
... Line (amburadul)...
... [10.30]...
Tisa invite Zinan join to group
Zinan join to group
Nakirara: Yo... (read)
Nakirara: Yah cuma di read doang.
Tisafani : Iya, ada apa Nakirara?
Nakirara: Saat gue gak masuk nggak ada tugas dari guru kan?
Mita : Lo tenang aja, nggak ada kok
Nakirara: Dan semuanya nggak ada masalah kan?
Tisafani : Semuanya baik-baik saja. Sudah beres dan lancar sipp pokoknya.
Nakirara: Baguslah kalau gitu.
--------AUTHOR POV--------
Malam itu di group kelas Zinan sangat ramai dan Zinan sendiri yang saat itu masih baru hanya nyimak. Dalam hatinya itu adalah pembicaraan yang tidak penting dan tidak ada artinya. Nakirara sendiri belum tahu mengenai Zinan yang merupakan murid baru di kelasnya sekaligus saudara kembar Zen sang kekasih hatinya itu.
"Dor-dor-dor"
Zinan kaget mendengar suara orang yang menggedor jendela. Kemudian dia membuka pintunya dengan sedikit kesal.
"Dari mana Mas yang suka senam jari dan nonton film anu...?" Zinan
"Dari hotel cinta" kata Zen kesal kemudian Zen pergi meninggalkan Zinan
"Woy! Makan malam asu! Lu belum makan dari tadi!" Zinan mengunci pintu rumahnya dan pergi mengysul Zen lalu menendang pintu kamar Zen sampe jebol.
Zen menarik kerah baju Zinan dengan emosi.
"Eh setan! Keluar nggak lo! Keluar dari tubuh adek gue! Pergi lo dasar SETAN SIALAN! PERGI DARI TUBUH ADEK GUE! BAWA PASUKAN LO ITU SECEPATNYA DAN PERGI DARI TUBUH ADEK GUE SEKARANG JUGA!" Zen
Zinan mendorong Zen dengan kesal
"Kamu kenapa sih Mas?" Zinan heran melihat Zen, dia merasa Zen sudah menyembunyikan sesuatu darinya.
"Harusnya gue yang bertanya lo kenapa?" tanya Zen. Kali ini dia merasa kurang bersemangat karena memikirkan sesuatu.
"Udah ah cepat makan sana, kalau misalnya lo sampai sakit gue nggak mau ya kalau harus ngurus lo" kata Zinan
"Dasar adik durhaka" jawab Zen kaku dan pergi ke ruang makan "Tanggung jawab nggak lu?! Pintu gue rusak tuh! Kalo enggak kamu akan aku makan. Ya aku jadikan santapan aktivitas malamku malam ini juga" ucapnya Zen lagi
Mendengar kata aktivitas malam yang Zen katakan tadi, Zinan langsung paham bahwa yang di maksud oleh Zen mengenai kata "aktivitas malam" adalah having s*x.
"ZEN! KALO LU MACEM -MACEM GUE PUNYA ALAT KHUSUS BUAT MENGEBIRI ANU LO MALAM INI!" Zinan emosi dan berapi-api ke ruang makan.
__ADS_1
Di ruang makan sendiri Zen masih bersantai menikmati hidangan makan malamnya itu sambil melihat wajah kesal adiknya itu.
"Lo tau nggak sih? Sebenarnya dari dulu tuh gue pengen banget punya adik tapi kayak adiknya si Sholik" ucap Zen
"Gue juga pengen banget punya Kakak kayak Kak Sholik" Zinan
Begitulah hubungan antara Zen dan Zinan.
Zinan duduk di depan Zen dan menatapnya yang saat'a sedang makan masakannya sampai habis.
"Enak kan masakan gue?" Zinan
"Ya lumayan lah" ucap Zen mengelap mulutnya dengan tisu lalu meneguk air minum sejenak.
"Bilang saja enak kenapa sih?" Zinan kesal
"Nggak mau. Oh ya ada yang ingin gue tanyakan sama lo. Lo itu sudah ada temen apa belum sih di sekolah? Belum kan? Makanya jangan kayak monster" ejek Zen pergi
"Sialan! Awas saja kamu!" ucap Zinan kesal sembari memukul meja makanya
^^^ ^^^
Line
00.00
Zense: Selamat malam Nakirara
Kira : Selamat malam juga Zen
Kira : Lagi santai aja, baru ngerjain pr mtk tadi.
Zense: Bagitu ya. Besok kamu sudah mulai masuk sekolah kan?
Kira : Iya benar.
Zense: Adik aku sekolah di sekolah kamu, dia juga sekelas dengan kamu udah dua hari ini dia masuk sekolah.
Kira : What? Kamu punya adik ya?
Zense: Iya saudara kembar aku namanya Zinan, aku ngerasa kayaknya dia tuh nggak ada temenya di kelas. Ya mau gimana lagi, orangnya tuh kaku dan kayak monster.
Kira : Jadi begitu ya, apa dia tau kalo kita pacaran?
Zense: Nggak, dia gak tahu jangan kasih tahu dulu ya sayang.
Kira : Ya oke oke
Keesokan harinya Nakirara sudah mulai berangkat sekolah, kakinya sudah bisa di gunakan untuk berjalan, hanya saja dia belum bisa melompat dan berlari. Geng flowers juga sekarang tidak mengganggu mereka lagi. Nakirara berjalan menuju kelasnya kemudian dia berpapasan dengan Zen dan mereka berdua tersenyum. Kemudian Nakirara dan Zen menuju kelasnya masing-masing.
Setelah Nakirara sampai kelasnya dia melihat Zinan yang duduk dan dan hanya diam. Nakirara mengambil kursi dan duduk di samping Zinan. "Hei, aku boleh duduk di sebelah kamu kan? Biasanya aku memang duduk di sini" ucap Nakirara
"Oh ya, silahkan saja" Zinan melihat Nakirara
"Kamu murid baru? Aku Nakirara siapa namamu?" tanya Nakirara mengajak Zinan untuk bersalaman .
__ADS_1
Zinan, mau bersalaman dengannya "Zinan, Zinan Kania pindahan dari Inggris" ucap Zinan sembari melepaskan tanganya Nakirara.
"Waw Inggris ya? Jauh banget" Nakirara
Zinan, kembali fokus pada buku yang di tadi di bacanya. "Aku baru melihatmu, apa kamu yang menang basket tingkat Nasional kemarin?" Zinan
"Iya benar" jawab Nakirara
"Selamat ya" Zinan
"Ah, terimakasih banyak Zinan" Nakirara
"Sama-sama" Zinan
"Aku harap kamu suka sekolah di sini" Nakirara
"Iya, aku harap juga begitu" Zinan membuka halaman selanjutnya dari buku yang dia baca.
Nakirara merasa suasananya sangat canggung, dia bingung harus bagaimana menghadapi orang tertutup dan sedikit kaku seperti Zinan ini.
"Kamu punya kerabat di Indonesia ya? Sampai kamu sekolah di Indonesia?" tanya Nakirara pura-pura tidak tahu.
"Aku asli orang Indonesia hanya saja aku di besarkan di Inggris karena Ayah dan Bundaku punya tugas dan pekerjaan di sana" Zinan
Mendengar kata Ayah dan Bunda itu artinya Zinan adalah anak rumahan dan tidak lepas dari pengawasan orang tua. Tapi Zen? Zen malah liar dan bar-bar serta jauh dari pengawasan orang tuanya.
"Jadi sekarang Ayah dan Bundamu sudah balik ke Indonesia ya?" tanya Nakirara lagi
"Belum, aku tinggal bersama Mas ku yang katanya sudah taubat dari hal-hal yang ya begitulah" Zinan
Hal-hal yang begitulah? Maksudnya hal yang berbau porn*grafi? Ya begitulah Zen - batin Nakirara
"Kedengarannya dia orang yang menyebalkan ya" Nakirara
"Sangat menyebalkan" Zinan
Lalu Tisa dan Mita yang baru saja datang menghampiri Nakirara dan Zinan.
"Nakirara kamu sudah masuk ya? Syukurlah jika kondisimu sudah membaik" kata Tisa
"Nakirara kamu itu duduk denganku, kenapa saat ini kamu duduk bersama Zinan?" tanya Mita
"Mita, aku dengar kamu ganti tempat duduk dan duduk bersama dengan Ana, jadi aku berpikir dari pada aku duduk sendiri lebih baik duduk dengan Zinan" Nakirara merangkul Zinan dengan riang dan sok akrab
"Hmm ya baiklah kalau gitu" Mita pergi ke tempat duduknya
"Tunggu, kamu tidak marah soal ini kan?" tanya Tisa kepada Mita dengan raut wajah yang sedikit khawatir
"Jangan sinting, untuk apa aku marah hanya karena hal sepele ini?" Mita
"Yeah! Aku duduk sama Zinan" ucap Nakirara bahagia dan penuh semangat
"Nakirara, kau aneh" Mita
To be continue
__ADS_1