Smiley Girl!

Smiley Girl!
Menuai konflik.


__ADS_3

tiga jam yang lalu pesta pernikahan Milly berakhir. Elianora dan si kembar pulang terlebih dahulu di tengah pesta dengan tergesa-gesa. Milly sungguh khawatir melihat Eli tampak ketakutan dan Jay akhirnya menemani Eli dan si kembar pulang.


sekarang ia sudah mengganti gaun pengantinnya dengan gaun merah tanpa lengan dan panjang selutut miliknya. rambut coklatnya ia biarkan tergerai bergelombang indah. Milly menuruni tangga mansion dan berjalan menuju ruang tamu.


tampak di ruang tamu mansion itu telah berkumpul Maximus lyod beserta keluarganya, Alex dan kedua orangtuanya dan yang terakhir ada si sumber masalah yang sedang duduk di sofa menangis dan memulai drama terbaru. ya Tuhan, Milly memutar kedua bola matanya. ia bahkan sudah mempersiapkan diri menghadapi hal ini lagi.


semua orang memandangnya saat Milly memasuki ruangan itu. Aku harus buktikan aku bukan orang yang sama! Milly bergumam dalam hati.


tanpa ragu Milly langsung menghampiri seorang pria yang tampak berdiri di sudut ruangan. pria yang ia ingat adalah pengacara keluarga lyod. tanpa banyak kata Milly menadahkan tangannya pada pengacara itu.


"nona..."pria paruhbaya itu tersenyum


"akhirnya anda kembali, mendiang tuan Dave pasti senang sekali saat ini."


"sudahlah paman Key, sekarang tolong berikan surat itu".


Milly tidak memperdulikan tatapan heran orang-orang di ruangan itu. Key membuka kopernya dan memberikan sebuah amplop coklat dan beberapa map pada Milly.


" terima kasih paman." sambil tersenyum tulus.


seketika Milly mengambil map itu dan memberikannya pada alex. sedangkan amplop coklat itu, ia buka, membaca sekilas isinya setelah memastikan itu asli ia merobeknya dan membuangnya ke tempat sampah.


Key menutup tasnya dan bersiap untuk pergi, tak ingin berlama melihat drama keluarga yang akan terjadi. tanpa lupa berpamitan pada tuan rumah.


"tunggu dulu! apa-apaan ini!" Max sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. semuanya diam tak berkutik sedangkan sumber masalahnya sedang terisak-isak sejak dari tadi di sofa berakting sebagai korban.


" Maafkan aku Max...hiks...ini semua karena Rein...hiks...aku..hiks...harus mengalah..."

__ADS_1


Anne atau Antoinette wanita dengan rambut pirang pucat dengan kulit putih, mata biru dan lesung pipi. adik kandung Alex anak kedua dari Albert Jhonson dan Tatiana Moore.


Anne mengusap air matanya dengan dramatis.


Max dan beberapa pasang mata menatap wanita itu tak percaya.


"apa maksudmu Anne! tega sekali kau setelah apa yang sudah Milly lakukan untukmu selama ini!." Alex mulai membela Milly.


"Milly?! siapa Milly ?" tatiana mengerjapkan matanya bingung.


" kau mengganti namamu?"


"Clara, jawab mommy!" Tatiana meninggikan suaranya ini pertama kalinya ia melihat tatiana seperti itu. Milly hanya menganggukkan kepalanya pelan.


" apakah ada yang bisa menjelaskan padaku. siapa wanita yang sudah kunikahi ini?! bukan kah dia pelayan di rumah ini.?! kalian menggantikan calon istri ku dengan seorang pembantu!"


"tidak!"


apa!


max bingung jika wanita berambut coklat yang sekarang ia kenali sebagai gadis pelayan yang dulu mencoba menggodanya adalah calon istri aslinya lalu Clara yang selama ini ia kenal siapa?.


Max menarik rambutnya kasar, ia merasa di permainkan. ia akan membalas semua perlakuan yang ia terima pada keluarga Jhonson. tapi sebelum itu, ia harus tahu siapa yang sebenarnya mempermainkan seorang Maximus lyod!


manik mata Max kini melihat wanita cantik dan elegan yang berdiri di dekat pintu ruang tamu. rambut coklatnya bergelombang membuatnya agak sulit di kenali karena seingat Max dulu gadis itu berambut pirang aneh. hampir saja ia tidak mengenalinya, kalau bukan karena mata coklatnya yang masih memukau itu.


Gadis itu sudah berubah menjadi wanita dewasa. cantik, tinggi dan seksi berdiri di samping sang kakak, Alex.

__ADS_1


wanita itu sekarang adalah istrinya!


***


" empat bulan yang lalu aku bertemu dengan rein di London. dia terlihat sangat kasihan. saat aku mengatakan akan segera menikah dengan Max dia bilang dia juga ingin menikah dan punya keluarga. aku sangat kasihan melihatnya yang bekerja hanya sebagai seorang pesuruh." yeah apa lagi kerjanya kalau bukan pesuruh gumam anne dalam hati mengingat kembali pertemuannya dengan Milly di lobi hotel dengan setumpuk berkas. ia tidak tahu bahwa saat itu, sebenarnya Milly sedang membantu membawakan berkas milik lanny yang sedang ke toilet.


" lalu...dia bilang dia mau aku memberikan Max padanya, karena dia masih sangat mencintai Max! aku mencoba mengalah padanya tapi aku tidak bisa. saat aku datang kalian sudah menikah, aku tidak menyangka kalau dia benar-benar menggantikan ku menikah dengan Max sekarang hiks...hiks...hik..." air mata palsu itu mengalir sangat deras. menanti respon marah Max, yang pasti akan langsung menghardik Milly.


"apa itu benar?!" max mengalihkan tatapan mematikannyabpada Milly.


Milly hanya memutar kedua bola matanya jengah. mendengar kata-kata dusta kakaknya, bahkan ia malas menjawab pertanyaan Max yang di ajukan padanya. yang benar saja.


dasar pembohong!


" lalu kemana saja kau selama ini!?" Max bertanya dengan nada datar. entah, apa yang ia sukai dari wanita ini dulu. yang membuat ia tergila-gila, dan tidak bisa berfikir secara rasional. wajahnya memang cantik tapi Max tidak menyangka hatinya begitu kelam. kalau saja saat itu Max tidak mendengar sendiri faktanya! saat ini dia pasti akan percaya dengan semua bualannya. tapi, Max masih harus berpura-pura, Percaya.


"aaku...aku tidak kemana-mana sayang.."


" kau tampak sedikit berisi Clara, kau tidak sedang hamil kan.?! perutmu sedikit terlihat berisi." Max kembali bertanya matanya menyipit curiga dan mengintimidasi.


semua orang dalam ruangan itu terkesiap. Milly bahkan sampai menahan nafasnya sejenak.


seketika wajah Anne berubah pucat, mendengar pertanyaan Max. ia tak menduga kali ini ia yang di pojokan, biasanya setiap kebohongannya akan selalu di dukung oleh semua orang terutama ayahnya!. namun kali ini semua mata memandangnya seolah dia yang bersalah!


sial! rutuk anne dalam hati.


"a...apa maksudmu Max...tentu saja tidak!"

__ADS_1


"owh yah, apa kau kenal seorang pria bernama Kevin O'Leary?!"


seketika anne terkejut mendengar nama suaminya di sebut. ya Tuhan, dia tahu semuanya!


__ADS_2