
------------AUTHOR POV--------------
Di sebuah apartemen yang cukup besar dan mewah serta mahal di huni beberapa mahluk hidup yang di sebut manusia.
Tapi ada mahluk hidup selain manusia juga sih seperti kuntilanak dan keluarganya akan tetapi yang tampak tinggal di apartemen itu hanya manusia.
Mereka semua adalah beberapa anak SMA yang berusia kira-kira kurang lebih sekitar 18 tahun. Karena mereka anak orang - orang berduit, orang kaya raya. Mereka menjadikan apartemen itu sebagai pengganti dari kos-kosan atau asrama di sekolah yang katanya peraturannya tuh ketat banget.
Di apartemen itu sendiri di tempati oleh lima anak muda yang memiliki kepribadian berbeda tapi untungnya mereka ber lima bisa saling memahami dan menghargai.
Zen Kurnia
Dia memiliki tubuh atletis dan wajah yang ganteng. Ganteng banget malah. Zen juga orang yang cukup mesum dan dia merupakan seorang BOKEPERS. Zen, sangat pemberani dan menang setiap kali ada tawuran antar sekolah. Akan tetapi anehnya, cowok seganteng Zen Kurnia sampai saat ini tuh belum pernah pacaran alias masih menyandang gelar JONES. Setiap kali di tanya alasan kenapa gak mau pacaran Zen bilang katanya mau fokus sekolah dulu, mau fokus karir, dan mau membahagiakan orang tua dulu. Sok-sokan bilang fokus ini fokus itu padahal selama ini memang belum ada cewek yang bisa buat dia jatuh cinta.
Yuki Reno
Yuki Reno ini memiliki keterampilan dalam memotong rambut, karena Ayahnya itu tukang cukur sedangkan Ibunya adalah seorang tukang rias pengantin dan make up artis, Ibunya juga punya cabang usaha salon kecantikan yang menyebar luas di wilayah Indonesia bahkan ada yang di luar negeri.
Karena bakatnya Yuki ini sering di mintai tolong buat memotong rambut teman-temannya dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Yuki bisa mengerjakan semua itu dengan sangat baik dan kemampuannya sudah tidak di ragukan lagi .
Karena hal itu Yuki sering di katain cowok feminim sama teman - teman di apartemen. Padahal aslinya dia tuh cowok macho, cuma wajahnya aja yang imut banget.
Jeno Alfian
Dia mempunyai kebiasaan mengoleksi mainan robot dan memiliki wajah yang imut atau baby face lah padahal usianya sudah cukup dewasa. Dan Jeno ini adalah orang yang sedikit bicara di antara mereka.
Anton Santoso
Memiliki sikap yang lemah lembut dan keibuan serta bijaksana, lugu, ya bisa di bilang masih polos juga.
Sholik Hidayat
Dia adalah orang yang cukup pintar, seru di ajak bercanda. Di apartemennya dia punya akuarium untuk mengoleksi ikan - ikan langkah. Benar, dia itu hobi banget merawat ikan. Tapi bukan ikan yang berbahaya seperti ikan hiu atau piranha loh ya.
_______
Malam itu adalah malam minggu. Zen dan yang lain mabar game online di apartemennya sambil ngobrol dan makan kacang garuda dan minum es susu soda. Mereka main game kurang lebih hampir satu setengah jam.
"Bruak" Zen melempar gamenya ke meja dan membuat teman-temannya kaget
"Anjg!" Sholik masih merasa kaget
Zen bangun dari tempat duduknya
__ADS_1
"Teman-teman, cari hiburan yuk bosen gue di sini" kata Zen mengambil jaketnya lalu memakainya
"Kita mau main kemana emangnya?" tanya Yuki
"Ikutan dong, gue mau coba lihat - liat cewek siapa tau ada yang membuatku tertarik" Jeno
Anton mengangkat tangan kanannya dengan penuh semangat "Aku juga mau ikut Zen"
"Lu jangan ikut gue Anton, gue mau cari yang enak enak. Bahaya..." kata Zen
"Katanya enak enak, kok bahaya? Aku juga mau Zen makan soto Kudus di luar" Anton
"Anton lu di sini aja, maksud yang Zen katakan tuh bukan makanan di luaran sana tapi beda lagi, lu gak bakal paham" kata Sholik
"Lu mau nitip soto Kudus? Tenang aja serahkan semua ke gue" kata Yuki
20.00
di sebuah klub malam
"Kampret seksi bener tuh cewek Jen, idihhh mantep banget" kata Zen ke Jeno dengan melihat cewek seksi dari kejauhan
"Kalau sebelumnya tahu kita main ke tempat beginian gue gak bakal ikutan sih tadi. Lo suka? Mending langsung aja kenalan sama dia, karena duit lo banyak langsung ajakain anu" jawab Jeno sambil minum kopi dan melihat suasana klub malam yang ramai
"Hai sayang"
Dan cewek yang di sapanya menyapa balik Zen dengan ramah "Hai ganteng"
Sedangkan Jeno sendiri masih mengamati sahabatnya yang sedang berbincang - bincang dari kejauhan.
Tiba-tiba ada orang lain dengan pakaian serba hitam yakni topi hitam, kemeja hitam, jas hitam, masker hitam, celana dan sepatunya juga hitam masuk ke dalam klub malam. Orang itu menarik cewek yang sedang ngobrol dengan Zen.
Saat itulah Zen merasa sangat kesal karena moment serunya telah di rusak.
"Oi tunggu! Maksud lu apaan?!" ucap Zen kasar kepada orang yang tak di kenal
Tapi orang itu malah mengacuhkan dan tidak memperdulikan apa yang Zen katakan. Setelah itu Zen mengejar orang misterius dan "Buogh" Zen terjatuh karena mendapatkan tendangan keras.
"Zen!" Jeno datang dan membantu Zen berdiri. Zen masih menatap dengan perasaan benci kepergian orang tak di kenal yang membawa cewek kenalannya.
"Ah sialan!" kata Zen
Sementara Solik saat ini sedang jalan bersama sahabatnya yakni Yuki, mereka bingung mau kemana dan dari tadi hanya mengelilingi alun-alun kota sampai enam kali sambil melihat-lihat orang yang berpacaran.
__ADS_1
"Hwah hidup kita tragis amat njir, kita balik aja yuk?" kata Yuki duduk sambil memeluk tiang listrik kemudian melepaskannya lagi karena takut kesetrum.
"Gue bilang juga apa! Lebih baik kita pergi ke warung kopi temen gue kerja paruh waktu, di sana ada wifinya loh, katanya sih gratis. Bisa wifian sepuasnya" kata Sholik
"Main HP terus bosen cok" kata Yuki
Tiba-tiba ada dua gadis cantik datang kepada mereka dengan senyuman yang ramah.
"Hai kak" kata perempuan cantik 1
"Hai juga" jawab Yuki dan Sholik
"Butuh asupan mas? Kalo butuh kami berdua siap melayani, mau yang level rendah, sedang, tinggi tergantung harganya" jelas perempuan cantik 2
"Bentar ya mbak saya berunding dulu sama teman saya" kata Yuki menarik Sholik agak menjauh
"Sholik, maksudnya asupan apa ya? Kita beli yuk buat Anton, biar dia sehat" Yuki berbisik
"Dugh"sholik menjitak Yuki dan berkata
"Payah! Asupan yang mereka maksud tuh adalah asupan yang buat... Eng... Gimana ya cara jelasinnya, gini... Mereka itu wanita jala*g, kupu - kupu malam paham kan? Dan mereka menawarkan jasa mereka ke kita, kita butuh asupan dari mereka nggak? Gituloh maksudnya" jelas Sholik
"Nah itu kamu tahu, ngapain tadi kamu tanya ke aku?" Yuki
"Cuma ngetes lo aja, kirain gak tau" Sholik
Kemudian mereka kembali menghadap dengan dua wanita cantik yang sudah menunggu mereka.
"Gimana Kak? Butuh asupan?" Tanya perempuan cantik 2
"Iya mbak butuh banget level tertinggi" Yuki
"Yuk! Zina tuh haram loh Yuk?! Lu apa-apaan sih" Sholik
"Ini buat temen kita si Zen dia pasti senang kalo kita bawa asupan buat dia" Yuki
"Maaf Kakak cantik, nggak jadi, teman saya nih orang miskin... Dia gak bakal bisa bayar" Sholik
"Bangsat" Yuki nggak terima di katain sama Sholik kayak gitu
"Kakak cantik, cari aja yang lainya" ucap Sholik yang langsung menarik Yuki jauh-jauh dari wanita cantik itu.
To be continue
__ADS_1