Smiley Girl!

Smiley Girl!
Pengalaman Pertama


__ADS_3

Max memandang Milly yang seolah menerawang jauh dalam alam bawah sadarnya. mengingat kembali kisah hidupnya dan sahabat-sahabatnya. saat pertama kali mereka bertemu, saat-saat sulit yang mereka lalui, hingga akhirnya mereka tinggal bersama layaknya keluarga.


tangan Max mengusap pelan bahu Milly, tatapan mereka bertemu. sejenak kedua mata mereka terkunci, dan entah siapa yang memulai bibir keduanya sudah bertemu. awalnya Max hanya ingin memberikan kecupan berupa sapuan ringan, namun saat Milly hanya diam dan tak menolak kecupannya.


Max semakin memperdalam ciumanya, merebahkan tubuh Milly di bawah Kungkungannya. melepaskan piama milik istrinya dengan tidak sabar. sambil terus memberikan ciuman-ciuman di tubuh istrinya. membisikan rayuan-rayuan pada telinga istrinya. lalu, ia mengambil apa yang sudah menjadi haknya. dan malam menjadi saksi bisu saat keduanya bersatu, dan saling melengkapi.


***


Milly mengerjabkan matanya, rasanya sudah lama ia tidak tidur senyenyak ini. ia beringsut saat merasa ia telah memeluk tubuh kekar seseorang, bukan guling. Max terlihat sangat tampan dalam tidurnya, alis tebalnya, mata besarnya rahang kokohnya, tubuh kekarnya. ya Tuhan, Milly seketika teringat dengan apa yang terjadi semalam. sekarang ia merasakan sedikit rasa nyeri di pangkal pahanya. pipinya memerah malu.


bagaimana dia bisa melakukannya saat Max entah mencintainya atau tidak. sedangkan dia, ya ampun, Milly bahkan mencintai Max sejak dia remaja. sejak dia bahkan belum tahu jika dia adalah tunangan Max. apakah semalam bisa dijadikan patokan bahwa Max mulai mencintainya. ya Tuhan, semoga saja.


Milly mengambil piamanya dan bergegas menuju kamar mandi. sedangkan Max baru saja bangun dan mendapati istrinya tidak ada di sampingnya.


terdengar suara air mengalir di kamar mandi. Max tersenyum, entah mengapa ia merasa sangat senang. ia adalah lelaki pertama bagi istrinya begitu juga sebaliknya. bukannya tidak ada wanita yang dengan senang hati melemparkan diri padanya. hanya saja pada saat itu ia sangat sibuk mengurus bisnisnya setelah ia lulus kuliah. ia bertekad tidak ingin istrinya kelak hidup kekurangan, ia bekerja keras untuk membahagiakan dan memanjakan istrinya dengan memenuhi semua kebutuhannya. Max masih berpandangan kuno, baginya tidak ada s**s sebelum menikah.


***


saat Milly keluar dari kamar mandi ia tidak melihat Max di atas tempat tidur. Milly pun bergegas mengambil baju ganti dan dalaman baru di lemari, mengurungkan niatnya semula yang akan berganti baju di kamar mandi. namun, baru beberapa saat ia melepaskan kimono handuknya, dan saat akan memakai bra dan celananya, tiba-tiba pintu terbuka dan Max muncul dengan handuk yang hanya melilit di pinggangnya.


melihat pemandangan di depannya Seketika Max mengunci pintu kamar, menghampiri Milly yang masih dalam posisi terkejut dan merebahkan tubuh istrinya itu di atas ranjang mereka. mengulang kembali aktifitas mereka tadi malam. lagi dan lagi. tanpa menghiraukan protes Milly sama sekali.


mereka baru bangun dan sarapan saat matahari sudah tinggi. Milly mengerucutkan bibirnya, saat mereka sudah duduk di meja makan. sedangkan Max, tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.

__ADS_1


" makanlah bukanya kau bilang kau lapar?"


Milly melemparkan tatapan kesal pada suaminya. sejak tadi dia memohon agar Max mengakhiri permainan mereka karena dia lapar. tapi Max sengaja mengulurnya hingga 2 jam.


" ini aku sedang makan." jawab Milly kesal sambil menyuapkan spaghetti ke mulutnya.


"kau juga harus fokus makan, jangan melihatku seperti itu." jengah dengan tatapan Max yang seolah-olah akan memakannya hidup-hidup. apa semua lelaki seperti itu tidak pernah ada puas dan lelahnya, ya ampun.


" jangan khawatirkan aku sayang, saat ini aku justru sedang fokus dengan makanan ku." sambil kedua matanya memandangi Milly penuh minat.


Seketika Milly menyilangkan kedua tangannya memeluk tubuhnya. "dasar mesum!"


Max tertawa terbahak-bahak...


***


Emily dan Eliot tampak sudah rapi dua bocah itu bahkan sudah meributkan hal-hal sepele.


"aku yang lebih dulu..."


" tidak...aku yang lebih dulu.."


"baiklah Kids, ayo kita berangkat. dan kalian sama-sama yang pertama selesai memakai sepatu. ayo!"

__ADS_1


" no! mommy aku yang lebih dulu.."


" aku... mommy..."


"kids!" Eli sedikit menekan suaranya. membuat kedua bocah kecil itu segera menutup mulut mereka.


"pekan depan, aunty Milly akan makan siang bersama kita."


" benarkah mommy...waaaah..." kedua bocah itu sibuk berceloteh dan merencanakan banyak hal saat pekan depan bertemu dengan Milly. terbukti pengalihan topik adalah cara paling ampuh.


mereka sudah berkendara dengan mobil SUV milik Eli menuju rumah Meredith, pengasuh yang selama ini ia sewa untuk menjaga si kembar.


"mommy.."


Emily memanggil Eli dari kursi belakang, tampak berpikir keras.


"ehmmm,.." Eli membelokkan kemudi hendak memasuki halaman rumah Meredith.


"apa itu anak haram?!"


cekiiiiittt!!!


seketika Eli menginjak rem mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2