Smiley Girl!

Smiley Girl!
Pertanyaan yang susah dijawab!


__ADS_3

"apa itu anak haram?!"


cekiiiiittt!!!


Seketika Eli menginjak rem mobilnya. beruntung mobil itu sudah terparkir di tempat yang tepat. Mata Eli seketika membulat mendengar pertanyaan anak bungsunya yang memang sangat kritis.


" sayang, dari mana kau mendengar kata itu."


" kemarin saat waktu tidur siang, aku mendengar dari serial yang Meredith tonton di TV. Dia menangis dan mengeluarkan banyak sekali air mata."


" jadi kemarin kau tidak tidur siang, dan menguping Meredith yang sedang menonton TV begitu?"


Eli menghela nafas panjang, ia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Meredith. Siang hari memang saatnya dia beristirahat.


" sayang, berjanjilah pada mommy kau tidak akan menguping Meredith lagi okey."


"baiklah, asal mommy mau menjelaskan padaku dulu apa itu anak haram." anak perempuannya ini benar-benar keras kepala! persis ayahnya.


" tidak ada yang namanya anak haram sayang. itu hanya sebutan untuk anak- anak yang...."ya ampun, aku harus bilang apa. serial Tv sialan, mengapa mereka harus menayangkan cerita seperti itu.


tok tok tok


Tampak seorang wanita paruh baya, mengetuk kaca mobil. Syukurlah, Eli merasa lega saat Meredith menghampiri mereka yang nampak masih di dalam mobil.

__ADS_1


"hai kids, mengapa kalian masih di dalam dan tidak segera masuk kedalam rumah. ada cake coklat dengan strowbery besar di dalam!"


Mendengar hal itu sontak keduanya meminta agar safebelt yang melindungi keduanya segera dibukakan. Tak menunggu lama keduanya sudah menghambur memasuki rumah Meredith.


" ya ampun, edith maafkan anak-anak."


Eli menggeleng melihat tingkah kedua anaknya. Sambil mengulurkan tas berisi keperluan keduanya pada Meredith.


" sudah tugas saya ma'am."


"eeehmm, edith..."


"ya ma'am..."


" ya Tuhan, maafkan saya ma'am. Saya benar-benar menyesal." Meredith tampak tidak enak dengan Eli. Wanita muda yang mau mempekerjakannya dengan gaji besar, untuk mengasuh kedua anak kembarnya tanpa menyuruh Meredith bolak balik kerumahnya.


ia tidak bisa bekerja keluar dari rumahnya karena tak tega meninggalkan Hans suaminya yang mengalami kelumpuhan.


dengan adanya si kembar juga membuat rumahnya yang sepi menjadi hiburan tersendiri, membuat suaminya sering tersenyum dan tertawa melihat tingkah kedua bocah itu.


"tidak apa-apa edith, itu bukan sepenuhnya salahmu. Hanya saja mereka semakin pintar sekarang."Eli tersenyum menenangkan wanita itu. Kemudian, ia pamit untuk pergi bekerja.


Di tengah jalan saat Eli sedang mengendarai mobilnya. Pikirannya menerawang pada pertanyaan Emily dan pertemuan tak terduga sebulan yang lalu, saat ia menghadiri pernikahan Smiley.

__ADS_1


Memikirkan hal itu Eli seketika merasa sangat ketakutan. Meskipun, ketakutannya sebenarnya tidak beralasan. Pria itu juga sepertinya tak mengenalinya, penampilannya sudah banyak berubah bukan. Eli mengusap wajahnya frustrasi merasa tak yakin sepenuhnya. Lalu, melanjutkan perjalannya menuju ke toko souvenir miliknya.


***


Milly meletakkan secangkir kopi diatas meja yang berada di beranda kamarnya. Max suaminya tampak sangat tampan dengan balutan kaos polos hitamnya. Duduk di sofa beranda menatap pemandangan lampu yang berkelap-kelip di kejauhan.


Tangan besar Max mengamit lengan Milly, dan mengajak istrinya itu duduk di sampingnya.


"Milly, ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan. dan aku mau kau menjawab dengan jujur."


Milly mengerutkan keningnya, pertanyaan apa yang di maksud Max. Sejenak ia berfikir, sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya pelan.


" sebenarnya bagaimana ceritanya, Anne bisa menjadi Clara. Dan kau,..."Max tidak melanjutkan ucapannya


" dan aku adalah pelayannya?" Milly sebenarnya tidak ingin mengingat lagi masa lalunya. Itu bukan kenangan yang membahagiakan. " kenapa kau ingin tahu Max."


" aku hanya ingin lebih mengenalmu. Bukankah dulu kita dekat."


yah, sebelum kau bahkan menyebutku gadis menjijikkan.


Mengingat hal itu sontak Milly menjauhkan diri beringsut kepojok sofa menjaga jarak. Matanya sedikit berkaca-kaca. Baiklah ia akan menceritakannya, semuanya. Semua yang Max ingin ketahui.


" aku akan mulai menceritakannya di mulai dari awal kelahiran ku...kelahiran seorang Clara rein."

__ADS_1


tapi sebelumnya jangan lupa like and vote ya...qiqiqi


__ADS_2