
Milly baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi. saat Zoey datang, dengan setumpuk berkas dan mendaratkan tumpukan itu di mejanya dengan sempurna.
"selamat bekerja lembur sayang." sambil mengerlingkan sebelah matanya. gadis itu pergi dari ruangannya.
sial!
mendekati akhir bulan seperti ini pekerjaannya memang selalu menumpuk. biasanya dia tidak pernah mengeluh, semua akan ia kerjakan secepat dan seteliti mungkin. Milly menjabat sebagai staf akuntan senior di perusahaan ini meskipun umurnya baru 25tahun. kepandaian Milly dan kecerdasannya membuat ia dengan mudah mengembangkan karirnya. sifatnya yang periang dan mudah bergaul dengan siapa saja membuatnya banyak disukai.
tangan Milly bergerak cepat mengambil berkas yang tertumpuk itu. mengerjakannya satu persatu. kemarin dia sudah bertemu dengan kakaknya dan sudah memberi keputusan. semoga ini yang terbaik untuk semuanya. Milly tersenyum masam sambil terus mengerjakan pekerjaannya agar ia bisa melupakan sejenak masalah yang sedang menimpanya.
.
.
.
.
klontang!
Janeta melemparkan obeng ke kotak perkakas. wajah manisnya sudah penuh dengan debu dan peluh. sialan! dasar motor tua. janeta atau Jay mengumpat dalam hati. motor Harley Davidson tua milik mendiang ayahnya kini benar-benar rusak. parah.
Jay gadis berkulit putih dan berambut hitam sebahu itu menguasai beberapa ilmu bela diri seperti kapuera, Aikido dan taekwondo. ia juga memiliki sebuah bengkel motor plus mobil yang cukup di kenal. di samping itu, ia juga membuka kafe kecil disamping bengkel. bisnis yang lumayan membuat jay sibuk seharian.
berbanding dengan kedua sahabatnya, jay sedikit tomboy. berbeda dengan Milly yang periang dan Elianora dengan sifat lemah lembut dan bijaksananya. ketiganya bertemu dan bersahabat selama 7 tahun ini meskipun mempunyai karakter yang berbeda dan hampir bertolak belakang.
tiga gadis remaja yang mempunyai luka masing-masing bertemu dan mengikat tali persahabatan. mereka langsung cocok satu sama lain, saling mengisi. tidak ada rahasia yang mereka tutupi dari yang lain.
mereka tidak mempunyai hubungan darah sama sekali tapi hubungan mereka sudah seperti saudara kandung.
hari ini ia lebih sibuk dari pada sebelumnya. bagaimana tidak, motor tuanya sedang mogok jay sampai frustasi untuk memperbaikinya. semua ilmu yang ia punya sudah ia terapkan tapi nihil. motor buntut itu seperti seonggok rongsokan sekarang. jay mengusap wajahnya frustrasi.
"bos!"
jay menoleh ke sumber suara. tampak Billy salah satu pekerjanya berjalan mendekat menghampirinya.
__ADS_1
" ada apa bill, apa kau mau ku hajar!?"
" oh ya ampun, wanita ini menakutkan sekali."
keduanya pun tertawa bersama. Billy salah satu orang kepercayaan Jay, ia lebih tua 10 tahun dari jay. ia bahkan, sudah seperti kakak untuk jay.
"aku mendapat kabar baik, untukmu." Billy tersenyum misterius.
" apa?"
" bulan depan suamimu akan kembali kenegara ini!"
jleb
mata bulat jay hampir saja keluar dari tempatnya mendengar berita itu. akhirnya, tiba juga saat ia harus mengakhiri semua ini!
.
.
.
.
.
"aku tidak mau!" Milly berkata keras kepala. kedua tangannya mengepal di samping tubuhnya.
" tapi sayang, lusa adalah hari pernikahanmu." pagi ini Alex hendak mengajak Milly pulang kerumah. rumah yang menurut Milly hanya milik Alex dan keluarganya bukan miliknya.
"aku akan hadir besok kak, akukan sudah janji!"
Milly lebih baik menghindari bertemu mereka. toh jarak yang ia tempuh besok hanya 2 jam perjalanan.
" kau yakin?! kakak hanya takut kau berubah pikiran disaat-saat terakhir."
__ADS_1
"aku yang akan menjamin dia akan datang Alex." Eli menengahi ketegangan yang terjadi diantara dua saudara itu.
Alex menghembuskan nafasnya pelan. sepertinya ia memang harus mengalah.
"baiklah." Alex menghampiri Milly dan memeluknya.
" datanglah sepagi mungkin sayang. mereka bilang butuh banyak waktu untuk merias pengantin."
Milly mengangguk perlahan, sambil membalas pelukan hangat kakaknya.
Alex mengecup puncak kepala Milly penuh kasih sayang. alex percaya Milly akan menepati janjinya.
.
.
.
bunga-bunga tampak tertata dengan rapi di taman mansion keluarga Jhonson. semua persiapan untuk pernikahan sudah selesai. namun, lily sang penanggung jawab tampak gelisah karna mempelai wanitanya belum datang. kaki lily modar mandir d depan gerbang mansion menunggu mobil yang membawa sang mempelai tak kunjung datang. tak hanya Lily, kakak mempelai wanita pun tanpak gelisah sedari tadi meskipun lelaki tampan itu menyembunyikannya. satu setengah jam sebelum acara di mulai dua buah mobil sedan hitam memasuki gerbang. lily berdoa semoga kali ini sang mempelai yang benar sudah hadir bukan lagi tamu undangan!. Lily sudah mulai frustasi ingin rasanya ia menjambak rambut mempelai wanita satu ini karna sudah membuatnya stress!
" Clara kau sudah datang syukurlah." alex kakak sang mempelai menyambut seorang wanita yang turun dari kursi penumpang.
lily tak habis pikir dengan mempelai satu ini. dengan cekatan ia langsung menarik tangan sang mempelai wanita ia sudah tidak punya banyak waktu untuk berdandan. sang MUA sudah siap dengan tongkat sihirnya. dalan waktu satu jam mempelai wanita sudah di sulap menjadi putri raja.
lily memberikan dua keranjang berisi bunga kepada sepasang bocah kembar yang manis. memberi gaun khusus Bridesmaid kepada kedua wanita yang datang bersamaan dengan sang mempelai.
dilihatnya sang pengantin pria sudah berdiri di posisinya. hidangan sudah tersaji dengan istimewa. tamu-tamu sudah duduk dikursi masing-masing. semua persiapan sempurna. saatnya acara dimulai, lily tersenyum puas dengan hasil kerjanya.
***
di sudut taman tampak seorang wanita tersenyum sinis melihat pesta pernikahan itu. melihat banyaknya tamu yang hadir dari kalangan atas dan beberapa reporter membuatnya membulatkan tekad untuk mengacaukan pesta ini.
apa yang akan terjadi jika Max melihatku sebelum upacara pernikahan dimulai. aku yakin dia akan langsung pergi meninggalkan acara ini. tidak, dia bahkan bisa saja meledakkan amarahnya saat itu juga. aku tahu Max sangat mencintaiku. jika dia tahu bukan aku yang menjadi mempelai wanitanya. pesta ini akan berubah menjadi malapetaka! dan 'wanita itu' dia akan sangat malu saat ditinggalkan mempelai pria.
sebuah tangan menarik bahu wanita itu, membuatnya menoleh seketika.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan disini Anne!." Alex menarik paksa tangan adiknya dan mengajaknya memasuki ruang kerja ayahnya.
wanita itu Antoinette Jhonson!