
Mengingat hal itu sontak Milly menjauhkan diri beringsut kepojok sofa menjaga jarak. Matanya sedikit berkaca-kaca. Baiklah ia akan menceritakannya, semuanya.
" aku akan mulai menceritakannya di mulai dari awal kelahiran ku...kelahiran seorang Clara Rein."
***
Flashback
Tatiana Moore mengacak-acak semua barang yang ia lihat. Sedangkan Katarina Rein sahabat yang merangkap asisten pribadinya tampak memeluk bayi perempuan yang baru berumur setahun. Anne kecil menangis terisak ketakutan melihat ibunya yang sedang mengamuk.
"Ana , hentikan! kau menakuti Anne..." Katarina meninggalkan Tatiana yang mentalnya sedang tidak sehat. Membawa Anne ke kamar lain, mengayun bayi menggemaskan itu dan menidurkannya di ranjang kecil miliknya. Setelah itu, ia harus menenangkan bayi perempuan yang besar, yang saat ini sedang mengamuk menghancurkan isi ruang tamunya.
Saat Katarina masuk keruang tamu kecilnya. Pemandangan yang luar biasa tampak di depannya bukan dalam artian yang bagus tentu saja. Katarina hanya menghela nafas lelah, sudah lama ia menyarankan agar Ana di tangani seorang terapis. Semenjak melahirkan Anne, Ana tampak berbeda ia tidak pernah sekalipun mau memegang atau menyusui Anne. Ia sering menangis sendiri, berteriak dan mengamuk tanpa alasan yang jelas. Namun, hal itu tidak pernah diindahkan oleh Ana dan suaminya.
Katarina mulai membersihkan barang-barang yang menjadi sasaran Ana, sedangkan pelakunya entah pergi kemana.
__ADS_1
Sudah dua hari ini Ana dan Anne menginap di rumahnya. Ia melarikan diri saat lagi-lagi bertengkar dengan suaminya. Dan seperti yang sudah-sudah Katarina lah yang menjadi korban dari keduanya.
Katarina Rein dulu sebenarnya bukan wanita yang terlalu miskin seperti sekarang. Ayahnya mempunyai sebuah perusahaan yang cukup mapan meskipun tidak berskala internasional namun cukup terkenal. Tapi, itu dulu sebelum perusahaan ayahnya di manipulasi oleh pamannya sendiri yang kemudian lari keluar negeri. Ayahnya meninggal dunia terkena serangan jantung meninggalkannya seorang diri. Sedangkan ibunya sudah berpulang sejak ia masih kecil.
Ia gagal menikah dengan tunangannya karena keluarga tunangannya tidak mau mempunyai seorang menantu yang bangkrut dan yatim piatu. Tak hanya itu ia di vonis sedang mengidap sebuah penyakit yang tidak memungkinkannya untuk mempunyai anak. Di saat bersamaan ia mendengar kabar bahwa mantan tunangannya sudah menikah dengan wanita yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Di sela kesibukannya bekerja, ia mencoba melupakan kesedihannya, dengan mengabdikan dirinya merawat dan menghibur anak-anak yang sedang sakit di Rumah sakit, tempat ia biasa check up.
Disanalah ia bertemu Larry Hart. Larry dengan kebaikan, ketulusan dan senyuman malaikatnya mampu meluluhkan hatinya yang terluka. meskipun, pada saat itu penyakit tengah menggerogoti tubuh pria itu.
Ia menemukan cinta yang tulus dari Larry, cinta yang membuatnya bisa melupakan semua kesedihanya, cinta yang membuat ia melupakan mantan tunangannya. Mereka saling mengisi satu sama lain. Mereka akhirnya menikah. Meskipun, tak lama kemudian Larry meninggal.
Pada awalnya Katarina mengalami kesulitan. Namun, seiring berjalannya waktu, Katarina mulai mengikuti alurnya. Ia bekerja di sebuah butik terkenal. Disanalah ia bertemu kembali dengan sahabatnya Tatiana Moore.
Tatiana menawarinya bekerja sebagai asisten pribadinya, dengan gaji yang sangat tinggi.
__ADS_1
Awalnya ia menolak, namun saat sahabatnya begitu memohon Katarina tak kuasa lagi menolak. Dan beberapa saat setelah menerimanya ia menyesal, benar-benar menyesal saat tahu siapa suami sahabatnya. Ternyata, mantan tunangannya sendiri. Albert Jhonson!
Katarina langsung mencoba mengundurkan diri. lagi. namun ditolak mentah-mentah Tatiana, karna alasan yang memang terkesan dibuat-buat. Tentu saja saat mengundurkan diri ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya tentang hubungannya dulu dengan suami Tatiana. Dan sekarang, ia berada ditengah-tengah suami istri yang sedang bertengkar. Yang satu mantan tunangan yang satu lagi sahabat baik yang sudah seperti saudaranya. Katarina menghela nafas dalam.
***
Tatiana menari bagai orang gila di sebuah club. Rambut pirangnya berayun mengikuti setiap gerakan yang ia lakukan. Ia merasa sangat bebas saat ini dari suaminya, dan beban masalah yang membuat ot*knya buntu.
Seminggu yang lalu ia baru saja mengetahui fakta bahwa Katarina dan suaminya dulu adalah sepasang kekasih. Semua menjadi jelas mengapa dulu sahabatnya itu mau mengundurkan diri. Setiap ada suaminya, Katarina selalu nampak gugup dan sedikit bicara.
Kalau saja waktu bisa di putar, ia tidak akan mau melakukan perjodohan itu. jika, ia tahu ternyata orang yang akan ia nikahi adalah tunangan Katarina. Demi apapun ia akan memberikan segalanya untuk Katarina.
Beberapa kali Katarina menyelamatkan nyawanya. Dan karena menyelamatkannya pula sekarang Katarina tidak bisa mempunyai keturunan. Bukan tidak bisa. Tapi, tidak boleh!
Andai saja seminggu yang lalu ia tidak bertemu dengan Samanta secara tidak sengaja. Samanta adalah teman dekatnya dan Katarina, ia berada di kota ini hingga tahu semua peristiwa disaat-saat terburuk Katarina.
__ADS_1
Jika saja ia tidak pernah bertemu Samanta. Ia tidak akan tahu fakta kehidupan Katarina yang sebenarnya. Ia sendiri tidak ada di saat-saat terburuk sahabatnya karena ia sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Dan saat baru saja menginjakkan kaki di kota kelahirannya, ia harus menerima perjodohan tanpa cinta dan menikah dengan Albert.
Tatiana begitu larut dalam alunan musik yang memekakkan. Ia ingin melupakan segalanya, melupakan semua masalahnya, bahkan ia tak sadar bahwa ia juga merupakan kedua anaknya.