Smiley Girl!

Smiley Girl!
Carlos datang!


__ADS_3

Seorang pria berambut hitam dengan kulit kecoklatan bak patung Yunani berjalan dengan gagah di bandara Internasional. banyak sekali wanita yang mencuri pandang pada pria itu dan mengagumi ketampanannya. Pria itu memasuki Taxi yang langsung membawanya menuju rumah wanita yang sangat ia cintai dan rindukan.


***


Daven memberikan laporan pada Max tentang perkembangan proyek mereka. Dan mengabarkan bahwa perusahaan milik ayah Max sudah stabil dan Hendry bisa segera mengambil alih perusahaan milik ayah Max, sehingga Max bisa segera fokus mengurusi perusahaan miliknya yang beberapa bulan ini agak terbengkalai.


" Apakah Hendry akan segera kau angkat menjadi Direktur, atau kau menyuruhnya mangang dulu?" tanya Daven sambil memberikan berkas-berkas pada Max.


"Aku akan menyuruhnya untuk magang dulu. Sebelum menjadi pemimpin ia harus merasakan menjadi bawahan dulu."


Daven menganggukkan kepalanya, setuju dengan pendapat atasan sekaligus temannya itu. Max tampak beberapa kali melihat jam di tangannya, dan sesekali melirik pintu ruangannya membuat Daven berkerut heran.


" Apa kau sedang menunggu seseorang. Sepertinya, hari ini kau tidak punya janji dengan klien."


"Apa, tidak aku tidak sedang menunggu seseorang." Max mengalihkan tatapannya pada berkasnya. Membuat Daven menatapnya curiga, ia tahu temannya itu sedang berbohong.


tok tok tok


Pintu ruangan Max terbuka dan masuklah seorang wanita cantik dengan rambut dan mata coklat yang memukau, dengan kemeja kerja berwarna cream dan bawahan rok warna khaki. Wanita itu tersenyum sangat manis membuat Daven dan Max terpaku.


"Apa aku terlambat." Max segera sadar dan beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri istrinya.


"Tidak sayang, duduklah. oh, kenalkan ini asisten pribadi ku sekaligus temanku Daven."


Daven mengulurkan tangannya matanya masih tak berkedip menatap wanita cantik dihadapannya.


"Daven, ini Smiley Clara Rein istriku."


seketika mata Daven membulat. Bukankah Clara yang ia tahu akan menjadi istri Max bukan wanita di hadapannya. Tiba-tiba, hatinya patah sebelum berkembang.


"Hai, panggil saja Milly." seru Milly ramah.

__ADS_1


" Hai juga Milly. Baiklah, aku akan pergi dulu. Dan bos kau berhutang penjelasan padaku." seru Daven sambil mengerlingkan sebelah matanya. Max memutar bola matanya, ia merasa tidak punya hutang penjelasan apapun pada Daven. Salah sendiri ia tidak datang saat upacara pernikahannya.


***


Milly mengeluarkan isi kantong yang ia bawa. Ada beberapa macam masakan sederhana yang ia bawa hari ini, karena suaminya sejak semalam merengek memintanya untuk makan siang bersama. Sedangkan Max tidak menyangka bahwa istrinya akan membawa bekal hasil masakannya. Padahal ia berencana mengajak Milly ke Restoran termahal.


" Sayang, kau memasak semua ini." Milly menganggukkan kepalanya pelan, pipinya selalu bersemu merah tiap kali Max memanggilnya sayang. Dan Max akhir-akhir ini sering sekali memanggilnya dengan kata-kata mesra.


Max seketika membuka mulutnya, tanda meminta Milly untuk menyuapinya. Milly tersenyum melihat sikap suaminya yang ternyata tidak sedingin yang ia kira. Suaminya ternyata sangat kekanakan.


Seperti tadi Malam, Suaminya bahkan tidak membiarkannya membaca buku dengan tenang. Pria itu mengganggu konsentrasinya hanya dengan memandanginya saja. Dan semuanya berlanjut seperti yang pria itu ingin kan. Dan suaminya itu kini memandanginya dengan tatapan yang sama!


" Tidak!" ucap Milly sambil memelototi suaminya.


"Memangnya aku bilang apa?."


"Aku tahu arti tatapan itu. Aku tidak mau ini di kantor."


Milly memutar kedua bola matanya jengah, dengan cepat ia menyuapi suaminya agar ia bisa kembali bekerja.


.


.


.


Milly menunggu Max di lobi kantornya. Sudah seminggu ini Max mengantar dan menjemput Milly pulang. Ia sangat bahagia karena suaminya sangat perhatian padanya, terlebih akhir-akhir ini Milly merasa badannya sangat sering merasa lelah.


Dari arah belakang seseorang memeluk Milly erat, Namun pelukan ini terasa asing baginya. Saat ia menoleh ternyata seorang pria dengan kulit kecoklatan dan rambut hitam tampak tersenyum melihatnya. Milly sangat terkejut melihat pria itu. Belum sempat Milly membuka mulutnya tiba-tiba.


bugh!

__ADS_1


bugh!


bugh!


Seseorang sudah menyeret dan memukul pria yang memeluknya terlebih dahulu. Max!


"Max! hentikan apa yang kau lakukan." Milly menarik lengan Max menjauhi Pria itu. Dan segera menghampiri pria yang sudah Max hajar. Namun Max malah menarik lengannya menjauhi Pria itu.


" Apa ini yang kau lakukan saat bekerja! memeluk semua laki-laki yang kau temui! Apa kau berselingkuh!" ucap Max dingin, pria itu diliputi amarah. Dia sudah terbakar cemburu, apalagi dia ingat pria ini adalah pria di masalalu yang membuatnya dulu berpaling dari Milly.


Milly sungguh sangat terkejut dengan kata-kata yang Max ucapkan. Pria itu terlihat sangat marah. Dan jelas saja salah paham dengan semua yang terjadi. Milly mendadak pusing dan lemas, apalagi aksi suaminya menjadi tontonan karyawan yang sedang berada di lobi. Seketika tubuhnya ambruk d lantai.


Carlos, Pria yang memeluk Milly tadi mengernyitkan dahinya, campuran antara binggung dan kesakitan. Dirasakannya Seorang wanita menepuk bahunya, memberikannya sebotol air mineral dan saputangan. Wanita itu lalu menghampiri Milly yang tergeletak pingsan, dan menyuruh pria yang memukulnya untuk segera membawa Milly ke Rumah Sakit.


***


Di Rumah Sakit


Max tampak menyesal dengan kata-kata yang ia ucapkan pada istrinya. Bagiamana jika terjadi sesuatu pada istrinya. Max melirik dari ruangan dokter, tampak pria yang ia pukuli tadi keluarg dati sana bersama teman kantor istrinya. Sedangkan Milly masih di periksa oleh dokter yang lain.


Pria berambut Hitam dengan kulit kecoklatan itu berdiri tepat di depan Max. Mata hitamnya yang tajam mengunci kedua mata Max.


" Kalau aku tidak salah dengar, kau bilang tadi kau adalah suami Clara?" suara pria itu terdengar lirih namun tajam.


" Benar aku suaminya kami menikah 3 bulan yang lalu. Dan kau hanya mantan kekasihnya. Jangan bermimpi kau bisa mengambil dia dariku."


Pria itu mengernyit heran. " Memang siapa yang kau maksud dengan mantan pacarnya? Aku kakaknya!"


Max kini binggung sebenarnya berapa kakak yang Milly punya!


***

__ADS_1


Nggak sadar udah sampe episode 19...lanjut ndak ya....😂😂😂


__ADS_2