Smiley Girl!

Smiley Girl!
Berbicara baik-baik


__ADS_3

Keesokan paginya Milly meminta agar Max membawanya pulang, ia sudah merasa lebih baik dan ingin segera pulang. sedangkan hasil lab baru bisa di ambil siang nanti.


Milly juga sudah menjelaskan siapa Carlos sebenarnya, ia juga menceritakan kecerobohannya karna tidak mengabari keluarga angkatnya.


Sesampainya di rumah Milly langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Ia ingin sekali bermalas-malasan hari ini, padahal dia tipe wanita yang tidak bisa diam. Tapi kali ini Milly seperti tak bertenaga.


Max mengikuti Milly berbaring di sebelahnya, memandang wajah cantik istrinya. Tangannya memeluk erat tubuh mungil istrinya dan satunya ia jadikan bantal.


"Max..."


"hmmmm.."


" Apa kau punya buku Harry Potter."


Max mengerutkan keningnya heran.


"Sepertinya ada di perpustakaan, kenapa."


"Benarkah, aku ingin sekali membacanya. Apa kau punya seri lengkapnya. Jay meminjam punya ku dan sepertinya dia lupa mengembalikannya."

__ADS_1


"Kau masih suka membaca novel itu. bukankah dulu kau sudah membacanya." Max ingat saat pertama kali bertemu dengan Milly pria itu yang mengambilkan buku itu di rak paling atas.


"Kau masih ingat?!"


"Tentu saja sayang, aku masih ingat semuanya. Aku juga masih ingat saat terakhir kita bertemu di taman." Max meringis melihat manik mata istrinya yang tampak berkaca-kaca. karena kebodohannya dulu ia sudah menyakiti hati wanita di hadapannya. Wanita yang mungkin sejak lama ia cintai, ia masih ingat perasaan nyaman saat bersama gadis berambut aneh itu.


"Maafkan aku sayang, saat itu aku benar-benar bodoh karena percaya semua kebohongan kakakmu."


" Sudahlah, lupakan saja."


" Apa kau mau memaafkan ku."


" Bagaimana bisa kau begitu baik pada orang yang sudah menyakiti mu."


" Bagaimana pun juga mereka adalah keluargaku Max."


"Lalu bagaimana akhirnya kau bisa berakhir tinggal dengan seorang single mother dan juga wanita bar-bar."


" Max kau ini mereka sahabatku, saat aku diusir pergi oleh ayah, aku langsung tinggal d rumah Elianora saat itu kami masih gadis dan sedang mendaftar kuliah. kami mengenal Jane saat terjadi sebuah insiden, dan Jane menolong kami. Dia malah yang pertama kali menikah."

__ADS_1


"Apa! jadi si bar-bar itu sudah lebih dulu menikah. Tidak bisa di percaya.!" Milly memukul bahu suaminya. Tidak suka dengan cara bicara suaminya.


"Maaf sayang."


Cup


Sebuah kecupan mendarat di kening Milly, diiringi dengan usapan lembut pada punggungnya. Hari itu hari yang panjang untuk keduanya, mereka merasa bahagia bisa mulai saling terbuka dan berbicara baik-baik tentang kehidupan masing-masing.


" Max, boleh aku bertanya sesuatu."


" Tentu saja sayang, apa yang ingin kau tanyakan."


"Saat pernikahan mengapa kau tidak pergi meninggalkan ku dan malah tetap meneruskan pernikahan kita. Padahal kan kau tahu aku bukan orang yang kau cintai." Aku bukan Clara yang kau kenal. Milly menanyakan hal yang sudah lama mengganjal di hatinya.


" Sebenarnya sebulan sebelum pernikahan berlangsung aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dan Alex di Restoran sebuah hotel. Tentu saja awalnya aku tidak percaya dengan apa yang Alex katakan, tapi selama ini aku memang tidak benar-benar mengenal Clara. Kami hanya berhubungan melalui media sosial, email dan ponsel. Saat tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan kalian, Aku menyuruh seseorang untuk mencari tahu kebenarannya dan ternyata selama ini aku di bodohi."


" Apa kau menyesal menikahiku Max."


"Tentu saja Tidak! Tapi, aku sangat menyesal karena dulu aku sangat bodoh karena tidak bisa melihat kejujuran di matamu." Max memeluk istrinya dan mengecup bibir mungilnya. Tangannya mulai meraba ke sekujur tubuh istrinya, sedangkan Milly hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya lelaki yang sudah ia cintai sejak lama.

__ADS_1


****


__ADS_2