Smiley Girl!

Smiley Girl!
Orang Ketiga!?


__ADS_3

Max memeluk tubuh istrinya yang terlihat sangat rapuh, ia tahu istrinya itu sedang menangis dalam diam. Max merasa bersalah karena harus mengorek luka lama. Tapi, ia harus tahu. Agar tidak ada lagi kebohongan yang akan mengganggu masa depan mereka.


***


Pagi ini Milly sangat antusias karena akan bertemu dengan Jay, Eli dan si kembar. Ia sudah siap dengan tas dipundaknya dan keluar menuju pintu keluar dimana Max sudah menunggunya.


Satu jam kemudian, mobil mereka sudah sampai di depan rumah yang sangat ia rindukan. Milly berjalan terlebih dahulu menuju pintu, langsung membuka dan masuk kedalam rumah meninggalkan Max yang berjalan di belakangnya.


"Hallo semuaaa...aku dataang..." Milly menyapa dengan riang gembira. Si kembar yang mendengar suara Milly langsung menghambur kepelukannya.


"onty!!kami sangaaat merindukan onty."


" Benarkah, aunty juga sangat merindukan kalian." serunya.


" aku ingin makan spaghetti dengan meat ball buatan onty!" Eliot tampak bersemangat.


" Benar, spaghetti buatan onty Jay rasanya sangaaat buruk." Emily menambahkan dengan mencebikkan bibirnya.


" Oh yeah, jadi spaghetti buatan onty sangat buruk..." nampak Janeta sudah berdiri di belakang si kembar dengan muka kesal yang di buat-buat. si kembar berteriak kencang dan langsung berlari dari kejaran Jay. Max melihat pemandangan itu dengan senyum tertahan.


" Hallo Max, maaf anak-anak terlalu antusias dengan kedatangan Milly." Elianora menyambut Max dengan senyum ramah. dan mempersilahkan Max duduk.


" Eli, aku sangat merindukanmu."


"Aku juga."


Melihat kedua sahabatnya berpelukan Jay ikut menepuk bahu dan mengusap lembut keduanya.


" Aku akan menyiapkan makan siangnya kau temani lah suamimu disini. Kita akan berbincang lagi saat makan nanti, Jay temani mereka" seru Eli sambil berlalu menuju ruang makan.


" Apa kau bahagia, sudah menikah dengan..." tanya Jay sambil menggerakkan dagunya ke arah Max. Pertanyaan yang sengaja ia lontarkan agak keras agar suami sahabatnya itu mendengar. sedangkan Milly seketika membulatkan matanya dan membisu.


" Apa maksud pertanyaan mu itu nona, kau kira aku menyiksa istriku." Max agak tersinggung dengan pertanyaan Sabahat istrinya itu. namun ia juga penasaran. Apakah

__ADS_1


istrinya itu bahagi telah menikah dengannya atau...


"Yang pasti hubungan kami baik-baik saja Jay. Kau ini kenapa jadi cerewet seperti nenek-nenek"


" Aku kan hanya bertanya. Syukurlah kalau kalian baik-baik saja, kalau dia menyakitimu katakan padaku akan aku hajar dia."


" Memangnya kau bisa menghajar ku." ucap Max meremahkan sahabat istrinya yang bertingkah sangat bar-bar menurutnya. Ia tidak tahu bahwa Jay bisa beberapa jenis ilmu bela diri. Milly menggelengkan kepalanya binggung saat melihat perdebatan suami dan sahabatnya tentang hal remeh lain masih berlanjut.


.


.


.


Siang itu tampak sangat ramai dengan celoteh si kembar dan tiga wanita yang berbincang dengan akrab. sedangkan Max, dia sangat kelelahan menghadapi tingkah si kembar yang mengajaknya bermain dan menguras tenaganya.


Ting tong... Ting tong... Ting tong...


Suara bel berbunyi, Milly beranjak dari duduknya dan membuka pintu. tampak seorang pria berumur pertengahan 30tahun tersenyum padanya.


"Milly, siapa yang datang.." Eli menghampiri ruang depan dan melihat seorang pria sedang memeluk Milly dan merangkul bahunya.


" Hai Eli lama tidak berjumpa." ucap pria itu lagi sambil tersenyum pada Eli. mereka memasuki ruang tamu dengan pria itu masih merangkulkan tangannya dibahu Milly.


Dahi Max berkerut kesal melihat pria tampan tak dikenal memeluk istrinya. Dan istrinya tampak biasa saja. Sebenarnya siapa pria itu. Ingin rasanya ia menonjok wajah pria itu


"Billy, lebih baik kau lepaskan tanganmu dari bahu Milly. Jika masih ingin tanganmu utuh di tempatnya, kau tidak sadar tatapan suaminya." Jay berseru dari tempat duduknya. Billy tertawa terbahak-bahak melihat pria di depannya melayangkan tatapan membunuh padanya. Tatapannya seolah mengisyaratkan lepaskan tangamu dari istriku!. Seketika Billy mengangkat kedua tangannya membentuk tanda menyerah dan minta maaf.


Billy menggulurkan tangan pada pria yang lebih muda itu, dan mereka bersalaman cukup erat.


"Jangan cemburu aku bagian dari keluarga." ucap Billy ramah dengan senyum terkembang.


Max tampak mengerutkan keningnya. Keluarga siapa?! yang pasti bukan keluarga ku! gumamnya dalam hati.

__ADS_1


" Ada apa? apa ada hal penting yang ingin kau sampaikan?" Jay beranjak dari tempat duduknya tidak biasanya Billy datang kerumah menemuinya tanpa diminta. Dan pria itu mengangguk menatap Jay penuh arti.


" Ayo keruang kerja, apa kau membawa berkasnya?!"


" Tentu bos, kau hanya tinggal menandatanganinya."


Jay melangkahkan kakinya menuju ruang kerja dan Billy mengikutinya di belakang.


***


" Jadi Billy keluarga Jay?" Max bertanya pada Milly. Yang di jawab dengan anggukan dari istrinya.


" Kami sudah seperti keluarga walaupun tanpa ikatan darah, Billy sudah seperti kakak untuk kami. Dia yang melindungi kami selama ini." Milly menjelaskan pada suaminya agar tidak salah paham. " Dan Billy sudah menikah, dia bahkan sudah punya 3 anak."


" Lalu, kapan kita punya anak." ucap Max sambil memandang Milly penuh arti. Membuat jantung wanita itu berdegub kencang. Untung saja Max belum menghajar Billy tadi, dia tidak mau ada orang ketiga dalam kehidupan rumah tangganya. Tidak dari Milly atau pun darinya, ia tidak mau ada kerumitan lain.


.


.


.


" Akhirnya dua bocah itu sudah tidur." Eli berjalan menghampiri sepasang suami istri yang sedang duduk berhadapan di ruang tamu. " Maaf Max, Milly kalian pasti lelah menghadapi tingkah mereka seharian ini."


"Jangan sungkan Eli, aku sangat senang bermain dengan mereka." Milly tersenyum menatap temanya yang masih muda tapi sudah harus menjadi seorang ibu tunggal.


"Sering-seringlah mampir." ucap Eli sambil memeluk Milly yang berpamitan pulang. Sedangkan Jay sudah pergi sedari tadi karena ada masalah di bengkel miliknya.


" Tentu saja, akan aku usahakan sesering mungkin kemari."


"Baiklah, hati-hati di jalan."


***

__ADS_1


hai...hai...lanjut ndak yah...jangan lupa like, coment yang membangun ya...😂 gak maksa vote masih newbie..😆


__ADS_2