alex kakaknya hanya mendesah dan menghembuskan nafas kesal, menghadapi kekeras kepalaan adik bungsunya.
" baiklah... tapi kau harus janji, akan selalu menghubungi ku jika terjadi sesuatu. apapun itu! janji!!"
"aku berjanji."
smiley tersenyum dan menganggukkan kepalanya cepat.
" kakak...,aku hanya ingin bahagia.."
tuturnya.
__ADS_1