
AUTHOR POV
Zen membuka matanya dan melihat kepada jam di dinding "Anjer jam setengah tuju! ZINAAAAANNNNNNN?!!!!! lo kenapa nggak bangunin gue bangsat?!" ucap Zen marah-marah terhadap dirinya sendiri soalnya Zinan udah ke sekolah. Zen langsung bersiap-siap setelah itu dia bergegas untuk pergi ke sekolahnya. Sesampai di sekolah dia melihat bahwa gerbangnya sudah di tutup oleh Pak Satpam dan Pak Satpam yang saat ngejekin dengan membuat ekspresi lucu dan menyebalkan yang di tunjukan kepada Zen yang masih berdiri di luar gerbang sekolah.
"Cuma jadi Satpam aja belagu banget" ejek Zen dengan suara pelan
"Eh eh apa kamu bilang tadi?!" Pak satpam gak terima
"T*i pak" Zen langsung memanjat gerbang dengan lincah dan cekatan lalu masuk ke dalam
"Zennnnnnnn!" teriak Pak Satpam memukul-mukul kaki Zen serta mencoba menarik kakinya tapi pada akhirnya Zen berhasil urun dan jalan ke kelasnya, sedangkan Pak Satpam menatapnya dengan sangat kesal.
"Dasar Satpam aneh dan gak tegas" Zen pergi menuju ke kelasnya.
Sesampai di kelas bu Intan sudah mengajar, Zen masuk kelas tanpa permisi dan duduk ke tempat duduknya.
"Zen? Kenapa kamu terlambat?" Bu Intan
"Biasa Bu gadang semalam" jawab Zen nyantai
"Begadang ngapain?" tanya bu Intan lagi
"Nonton bokep sepuasnya sebelum bulan puasa" jawab Zen ngawur dengan santainya
"Yaampun Zen, lo bilang udah tobat?!" tanya Siska kepada Zen
"Enggak, bercanda kok" Zen
"Zen, kamu tuh kelas 12, kalo sekiranya begadang yang gak penting gak usah begadang" Bu Intan
"Iya iya Bu" jawab Zen males
Kemudian Pak Satpam dan guru BK datang
"Permisi, bisa tolong di panggilkan siswa yang bernama Zen Kurnia" kata Pak Satpam
"Mati gue" ucap Zen pelan
"Zen" panggil Bu Intan
Zen berdiri kemudian dia keluar
"Kamu Ibu hukum!" ucap guru Bk blak-blakan dan terang-terangan sehingga dapat di dengar oleh anak-anak dalam kelas
ZEN KURNIA POV
___________________
Sialan, kok gini banget ya guru BK yang ada di sekolah gue? Hukuman gue saat itu adalah berdiri di depan kelas 12 dari SMA Maju Jaya. Ya, gue di hukum berdiri di depan kelas dari sekolahnya Nakirara.
Kampret gue di liatin sama Zinan njer, ini sudah bisa di pastikan bahwa setelah hukukan gue selesai dia akan ngejekin gue sepuasnya. Hadeeh gue juga malu banget sama Nakirara dan teman-temannya yang lain.
__ADS_1
"Jadi bagaimana anak-anak ada pertanyaan atau materi yang belum bisa di pahami? Atau jika masih bingung bisa di tanyakan. Belum ada ya? Kalo gitu buka halaman 178, latihan soal itu tolong di kerjakan nanti kita bahas bersama-sama, Ibu tinggal dulu ke rumah sakit karena anak Pak Kepala Sekolah kita sedang mengalami masa kritis di Rumah Sakit" jelas guru pengajar. Kemudian guru itu pergi.
Dan siaaaalan jam kosong anjing! Kayaknya gue bakal di ejekin sama mereka nih
"Oi, duduk aja njer" kata Tisa pacaranya Jeno yang nyuruh gue duduk
"Udah duduk aja"
"Kalo sama kita sante aja boss"
"Lupakan semua yang telah terjadi ayo kita bersenang-senang "
"Zen lo jago MTK kan? Ajarin kita lah"
"Iya, kayaknya elu peringkat pertama paralel berturut-turut kan di sekolah ini"
"Okelah gue duduk, ayo sini gue ajarin kalian pelajaran MTK" gue
"Bagaimana jika kamu menjadi guru di depan kelas dan mengajari kita" Tisa
"Kalo gitu kita mengerjakan soal yang guru kalian berikan tadi" gue
Gue mulai ngajarin mereka mengerjakan soal-soal yang di berikan oleh guru sebelumnya. Entah kenapa rasanya seru, menyenangkan dan gue ngerasa kalo itu hukuman paling enak buat gue, jujur coey saat itu gue juga modus dan cari muka atau cari perhatian sama pacar gue.
"Tet-tet-tet" bel istirahat berbunyi
"Oke, gue keluar dulu ya hukuman gue udah habis soalnya" gue lari keluar
"Jangan lupa besok terlambat lagi ya" ucap Zinan dari kelasnya dengan suara yang keras banget
"Tadi gue di panggil Kepala Sekolah" kata Anton
"Emangnya lo buat salah apa?" Yuki penasaran
"Ntar kalian juga tau sendiri kok, pokoknya peringkat 1 sampai 5 paralel di sekolah kita ini bakal berhadapan langsung sama pak kepala sekolah" Anton
"Jeno! Lu di panggil pak kepala sekolah! Lu di suruh ke kantornya SEKARANG JUGA! Kalo enggak gue seret" kata Sonia keras dari jauh
"Kampret" Jeno langsung pergi menuju ke kantor Kepsek
"Gue do'akan dari sini Jen!" kata Sholik
Di sekolah gue, peringkat pertama paralel berturut-turut itu adalah gue cok, gue juga nggak tau kenapa, padahal gue itu gak pernah yang namanya belajar. Dulu saat gue belum pacaran sama Nakirara gue juga sering nonton bok*p njer, anehnya gue bisa tau semua jawabannya walau dengan melihat soalnya. Peringkat kedua itu si Anton dan ketiga itu Sholik ke empat itu si Yuki yang gak jelas dan ke lima si Jeno. Dulu saat awal masuk di sekolah gue cuma dapat peringkat 5 paralel sedangkan peringkat pertama itu di pegang sama Sholik tiba-tiba di semester ke 2 dan sampai sekarang itu gue merebut peringkat pertama.
Tak lama kemudian Jeno balik lagi ke kantin menemui kami dengan wajah yang suram.
"Elu kenapa Jen?" gue
"Sholik, lu di suruh pak kepala sekolah ke kantornya" kata Jeno yang kurang semangat
Kemudian Sholik langsung bergegas pergi ke kantor pak kepala sekolah.
__ADS_1
"Di sana kita bakal di introgasi sama Pak Kepala Sekolah tentang masa depan kita masing-masing" Jeno
"Kok Pak Kepala Sekolah jadi kepo gitu sih?" Yuki
"Ngeselin juga ya? Emang dia mau bantuin kita sukses sampe tanya tentang masa depan kita semua? Ngurusin hidup orang mulu ah" gue
"Tet-tet-tettttt" bel masuk berbunyi
Kami semua masuk kelas dan pelajaran, 5 menit setelah pelajaran di mulai Sholik balik dan dia nyuruh Yuki ke ruangan pak kepala sekolah.
"Tadi pak kepala sekolah tanya apa aja Shol" gue
"Dia tanya banyak banget anjir, ntar lo juga tahu sendiri kok gak sanggup gue bilangnya" Sholik
15 menit kemudian si Yuki datang dan giliran gue ke kantor pak kepala sekolah, gue beneran penasaran banget Pak Kepsek tanya apaan.
"Permisi Pak" gue masuk kantornya
"Yah silahkan duduk" Pak Kepsek
Gue duduk di depannya.
"Apa kabar?" Pak Kepsek
"Sedang gak enak badan" gue bohong
"Ikut SNMPTN nggak? Kayaknya kamu langsung keterima kalo ikut" Pak Kepsek
"Enggak" gue
"Mau kuliah dimana? "Pak Kepsek
"Mau mondok pak, pengen hapal al-Qur'an" jawaban gue harusnya di aminkan sih ini
"Oh iya baiklah. Rencananya mau di pesantren mana?" Pak Kepsek
"Belum tau Pak" gue
"Jadi nggak pengen kuliah ya? Oke baiklah, sangat di sayangkan sekali kamu nggak pengen nikah muda kan?" Pak Kepsek
"Pengen Pak" jawab gue ngawur
"Kenapa? Kamu punya pacar?" Pak Kepsek
"Cuma pengen nikah. Tapi masalahnya aku belum siap aja sih pak soalnya belum waktunya" gue
"Kamu punya cita-cita nggak sih?" Pak Kepsek
"Punya lah pak... " gue
"Apa cita-cita kamu" Pak Kepsek
__ADS_1
"Rahasia Pak. Cuma aku dan Tuhan yang tahu" Zen
To be continue