Smiley Girl!

Smiley Girl!
Asal Usul part 2


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Tatiana dan Anne menginap di rumah Katarian. Selama itu pula Tatiana meninggalkan suami dan anak sulungnya Alex.


Katarina sudah sangat tidak tahan dengan situasi ini. Ia tidak bisa diam saja melihat keadaan rumah tangga sahabatnya yang sedang berada di ujung tanduk. Ia memantapkan dirinya untuk berbicara dengan Albert hari ini juga. Bagaimana mungkin pria itu bahkan tidak menjemput dan menenggok istri dan anaknya sekalipun.


Hari masih sangat pagi, Katarina menyiapkan sarapan untuk Tatiana. Saat Imelda, babysitter yang menjaga Anne baru saja memasuki dapur dan juga menyiapkan bubur untuk sarapan Anne.


" Imel, aku akan pergi keluar sebentar." ucap Katarina pada Imelda sembari menata dua buah sandwich dan buah yang sudah ia kulpas di meja tak lupa secangkir coklat panas kesukaan Tatiana.


"baik nona."


" jika Ana mencariku, katakan padanya aku akan segera kembali."


" baik, akan saya sampaikan nona" Imel menganggukkan kepalanya.


Katarina membuka pelan pintu kamar yang di tempati Tatiana. Terlihat wanita berambut pirang itu dan berwajah cantik itu masih terlelap tidur.


Tanpa suara Katarina menutup kembali pintu kamar itu pelan. Menyambar tas slempangnya dan bergegas pergi mengendarai mobil sedannya menuju mansion keluarga Jhonson.


Satu jam kemudian, Katarina sudah memarkirkan mobilnya di halaman mansion. tampak si kecil Alexander, putra sulung Tatiana sudah berpakaian rapi dengan tas sekolah di punggungnya.


"Hai jagoan, apa kau sudah akan pergi sekolah." sapanya.


" Aunty K, aku merindukanmu." bocah itu berlari memeluk Katarina." aku juga merindukan mommy, apa mommy masih marah padaku?. Tolong katakan pada mommy aku tidak akan nakal lagi. Suruh mommy pulang aunty." Sambung bocah kecil itu sambil merengek di pelukan Katarina.


"hei, mommy mu tidak marah sayang. Mommy hanya sedikit sakit dan membutuhkan waktu untuk istirahat. Aunty janji mommy akan segera pulang bersama adikmu."

__ADS_1


" dan siapa yang bilang kalau kau nakal? kau anak yang sangat baik dan pintar. Sekarang, pergilah ke sekolah sebelum kau terlambat Dori sudah menunggumu." sambil mengusap lembut rambut pirang bocah lelaki itu, Katarina menutup pintu mobil yang akan membawa Alex dan Dori salah satu pelayan yang bertugas khusus untuk mengurus keperluan Alexander.


Baru saja memasuki mansion ia berpapasan dengan Mery kepala pelayan mansion.


"nona, anda datang sendirian." wanita paruh baya itu tampak mencari sosok lain di belakang Katarina.


" jika kau mencari Ana dan Anne bi, dia masih tidur di rumahku dan belum mau pulang. Aku kesini mau berbicara dengan Tuan Albert agar mau datang menjemput mereka."


Bi Mery, tersenyum sendu kedua majikannya memang sama-sama keras kepala jika begini mereka para bawahanlah yang susah dan serba salah menghadapi pertengkaran suami istri itu.


" tuan sedang ada di ruang kerjanya sejak tadi malam. Anda bisa menemuinya di sana nona."


" tapi maaf, aku tidak bisa menyuguhkan apapun padamu. Aku harus segera pergi karena harus bertemu dengan beberapa pemasok bahan makan mansion. Seminggu ini semua kacau karena nyonya pergi. beberapa pelayan bahkan meminta ijin cuti karena suasana mansion sedang tidak baik."


Bi Mery tampak lelah, dia harus mengurus beberapa pekerjaan sendiri. itulah sebabnya mension tampak sepi.


* **


Katarina membuka pintu ruang kerja milik Albert Jhonson. Agak ragu Katarina menghampiri pria yang sedang tertidur di sofa dengan beberapa botol kosong minuman keras berjajar rapi di atas meja. Pantas saja tidak ada sahutan saat ia mengetuk pintu tadi. Bagaimana bisa pria itu mabuk di pagi hari?.


Katarina mengambil dan membersihkan botol-botol yang berserakan dan membuangnya ditempat sampah di pojok ruangan. Berjalan perlahan mendekati pria yang masih sangat tampan di depannya.


"Tuan...bangunlah...tuan...apa anda baik-baik saja." Katarina mencoba membangunkan Albert. Namun, pria itu tidak juga membuka matanya. Katarina memberanikan diri menyentuh bahu pria itu pelan dan menggoyangkannya.


"Tuan Albert...tuan...bangunlah...dia ini tidur, mabuk atau mati." Katarina menggoyang bahu Albert agak keras dan tiba-tiba kedua mata pria itu sontak terbuka. Matanya membulat seketika saat melihat wanita cantik dihadapannya, wanita yang bertahun-tahun selalu menghantui mimpi-mimpinya.

__ADS_1


"kau sudah bangun, syukurlah." Katarina menjauhkan tubuhnya dan kembali menghampiri pria itu dengan segelas air putih. "Minumlah tuan."


Albert menerima gelas dari Katarina dan meneguknya habis. " ada apa kau menggangguku." ucap pria itu dingin. entah kenapa perasaan pria itu campur aduk saat ini. Ia begitu merindukan dan mencintai wanita di depannya. Tapi, dia juga harus menahan dirinya karena istrinya. dia sudah menikah sekarang! meskipun awalnya tanpa cinta, Albert berusaha membuka hatinya untuk istrinya. Namun, saat ini wanita dari masa lalunya malah muncul tepat di hadapannya.


"emmm, aku hanya mau anda segera menjemput Ana dan membawanya pulang."


Albert sontak mengangkat kepalanya, menatap wanita itu dengan pandangan penuh amarah.


"kau pikir kau siapa!beraninya kau menyuruhku."teriaknya


"maafkan aku tuan, aku tidak bermaksud menyinggung anda. hanya saja..."


"apa kau keberatan istriku menginap di rumahmu!" Albert mulai berteriak.


" bukan begitu, aku hanya ingin kalian menyelesaikan masalah kalian dengan dewasa. Aku sudah berkali-kali menyuruhmu mencari dan membawa Ana ke terapis. Dia butuh bantuan seorang ahli." Katarina sudah tidak sabar dan muak berpura-pura berbicara secara formal pada Albert seperti sebelumnya.


"kau pikir istriku gila!, beraninya kau!"


dasar keras kepala!


" tentu saja dia tidak gila! dia hanya sedang depresi! semua terjadi setelah Ana melahirkan Anne.! apa kau bahkan tidak menyadarinya?!" Katarina mulai mengemukakan fakta.


deg!


Albert tampak menghubungkan beberapa kejadian dan keanehan istrinya. semua memang terjadi sejak anak kedua mereka lahir. Tatiana mulai sensitif, mengamuk bahkan sejak saat itu ia tidak pernah mendapatkan haknya dan hal itu pula pemicu pertengkaran mereka seminggu yang lalu! saat ia mencoba merayu dan meminta haknya sebagai suami, istrinya menolaknya mentah-mentah dan terjadilah percekcokan yang berakhir dengan perginya Tatiana bersama dengan Anne.

__ADS_1


Albert mengusap wajahnya kasar. dan...jangan lupa like and vote ya...wkwkwk


__ADS_2