Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 16


__ADS_3

ZEN POV


12.00


*********


Gue berencana buat bolos karena pengen ketemu sama Nakirara dan selain itu gue juga pengen lihat pertandingan di sana kayak gimana. Tapi gue mikir buat yang kedua kalinya kalo gue gak jadi bolos. Soalnya gue kepikiran sama pelajaran tambahan buat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri.


"Ngung...ngung.... Ngung... Wiuwiuwiwuwiu...... " bel panjang yang menandakan pulang berbunyi saat itu kelas gue ada les jadi kami nggak pulang tapi istirahat sebentar buat makan siang sedangkan anak-anak lain yang gak ada jadwal les pulang.


Saat istirahat gue hendak ke kamar mandi tiba-tiba saja gue lihat Jeno yang berjalan secara diam-diam, gue penasaran lah. Tuh anak mau kemana coey? Ikutin nggak ya? Ikutin? Jangan?  Ikutin jangan sih? Bodoh amat ikutin ah! Gue penasaran banget dia mau ngapain.


Hemmmmm... Kok ke atap sekolah ya? Sekarang tiba-tiba gue malah ngerasa ada makhluk hidup lainya di atap. Setelah Jeno sampai di atap akhirnya gue tahu semuanya kalo ternyata dia ketemuan sama anak SMAJA yakni cewek yang jadi ketua kelas di kelas Nakirara.


Mata mereka saling bertatapan satu sama lain. Gue kaget, soalnya selama ini Jeno tuh nggak pernah cerita apa-apa sama gue dan tiba-tiba saja dia ketemuan sama si Tisa.


"Jeno" Tisa


"Aku tidak akan berlama-lama lagi karena sebentar lagi aku masuk" Jeno


"Iya, ada apa?" Tisa


Tanpa basa-basi Jeno mmberikan sesuatu seperti sebuah surat yang sudah di lipat kepada Tisa. Tisa menerimanya dan langsung membuka dan membaca suratnya, sumpah dah gue kepo suratnya isinya apaan cok. Masa iya sih itu surat cinta?


Surat itu di baca terus di sobek-sobek sama si Tisa. Kemudian sang ketua kelas yang bernama Tisa itu berjalan mendekat ke Jeno, anjir, ini kira-kira si Jeno temen gue mau di apakan sama dia ya? Gue semakin penasaran karena lama-lama jarak mereka berdua tuh cukup deket. Nah setelah itu si Tisa nya seperti membisikan sesuatu di telinga Jeno dan kemudian mereka tersenyum bersama.


"Terimakasih" ucap Jeno


"Sama-sama" Tisa


Kemudian Jeno menggandeng tangan Tisa.


Wait, wait, wait. Maksudnya apaan tuh? Masa iya sih mereka jadian? Masa sih? Susah di percaya sih Jeno, anak penggila action figure dan suka hal-hal yang berbau dengan robot atau robotik sering mengatakan jika tipe cewek favoritnya itu yang feminim. Tapi kenyataan apa hah? Dia malah jadian sama Tisafani.


Setelah mereka saling bergandengan tangan, mereka (Jeno dan Tisa) berciuman. Nah gaya ciuman mereka tuh french kiss. Bibir dengan bibir. Gue kaget sumpah, beneran gue shock. Ternyata si Jeno temen gue yang paling pendiam dan menurut gue polos rupanya juga sama saja kayak gue.


Setelah itu gue balik ke kelas dengan bersikap pura-pura nggak tahu apa-apa.


"Lu dari mana Zen? Kok kayak kaget gitu sih?" tanya Sholik langsung mewawancarai gue saat gue baru datang ke kelas. Tuh anak ku akui bahwa kepekaannya sama perasaan teman-temannya cukup tinggi.


"Sholik, Zen kenapa? Kok Zen kayak kerasukan sih?" Anton


"Zen lu kenapa Zen?" Yuki


Mereka panik banget ngeliat gue. Mereka menarik-narik gue agak keras, entah kenapa gue merasa bahwa saat itu gue di jadikan rebutan setan sama malaikat.


"Stop! Gue habis liat anime live action moment kissing di atap gedung sekolah" jelas gue

__ADS_1


"Kampret kok lu nggak ngajakin gue sih cok?!" Sholik agak kesal


"Pasti romantis ya? Link-nya apa kasih tahu dong Zen" Anton


"Tanya aja sama Jeno" gue


"Oh Jeno tahu ya?" tanya Anton


"Iya lah, dia kan pemeran utamanya" ucapku dalam hati


Kemudian Jeno datang ke kelas seolah-olah tidak tahu apa-apa.


"Jen, anime yang barusan lu liat judulnya apa? Tadi kamu streaming di mana Jen?" tanya Yuki


"spell judul dong" Anton


"Anime apaan sih Yuk?" Jeno nggak paham


"Genre school, romance, dan yang katanya ada scene kissing di atap sekolah" Sholik


Alis Jeno langsung meruncing menarik kerah seragam Sholik dan menatap Sholik dengan mata tajam. "Kenapa lu bisa tau?" tanya Jeno


Sholik masih belum mengerti apa maksud Jeno? Mengapa Jeno menjadi semarah itu? Sedangkan Jeno sendiri malah mengira kalo Sholik sudah tahu apa yang dia lakukan.


"Aku di kasih tahu Zen" Sholik


"Ini maksudnya apaan sih?!" Sholik


Kami berlima diam di kelas. Gue yakin banget sih kalau si cerdas Sholik bakalan langsung tau semua kode yang gue buat barusan.


"Hampir semua anime Jepang genre school, romance ada adegan kissing di atap sekolah" Jeno


Nah kali ini Jeno udah ngira kalo kami semua nggak tahu soal dia dan Tisa.


30 detik kemudian


"Oke deh ntar gue download, gue mau ke belakang sebentar" Sholik pergi lebih dulu


"Gue juga mau boker" gue menyusul


Sesampai kamar mandi, kami bedua ngobrol bareng


"Btw yang tadi itu bukan anime kan?" tanya Sholik


"Dari dulu lu emang cerdas dan peka banget sih Shol" gue


"Jadi benaran ya? Emang Jeno kissing sama siapa?" Sholik

__ADS_1


"Tisa" gue


"HAH? SERIUS LO?" Sholik


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


AUTHOR POV


Di tempat pertandingan


3 p.m


______________________


Saat ini Nakirara dan teman-temannya menang pertandingan basket nasional hanya saja kakinya terkilir sehingga dia mengalami kesulitan dalam berjalan kaki.


Sekarang sore ini Nakirara sudah pulang dan istirahat di kamarnya dengan memakai pakaian celana pendek se paha dan kaos putih polos over size.


"Nakirara di sini sudah ada makan malam buat kamu, kalo kamu mau minim di sini juga udah kakak siapin semuanya banyak banget, udah ada camilan kesukaan kamu, terus vitamin, buah-buahan dll. Sekarang kakak kalo ada apa-apa panggil aja Bi Jenah ya dia udah masak di dapur Kakak mau pergi sama Feri karena di undang acara dinner di rumah sahabat kakak" jelas Susan


"Iya kak" ucap Nakirara berat dengan matanya yang terpejam karena merasa lelah dan sudah ngantuk.


Kemudian susan pergi


Di kediaman rumah Zen


_________________________


Zen berniat mau main keluar rumah kemana lagi kalo nggak nyusup ke rumah Nakirara.


"Kalo pulang bawa cewek gue giling lu pake penggilingan daging" Zinan


"Emangnya gue takut hah sama ancaman lu yang se-kuku gue itu?" Zen makai jaketnya


"Musnah sana!" Zinan


"Lo tenang aja pulang nanti gue bakal bawa oleh-oleh buat lo" Zen


"Oleh-oleh apa lagi?" Zinan


"Keponakan" Zen lari keluar rumah


"ZEN BANGSAT! MUSNAH AJA LU!" Zinan teriak-teriak dari rumah keras banget


Pukul 7 p.m


Nakirara sudah tertidur pulas karena sangking lelahnya. Dalam tidurnya Nakirara merasakan kalo kepalanya sangat pusing dengan mata terpejam Nakirara memegangi kepalanya dalam tidurnya.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2