
Jay membenamkan kepalanya diatas bantal. Bahkan sekarang bantal itu ia gunakan untuk menutupi telinganya, berharap bisa segera tidur dan tidak mendengarkan suara-suara aneh dari kamar sahabat nya yang letaknya bersebelahan dengannya.
sial...sial...sial...
apa mereka akan melakukannya sepanjang malam! ya Tuhan, mereka tidak tahu apa ada jomblo disini. Dasar pasangan mesum.
Rasa-rasanya Jay ingin berteriak, ini sudah tengah malam. Dan dua sejoli itu sedang memadu kasih dan mengeluarkan suara-suara aneh yang membuat tubuh Jay meremang.
Tepat pukul 3 dini hari Jay sudah tidak tahan dan segera keluar dari kamarnya dan turun menuju lantai bawah, dan tidur di kamar Elianora yang kosong.
***
Milly dan Max menikmati sarapannya yang terlambat di dapur. Sedangkan Jay baru saja datang setelah mengantar si kembar kerumah pengasuhnya. Dengan langkah lesu dan mata panda, Jay duduk di salah satu kursi meja makan. Tangannya meraih dua lembar roti dan selai coklat favoritnya.
"Jay, apa kau sakit?! kau sepertinya kurang sehat." tanya Milly saat melihat keadaan Jay tampak kacau.
" Hem"
__ADS_1
" Ada apa? apa kau ada masalah?"
" Hem"
"hey, ceritalah."
"Apa kau tahu? semalam aku tidak bisa tidur. ada hantu yang meneror ku dengan suara-suara menakutkan. Dan mereka sepasang!" Jay berkata lirih sesekali ia tampak menguap dan memakan rotinya dengan malas.
"Dasar gila, sejak kapan d rumah ini ada hantu. Kau tidak mabukkan." Milly
"Kau tidak percaya?! suara mereka membuat bulu kuduk ku berdiri. aku tidak tahan sampai-sampai aku turun dan tidur di kamar Eli pagi ini."
Jay sudah menghabiskan rotinya dan air mineralnya, kemudian beranjak pergi sambil berkata " suaranya seperti ini...uh...aaah...emmmm...uuuh..."
Max yang saat itu sedang meminum kopinya seketika tersedak dan terbatuk-batuk. Sedangkan Milly membulatkan kedua matanya saat melihat Jay berlalu dengan tertawa terbahak-bahak.
"Ya ampun..ya ampun..ya ampun..." Milly mengipasi wajahnya yang memerah karena malu terpergok sahabatnya. Sedangkan Max hanya mengumpat dalam hati dia tidak menyangka jika sahabat istrinya itu bisa mendengar suara mereka saat ia memadu kasih dengan istrinya. Dasar wanita bar-bar!
__ADS_1
***
Siang ini Milly dan Max memutuskan kembali ke mansion mereka. Max sangat bahagia karena sang istri sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya secara sukarela tanpa ia memintanya terlebih dahulu, agar bisa fokus pada kehamilannya dan menjaga anak mereka kelak.
Max memeluk Istrinya dari belakang, mengecup pelan leher jenjang istrinya yang beraroma wangi bunga yang memabukkan. tangan kanannya kemudian mengelus lembut perut istrinya yang masih rata. Kebahagiaan membuncah memenuhi rongga dadanya, saat ia ingat jika ada kehidupan di dalam sana yang sedang tumbuh.
"sayang, aku sungguh bahagia."
" Aku juga."
"Berapa lama lagi kita harus menunggunya."
"Masih 7 bulan lagi. apa kau sudah tidak sabar hemm."
"Tentu saja, tapi terlepas dari apapun aku berharap baby dan kau selalu sehat itu saja."
Milly tersenyum dan berbalik merengkuh suaminya, merasa beruntung cintanya bersambut dan merasa sangat bahagia dengan perhatian yang di berikan suaminya.
__ADS_1
Merasa lega karna dia dan bayi yang ada di dalam kandungannya di terima dengan suka cita sang suami. Bukan tanpa sebab, Milly mempunyai trauma ia merasa tidak di inginkan saat mengetahui sejarah kelahiran nya, penolakan saudarinya, dan penolakan Max dulu saat ia lebih mempercayai dan memilih Anne.