
Author POV
-----------------------
Hari ini pada pukul 06.15 Nakirara sudah bersama teman-teman di sekolahnya meratapi gedung sekolahnya yang sebagian habis di lahap si jago merah tadi malam. Menurut saksi, dan keterangan dari pihak kepolisian kebakaran terjadi karena ada kabel listrik yang konslet, saat ini seluruh siswa di SMA Maju Jaya sedang menunggu intruksi dari para guru mengenai tempat belajar selanjutnya.
"Utuk seluruh anak-anak SMA Maju Jaya mohon perhatiannya sebentar, sebelumnya terimakasih banyak atas partisipasi kalian datang kemari... Seperti yang kita ketahui mengenai keadaan sekolah yang sekarang cukup memprihatinkan. Kita semua tentunya sangat sedih, tapi hal ini tidak menjadi penghalang untuk proses belajar mengajar kita. Ya, proses belajar akan tetap berlangsung utuk kelas 10 dan 11 masih tetap di sekolah ini karena sepertinya kelas kalian masih baik-baik saja dan bagi kelas 12 kalian sementara ini akan bergabung dengan anak-anak SMA UTAMA khusus anak kelas 12 kami mohon kepada kalian untuk menjaga sikap kalian di SMA Utama dan kami berharap kalian tidak mempermalukan almamater sekolah kita, selain itu tolong untuk saling akur dan jangan ada pertengkaran antar siswa" kata Pak Kepsek dalam sambutannya.
Semua anak-anak kelas 12 langsung heboh dengan sambutan yang kepala sekolah barusan.
"SMA Utama cok... Sekolah elit di Indonesia"
"Waduh kita bakal ketemu sama anak orang kaya sih kalau di SMA Utama"
"Anjir, gue gak salah denger nih?"
"Gue gak habis pikir kita di tempatkan di SMA Utama, seperti yang dia bilang tadi hanya anak-anak sultan yang bisa sekolah di sana"
"What?! SMA Utama ngeri banget sumpah, gue lewat aja nyawa gue hampir lepas dari jasad gue. Gedung sekolahnya mewah banget kayak istana"
Nakirara mendengar apa yang teman - temannya katakan, walaupun jarak sekolah dan rumahnya tidak begitu jauh Nakirara kurang paham tentang SMA Utama. Kali ini dia penasaran seperti apa SMA Utama itu.
Zen Kurnia pov
*************______________________________***********
Tadi kepala sekolah nge posting suatu informasi di group WA untungnya gue online. Dalam postingan kepala sekolah pagi ini berisi bahwa kita kedatangan tamu anak kelas 12 dari SMA Maju Jaya. Katanya Pak Kepsek untuk sementara mereka bakal belajar dan menempati sekolah ini, untung proses belajar kami di pisah mengenai pembagian ruang belajar (kelasnya).
Itu artinya gue bakal ketemu sama si keparat Nakirara.
07.05
Anak-anak kelas 12 dari SMA Maju Jaya sudah sampai di sekolah gue, saat itu beberapa guru dan kepala sekolah menyambut mereka semua dan mengantarkan mereka ke kelas baru yang kosong yang sudah di persiapkan sesuai dengan jurusan masing - masing. Saat mereka semua udah datang gue udah *** di kelas jadi gue gak sempet liat kedatangan mereka.
"Anton ke belakang yuk anterin gue" Sholik
"Ngapain? Nggak mau ah kalo bolos" Anton
__ADS_1
"Siapa yang mau bolos juga Anton? Nganterin doang cok mau nggak? Kalau nggak ya gak apa-apa sih gue minta sama yang lain" Sholik
"Bareng gue aja yuk Shol" Jeno
"Eh gue ikutan" Yuki
"Minimal ijin tuh dua orang, nggak boleh kalo bareng - bareng emang kondangan apa?" kata Jeno kepada Yuki
Perasaan gue udah nggak enak nih sama sobat-sobat gue, Sholik sama Jeno izin ke belakang dengan alasan karena kebelet boker. Kemudian di susul sama Yuki dengan alasan mau ke koprasi beli pulpen, gue berpikir kalo ada sesuatu yang di rencanakan sama Sholik di belakang nih. Karena penasaran gue izin ke dan pura-pura sakit gue juga ajak Anton.
Sesampainya di belakang semuanya udah pada ngumpul rame - rame bangsat mereka semua ngapain?!
"Ada apa nih?" gue
"Katanya kamu sakit Zen? Katanya kamu mau ke UKS? Kok malah ke WC?" Anton
"Gue udah sembuh An" gue melihat ke Sholik, Jeno, dan Yuki
"Cepet banget" Anton keheranan
"Kalian ngapain?" tanyaku kepada Sholik, Jeno, dan Yuki
"Wajahnya suram semua" Jeno
"Suram? Menurutku mereka cantik dan yang cowok juga keren kok" jawab Yuki
"Tet... Tet... Tet... Ngung... Ngung...ngung..." Bel istirahat berbunyi. Apa cuma aku yang ngerasa kalau bel sekolah di sini gak enak di dengarkan ya? Gak kayak sekolah lain. Kayaknya harus di ganti sih.
"Ke kantin yuk kita makan siang di sana, sekalian kasih sambutan hangat dan yang paling meriah untuk mereka" Yuki
"Aku ikut ya aku pengen menyapa mereka dan mengucapkan selamat datang" Anton
"Yaelah ngapain sih pake ngasih sambutan segala? Di kiranya kita caper ke mereka, biarin ajalah nggak penting juga" gue pergi dan mereka semua berjalan di belakang gue.
Kami semua mau pergi ke kantin untuk makan siang dan saat itu gue lewat kelas-kelas yang di tempati anak-anak dari SMA Maju Jaya. Mereka semua pada ngeliatin gue sama teman-teman gue yang lain, Ya wajar saja status kami lebih tinggi dari mereka selain itu mereka di sekolah ini juga cuma numpang.
Author POV
__ADS_1
_____________
Di kantin sekolah.
Suasananya sangat ramai, apa lagi ketika Zen dan teman-temannya datang ke kantin semakin ramai dan heboh. Siapa sih yang gak kenal dengan Zen Kurnia? Cowok ganteng yang sering di dekati para cewek cantik tapi masih saja belum ada satupun dari sekian banyaknya perempuan cantik yang bisa membuatnya jatuh cinta. Sepanjang perjalan mereka dari kelas menuju ke kantin aja di iring oleh sorakan, sapaan, serta pujian cewek-cewek di sekolah itu.
Itu semua udah biasa Zen Kurnia dapatkan sejak pertama kalinya dia sekolah di sini, Anak-anak SMA Maju Jaya sangat minder berada di sekolah elit yang saat ini mereka tempati, perbedaan mereka dengan siswa-siswi SMA Utama juga sangat jelas.
Benar, ststus sosial mereka dapat di lihat dari cara jalan mereka, sikap mereka berbicara, dan fashion mereka.
Nakirara dan teman-temannya siang itu juga pergi ke kantin bersama-sama untuk makan siang, mereka memilih menu yang akan mereka makan.
"Na, kayaknya kita jangan makan di sini deh Na. Gak ada yang jualan nasi bungkus, astaga air mineral doang ini harganya 30 ribu? Gak wajar cok, Nasi padang 60 njir, nasi rames 45, es teh doang 15 rebu asu... Gue gak kuat bacanya kampret" kata Mita menarik Nakirara keluar dari kantin.
Dan...
"Pyar"
Gelas berisi air lemon jatuh dan pecah.
Di lihatnya adalah Zen yang kemarin menghadangnya saat ini jasnya kotor karena noda lemon yang tidak sengaja di jatuhkan oleh Nakirara yang tadi menabraknya. Nakirara ternganga kaget, dia masih kesal merasa trauma atas apa yang sudah di lakukan sebelumnya. Dalam hatinya dia membatin. Apa dia mau balas dendam dan menyiramku dengan air lemon juga hari ini?
Zen menatapnya horor dan hampir menghantamkan tanganya ke wajah Nakirara tapi itu masih bisa di tahanya kemudian Zen menurunkan tangannya lalu melepaskan jasnya.
"Untung gue orangnya sabar dan hari ini suasana hati gue baik. Coba kalau misalnya suasana hati gue hari ini nggak bagus lu mulai besok lu tuh sudah gak ada di dunia ini tau gak!" ucap Zen agak kasar
"Haaah?!" Nakirara
Zen memberikan jas miliknya kepada Nakirara
"Cuci yang bersih besok balikin ke gue, jangan lupa di setrika, awas saja kalo warnanya sampe luntur" ucap Zen yang langsung pergi meninggalkan Nakirara
Nakirara menatap Zen heran dari jauh.
Dia pikir Zen akan membalas perbuatannya tapi ternyata tidak.
To be continue
__ADS_1
Oleh: Kousei