
____AUTHOR POV_____
Di rumah Tisa
Pukul 24.00
********LINE******
_____________________
Jeno: Hai
Kok nih anak tau Id line gue ya? - Tisa
Tisafani: Siapa ya?
Njir sok gak tahu banget gue siapa - Jeno
Jeno: Ini gue Jeno
Tisa: Oh bang Jeno yang jualan bakso sedot di depan SMP 2 kan? Yang biasanya kalo malam hari jualan sate bakar di alun-alun kota itu kan?
Ngasal banget nih orang :v nyebelin juga ya rupanya tapi pas banget sih sama tipe gue - Jeno
Jeno: Jadi lu beneran nggak tau gue ya? (read)
Bomat! Gue sakit hati gara-gara temen-temen elu njenk! - Tisa
Jeno: Begitu ya? Tunggu sampe pulang sekolah tiba (read)
Eh somplak maksudnya apaan nih sepulang sekolah? Ah sialan malah udah off satu menit yang lalu - Tisa
ZEN POV
06 a.m
Di sekolah
Pagi tadi gue daftarin adek gue Zinan ke SMA Maju Jaya sama kayak sekolahnya Nakirara. Dan ternyata Zinan di tempatkan pada kelas 12 yang sekelas dengan Nakirara pacar gue cok. Nah katanya Pak Kepala Sekolah dan juga guru di sekolahnya Nakirara sekarang adik gue Zinan bisa langsung masuk dan ikut pelajaran di kelas bersama anak-anak yang lain.
Kan gue daftarin Zinan kan pagi banget, kebetulan pegawai atau staf SMA Maju Jaya (sekolahnya Kira) udah pada berangkat. Jadi begitu habis daftar Zinan bisa langsung pergi ke kelasnya. Dan saat itu suasananya masih sepi.
"Gue duduk nomor dua" Zinan
"Jangan di situ itu tempat duduknya orang lain" gue
"Siapa?" Zinan
"Pokoknya kalo lu duduk di situ lu bakal di usir" gue
__ADS_1
"Kalo gitu gue duduk di sini" Zinan pindah tempat duduk
"Yang itu juga" gue
"Oke ini deh kalo gitu" Zinan
"Jangan yang itu" gue
"Terus gue duduk di mana mas Zen?" Zinan
"Nggak usah duduk" gue
"Buogh" gue langsung di gebuk sama tasnya Zinan
Dan Zinan duduk di tempat duduk orang nggak tau siapa. Setelah itu gue keluar kelas dan berpapasan dengan teman Nakirara yang jadi ketua kelas, gue gak tau namanya siapa pokoknya dia jadi ketua kelas di kelasnya Nakirara.
_____AUTHOR POV_____
Tisa melihat Zen dari belakang yang berjalan menuju kelasnya, lalu kemudian Tisa masuk kelas dan melihat Zinan yang sudah berada di sana.
"Hai" Zinan menyapa Tisa
"Murid baru ya?" tanya Tisa
"Iya, aku Zinan Kania pindahan dari inggris" Zinan
"Aku Tisafani salam kenal ya Zinan" Tisa
Tak lama siswa-siswi pun memenuhi sekolahan. Pukul 7 tepat bel masuk sudah berbunyi, Pak Security menutup gerbang sekolahan dan anak-anak memanjatkan do'a sebelum jam pelajaran di mulai.
Saat itu Nakirara sedang tidak masuk kerana dia izin ada lomba pertandingan basket khusus SMA tingkat nasional di Indonesia.
Dan di kelasnya sendiri guru pengajar hari ini juga memperkenalkan Zinan kepada anak-anak. Hanya saja Zinan sikapnya sangat kaku pendiam dan cuek sehingga teman-temannya enggan untuk mendekatinya.
Tisa dan yang lain pun selalu melihat-lihat sikap dingin Zinan. Saat jam istirahat sudah tiba, Pak Kepala Sekolah memanggil semua anak geng flowers lewat speaker sekolahan sehingga semua anak-anak di sekolah SMA Utama mendengarnya.
"Untuk nama yang tadi saya panggil silahkan pergi ke ruang sidang sekolahan kita" kata Pak Kepala Sekolah lewat speaker
"Maksudnya apa-apaan ini kenapa kita bisa di panggil ke ruang sidang?!" Indah panik
"Gue juga nggak tahu" Nia
"Masa iya sih preman kampung SMA Maju Jaya sama teman-teman-nya ngadu ke kepala sekolah sih?" Siska
"Tuh anak emang minta di penggal kepalanya kayaknya" Jasmine
Kemudian geng flowers ke ruang sidang milik sekolah mereka. Mereka berempat kaget dan shock, Di sana Pak Kepala Sekolah duduk sebagai hakim, Pak Kepala Sekolah SMA Maju Jaya sebagai jaksa penuntut, orang tua anak-anak geng folowers juga ada di sana. Sebagaian siswa-siswi SMAJA (SMA MAJU JAYA) menjadi korban dan sebagiannya yang lain menjadi saksi.
"Kalian telah di duga melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa yang bernama Nakirara dan kawan-kawannya dari SMAJA! berdasarkan saksi mata kalian menampar, mengunci dalam kamar mandi, mencekal kaki dan menginjak-injak kaki mereka, memukul, menjambak korban. Bukan hanya dia saja tapi siswa yang lainya juga kailian perlakukan tidak baik! KALIAN INI APA-APAAN? KALIAN PIKIR KALIAN SEMUA ITU SIAPA DI SINI HAH?!" Pak kepala sekolah mereka (geng flowers) memperlihatkan hasil visum Nakirara dan yang lain dimana di wajah mereka ada tamparan yang membekas dan resmi dari dokter, dan bagian-bagian tubuh mereka yang luka-luka.
__ADS_1
Pak Kepala Sekolah juga memperlihatkan video geng flowers melakukan penganiayaan terhadap anak-anak sekolah SMAJA.
"Bapak sungguh tidak menyangka apa yang telah kalian lakukan!" Pak Kepala Sekolah kecewa berat dengan kelakuan anaknya.
Mereka (anak-anak geng flowers) menangis. Tisa dan teman-temannya sangat senang dan bahagia di dalam hati mereka melihat orang tua mereka marah terhadap anak-anaknya. Tangisan mereka masing-masing semakin keras tapi ada satu yang tidak menangis dan hanya menundukkan kepalanya dengan sedih dia adalah Nia. Iya Nia cukup kuat saat itu. Kemudian orang tua mereka masing-masing menyuruh anak-anaknya untuk meminta maaf terhadap semua anak-anak SMAJA dan berjanji tidak akan mengganggu mereka lagi.
Setelah waktu istirahat selesai mereka kembali melaksanakan jam *** di kelas, berita tentang geng flowers akhirnya menyebar luas dan menjadi topik pembicaraan oleh setiap anak-anak di sekolahan itu. Sekarang nama geng flowers sudah tidak ada apa-apanya lagi di sekolahan. Dan anak-anak SMAJA sudah bisa bernafas lega di sekolah itu.
ZEN POV
11.45
---------------------♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Gue mau ke kelas adek gue Zinan, awalnya gue ragu buat masuk karena rame banget. Tapi pada akhirnya gue masuk dengan berjalan percaya diri.
"Woy kecebong kunci rumah lo yang bawa kan?!" gue
"Kok gue sih?! Bukanya elu ya?!" Zinan keheranan
"Yaampun kecebong gue beneran nggak bawa" gue
"Lu mau bolos ya? Ato jangan-jangan lu mau ke warung remang-remang hayo ngaku!" Zinan
Semua anak-anak di kelas ngeliatin gue yang bacotan sama Zinan.
"Berikan kuncinya padaku atau gue balikin lu secara paksa ke inggris sekarang?!" gue
Zinan mengambil kunci rumah di tasnya
"Btw lu gak punya teman di sini? Gue kan udah bilang sekolah sama gue alja, cobalah untuk berbahasa dengan baik dan sedikit halus. Jangan toxic terus" gue
"Sudah ku bilang, gue emang orangnya kayak gini, dan gue gak bisa kalo di suruh ngomong kayak orang di warung remang-remang" Zinan
"Kampret dari tadi kamu ngomong warung remang-remang mulu! Anjg!" gue
"Yaudah sih mas bokepers, kalau gak mau denger suara gue ya cepet keluar dari sini?" Zinan
"Pulang nanti lu bakal gue tak jadiin semur lu!" gue keluar dari kelas dia.
Oh ya kuncinya? Kampret ketinggalan!
Njir gue balik lagi ambil kunci di meja Zinan
"STRES!" ucap Zinan kaku
"HUUU DASAR KECEBONG INGGRIS" ucap gue dari luar dengan keras
"ZEN STRES!" kata Zinan keras dari dalam kelasnya
__ADS_1
To be continue