Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 27


__ADS_3

AUTHOR POV


Siang itu saat Zen pulang sekolah dia ke kelas Nakirara dan mengajak Nakirara pulang bersama. Mereka bergandengan tangan secara terang-terangan sehingga anak-anak berteriak dan bersorak-sorak secara histeris.


"Anjg, tuh anak-anak bikin iri gue aja" Sholik melihat mereka dari kejauhan


"Kalo pacar gue sekolah di sini mungkin gue bakal ngelakuin hal yang sama sih" Yuki


Zinan melihat kejadian itu tanpa ekspresi apa pun. "Apa hubungan mereka sudah lama?" tanya Zinan kepada teman-teman Zen


"Kurang lebih sudah 2 bulan setengah kalau gak salah" Anton dan anak-anak yang lain melihat ke pada Jeno yang ternyata juga pulang bersama dengan Tisa.


"Anak-anak populer di sekolah SMA utama ternyata sudah berpacaran ya? Lalu bagaimana dengan kalian? Siapa pacar kalian?" tanya Zinan kepada Sholik dan Anton


"Kepo banget sih" jawab Sholik


"Apa abangku itu pernah having s*x?" tanya Zinan


"Wah pertanyaan macam apa ini?" Yuki


"Kalian tau sendiri kan dia kayak gimana kan?" Zinan


"Gue tahu betul tentang abangmu itu kayak gimana" Yuki


"Aku percaya kalo Zen tidak melakukan hal yang sebejat itu" jawab Anton


"Zen, bukan orang yang jahat" Sholik


"Baguslah kalau begitu" kemudian Zinan pergi, dia merasa kalo dia harus memahami Zen, selama ini Zen hidup sendiri dan terpisah dengan dia jadi dia merasa kalo dia belum tahu banyak tentang Zen.


Zen, mengantarkan Nakirara pulang dengan mobil mewahnya, ya itu adalah pertama kalinya dia sekolah membawa mobil.


"Nggak mau mampir?" tanya Nakirara


"Aku langsung pulang saja, mungkin lain kali aku mampir ke rumah kamu" jawab Zen


"Padahal aku tadi malam buat kue tar" Nakirara


"Iya baiklah kalo gitu mampir sebentar" Zen


Kemudian Zen dan Nakirara masuk ke dalam rumah, Nakirara mempersilahkan Zen untuk duduk lebih dulu. Di dalam Zen di sapa oleh Susan, Kakaknya Nakirara.


"Zen" panggil Susan


Feri yang sibuk menggambar sesuatu menoleh ke arah mereka "Oh jadi Kakak ini ya? Yang bakal jadi pamanku"


"Feri kamu ngomong apa sih?" Nakirara


"Akhirnya kamu main kesini, gitu dong Zen... Jangan langsung buru-buru pulang" kata Susan yang langsung mengakrabkan dirinya dengan Zen. Ya, sebelumnya mereka sudah pernah bertemu di club malam.


"Zen, tunggu sebentar ya  aku ambil kue nya" Nakirara pergi ke dalam


"Permisi..." terdengar suara orang dari luar di susul dengan suara ketukan pintu "tok-tok-tok-tok" ya saat itu pintu rumahnya itu memang terbuka sehingga suaranya terdengar sedikit lebih keras.


Feri melihat ke luar "Papa... " ucapnya lantas berlari menghampiri Anton

__ADS_1


"Feri" Anton tersenyum setelah itu memeluk Feri


Zen yang melihat pemandangan itu dalam benaknya Anton sudah seperti seorang Ayah sungguhan yang baru saja pulang kerja lalu di hampiri oleh anaknya.


ZEN KURNIA POV


Entah kenapa sekarang setiap kali gue datang kemari pasti selalu ada Anton? Mungkin ini terjadi setelah dia menjalin hubungan serius dengan Susan kali ya?


Anton melihat ke arahku "Eh ada Adik Ipar juga di sini?" tanya Anton


"Iya Kak Anton, silahkan duduk Kak" ucap gue


"Hahaha terimakasih tapi hari ini kami bertiga akan segera pergi kok" Anton


"Oh gitu ya" gue


"Kak Anton nggak duduk dulu?" Nakirara datang bawa kue tar bersama dengan Susan


"Enggak, kami langsung pergi saja" Anton


"Baiklah, hati-hati kalo gitu" Nakirara


"Iya... Terimakasih ya, Zen aku duluan ya" Anton


"Iya" gue


Kemudian mereka bertiga pergi keluar


"Silahkan" Nakirara menyuguhkan kue itu kepadaku


"Hari ini teman kamu itu akan membawa Kakakku kepada orang tuanya" kata Nakirara


"Kamu rencananya kuliah dimana?" tanya Nakirara


Gue mendadak terdiam, gue bingung harus bagaimana menjawabnya. "Aku belum tahu mau kuliah dimana, kalo kamu?" tanyaku yang kemudian berhenti makan


"Aku pengen kuliah ke luar negri" Nakirara


Gue langsung kaget setelah Nakirara bilang kayak gitu.


"Dimana?" tanya gue


"Di Jepang mungkin" jawab Nakirara


"Kamu gak bercanda kan?" tanya gue yang masih merasa kaget


"Enggak lah, aku serius... Kenapa?" tanya Nakirara


"Walaupun begitu mengenai hubungan kita akan tetap berlanjut kan?" tanya gue lagi


"Tentu saja. Aku sudah memikirkan hal ini sejak lama Zen. Kak Susan juga sangat mendukung untuk kuliah di luar negri, pendidikan yang berkualitas sangat penting untuk diriku sebagai bekal di masa depan nanti. Zen, aku tidak ingin jauh darimu tapi mengingat masa muda kita... Aku ingin melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat" jelas Nakirara


Gue terdiam sejenak mencerna perkataannya. Ya, dia ada benarnya juga. Tak ku sangka Nakirara memikirkan hal sejauh itu, tidak sepertiku yang kerjaanya hanya main game, rebahan, makan, tidur, main kesana kemari, dan menghabiskan duit orang tua.


"Apapun keputusan kamu aku akan selalu mendukung kamu. Dan berjanjilah padaku untuk satu hal, bahwa kamu tidak akan pernah menghianati cinta kita" gue

__ADS_1


"Aku berjanji padamu Zen. Oh iya aku juga merasa bahwa akhir-akhir ini kamu bersikap lembut kepadaku" Nakirara


Itu karena aku menyayanginya "Apaan sih? Aku juga gak ngerti aku ini kenapa, tapi apa kamu suka dengan sikapku yang sekarang?" gue


"Zinan bilang kamu hanya bersikap seperti itu kepadaku saja tapi kalo kamu ke dia sendiri atau teman-teman kamu berbeda, alangkah baiknya kamu jadi dirimu sendiri" Nakirara


"Kau juga Na" gue


"Hmmm... Memangnya selama ini aku terlihat seperti orang lain?" tanya Nakirara


"Memangnya selama ini aku terlihat seperti orang lain?" tanyaku balik


"Apaan sih Zen" Nakirara


"Apaan sih Na" gue


"Zen?!" Nakirara mulai merasa kesal


"Kira?!" gue


"Zeennnn?" Nakirara


"Kiiraaaa?" gue


"Berhenti meniruku!" ucapnya Nakirara tegas


"Oke" gue


"Bagaimana rasanya" Nakirara menunjuk kue buatannya


"Kue buatanmu enak kok. Aku bawa pulang ya sisanya buat Zinan hahaha" gue


"Ya baiklah" Nakirara


"Oh iya nggak jadi lah, aku lupa kalo aku ada program diet" gue


"Kamu diet? Tapi kelihatanya kamu tidak gemuk kok?" Nakirara memperhatikan tubuhku


"Memangnya kau pikir darimana aku mendapatkan tubuh sebagus ini? Selama ini aku selalu menjaga tubuhku agar tetap bagus dan sehat dengan selalu berolahraga dan menjaga pola makanku sayang" jawabku


Nakirara, melihatku tidak percaya "Berolahraga? Menjaga pola makan?" Nakirara bertanya-tanya


"Terserah kamu saja lah" aku. Tentu saja dia tidak akan percaya karena selama ini aku memang suka makan secara sembarangan dan kelihatannya aku memang jarang berolahraga tapi sebenarnya seminggu sekali aku itu meluangkan waktu untuk nge-gym.


"Iya ya aku percaya. Itu bagus untukmu" Nakirara


"Kamu kelihatan banget nggak percayanya" aku


"Aku percaya Zen. Aku percaya jika kamu berolahraga" kata Nakirara meyakinkanku "Mungkin selanjutnya kamu bisa memperhatikan pola makanmu" lanjutnya


"Kamu percaya?" tanyaku lagi


"Iya, Zinan pernah membahasmu yang sering nge-gym seminggu sekali" jawab Nakirara


"Sayang, seberapa sering Zinan menggosipkan diriku di kelas? Dia pasti membicarakan hal yang tidak-tidak kan tentang dirimu?" tanyaku penasaran

__ADS_1


"Soal itu... " Nakirara


To be continue


__ADS_2