Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 8


__ADS_3

AUTHOR POV


______________


Di markas milik Tisa si cewek preman.


Rapat sudah di mulai sekitar 5 menit yang lalu. Saat ini para ketua kelas menyimpan ide atau usulan dan juga argumennya masing - masing.


"Tadi para siswa dari kelas kami mendapat perlakuan yang nggak baik dari anak-anak SMA Utama semenjak ada kabar bahwa teman kita Nakirara sudah menyakiti salah satu anggota geng flowers" Beni (ketua kelas IPS 3)


"Bukan hanya kelas IPS 3 saja hampir semua teman-teman kita di kelas-kelas yang lainnya juga di perlakukan tidak baik" Nawang (ketua kelas IPS2)


"Ini semua karena geng flowers itu! Mereka tidak menyukai kita di sekolahnya, lalu mereka memfitnah Nakirara dan hal itu berpengaruh kepada anak-anak yang lain" Aldo (ketua kelas IPA5)


"Berbagai macam tuduhan, ejekan, serta hinaan dan lain-lain di limpahkan kepada kita semua sejak kemarin dan hari. Gue gak tau sampai kapan ini bakal terjadi. Jika di biarkan begitu saja mereka bisa semena-mena" Fais (ketua kelas IPA)


"Gue juga melihat sendiri kemarin, gue pikir kalian nggak peka. Ternyata kalian juga peka ya, hmm jika kita langsung bertindak maka kepala sekolah akan marah dan pihak sekolah mereka juga tidak akan terima di tambah lagi mereka cukup licik" Tisa


"Lalu tidakan apa yang harus kita lakukan untuk masalah ini? "Fais (ketua kelas IPA)


Semua orang yang berada dalam rapat itu terdiam


Zen Kurnia pov


17.00


Gue kaget saat balik ke apartemen karena ada kiriman paket.


"Oh ini dari siapa sih?" gue


Jangan-jangan ini dvd b*kep yang terbaru? MAKASIH BANGET Vino, duh baik banget. Ternyata beneran itu beberapa DVD terbaru filem jav dari temen gue, harus gue selesaikan semuanya dalam sebulan ini karena bulan depan RAMADHAN TIBA. Masa iya sih bulan puasa gue nonton bokep? Biasanya kalo bulan puasa gue nggak nonton gituan... Berat banget njir


Saat gue mau ngeplay videonya tiba-tiba teman-teman yang lain datang dan habis itu gue gak jadi ngeplay videonya. Paling enak tuh nonton sendirian.


"Yuk lu bawa apaan tuh?" gue


"Oh ini tadi gue beli celana" Yuki


"Kok nggak ngajak-ngajak sih, gue juga mau beli" gue


"Tadi gue di ajak sama jeno dia beli boneka" Yuki


"Gundam cok, masa boneka sih?! Emang gue cowok apaan?" Jeno


"Harusnya lu bilang kalo kalian mau pergi, andai aja gue titip sama kalian tadi" gue


"Besok aja beli sama gue hari ini langganan kita lagi kehabisan stok" Sholik


"Aku juga gak tau ukuran celana kamu Zen" Anton


"Kan sama? Ukuranya dengan kalian?" gue


"Beda Zen, beda..." Anton


"Gue juga nggak tau lu suka sama corak yang mana?" Yuki


Kemudian gue meminta plastik kresek hitam punya Yuki dan gue melihatnya.


Gue kaget cok


"Oh cel*na dal*m ya? Gue kira celana levis atau apaan tadi, btw lu suka warna merah ya?" gue


"Gue pengen kayak supermen gitu" Yuki


"Ini ukuranya berapa nih? Gede banget ANU lu ternyata" gue

__ADS_1


"Ini ukuranya sedang cok, nggak gede-gede banget" kata Yuki menarik kembali celana kolornya itu


"Bau apa nih?" Jeno mencari sumber bau tidak enak di ruangan itu. "Sholik ikan lu mati nih wanjir bau banget, buruan bersiin!" Jeno


Bodoh amat mereka balik semuanya jadi semrawut tau nggak. Nonton VCD gue tunda dulu ntar malam aja biar tenang, hari ini gue pengen banget keluar tapi mau ngapain dan keluar sama siapa? Kalo sama mereka semua gue tuh bosen dan mereka pasti ribut. Kalo gue ajak mereka salah satu pasti gue di bilang homo sama orang lain di jalan. Dan kalo gue ajak cewek lain gue bakal dikatain playboy atau buaya darat. Masa gue cari pacar sih? Kalo gue cari pacar followers instagram gue, like-likan fb gue, twitter gue, dan semua akun medsos gue bisa turun njir.


Hmm gimana kalo gue pacaran diam-diam saja? Tapi lama-lama bakal ketahuan nih... Bodoh amat dari pada di katain JOMBLO TERKUTUK lebih baik gue cari pacar aja deh. Sialan, masalah fans sekarang gue gak peduli terserah mereka aja deh.


"Eh teman-teman" gue memanggil mereka


"Apaan Zen? Laper? Mau lontong? Nih ada lontong yang tadi malam... Belum basi kayaknya, tapi sayur lodeh-nya udah habis" Anton


"Masalah mapel bahasa Jerman mah gampang santai aja Zen kan masih ada si pinter Nia. Kalau ada dia mah semuanya beres" Sholik


"Bukan itu Anton, Sholik. Begini pasang kuping kajian baik-baik. Dengerin gue ya? Gue mau cari pacar" gue


"Wah gue cariin ya?" Yuki langsung antusias


"Lu suka cewek kayak apa? Kita bikin acara Zen Kurnia mencari jodoh" Sholik mulai semangat


"Mau gue bikinin iklan nggak Zen? Atau daftarin lo ke biro jodoh?" Jeno


"Udah-udah nggak usah! Gue gak butuh bantuan kalian semua" gue


"Sebagai teman kan emang harus saling membantu Zen" Anton


"Gue pengen yang cantik, bening, tinggi, tubuhnya ngepas nggak kurus nggak gemuk, rambut panjang, gaul, moderen, pinter, seksi, dan... " gue


"Semok?" Jeno


"Bohay?" Yuki


"Bahenol?" Sholik


"Dan bagian dadanya yang besar tapi jangan kebesaran gue gak suka" gue


"Pas banget, woy Yuk! Cariin cewek yang Zen bilang basan di buku lits - litsan cewek ketche lu" Sholik


"Gue juga punya beberapa di koleksi gue sih" jeno


"Percuma, gue udah ada target" gue


"Serius?" Semua temen-temen gue kaget dan mlongo


"Tolong mukanya di kondisikan" gue


"Siapa?"


"Kampret! Kok lu baru bilang sih Zen?!"


"Kenalan di mana anjg?"


"Orang mana?"


"Sekolah dimana dia Zen? "


"Bokepers juga nggak?"


"Nakirara" jawab gue


"Gue bilag juga apa? Kamu tuh bakal suka sama dia" Sholik


"Yang nendang lu kan Zen?" Jeno


"Iya, kayaknya gue milih dia aja buat jadi pacar gue" gue

__ADS_1


"Orangnya yang mana sih? Dia di sekolah yang sama dengan kita ya?" Anton


"Buset dah! Kasih tau lag cok gue ketinggalan info nih" Yuki


Saat itulah gue ngerasa di kepung sama wartawan


##############AUTHOR POV#############


23.30


WA


_______


Zense: Malam Kira


Kira: Malam juga musuh


Mampus, belum apa-apa udah di katain musuh -Zen Kurnia


Zense: Kira, jahat banget


Kira: Sesekali jahat gak apa-apa lah, emangnya kamu? Yang suka kasar sama cewek?


Zense: Aku tuh aslinya gak kasar


Kira: Ada apa ngechat gue?


Kok gue dag dig dug ya di chat sama dia duhhh masa iya sih gue jatuh cinta beneran sama Zen? - Kira


Zense: Kamu jangan kaku gitu dong sama aku


Nino: Ya aku takut di hukum sama kamu


Zense: Gak, aku gak bakal hukum kamu lagi Kira. Aku janji.


Zense: Mine, kok cuma di read sih? Kamu gak percaya sama aku?


Zense: Kira, bales dong.


Zense: Kira...


Mata kue gak salah lihat dia ngechat begituan? Pasti ada sesuatu yang membuat dia mendadak menjadi orang baik nih. Duh kok gue gugup dan degdegan gini sih - Nakirara mengatur nafasnya


Nino: Iya sayang (delet)


Nino: Iya fans?


Zense : Aku ada di bawah kamar kamu


Apa? Di bawah kamar gue? Ngapain jam segini datang kemari njir? -Nino


Nino: Yaampun, lu nggak bercanda kan? Lu mau ngapain sih?


Nino: Pulang sekarang!


Haduuh gue kok mendadak panik dan gugup gini sih?! Sumpah pengen teriak se keras-kerasnya - Nino


Zense : Gue naik ya?


Nino: Eh bangsat! Tunggu dulu... Lu mau ngapain?


Sial! Dia off, dah lah pasrah - Nino


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2