
06.70
Author POV
_______________
Nakirara terbangun dari tidurnya yang nyenyak sekali kemudian dia turun dari tempat tidur dan mengambil air minum. Kemudian Zen datang membawa tas Nino dan juga semua pakaiannya yang di ambil oleh geng flowers.
"Pagi pacarku, kamu udah bangun ya? Ini aku sudah mengambil barang-barang kamu dari geng flowers dan semuanya masih utuh kayaknya. Bisa di cek lagi" Zen
"Ah terimakasih banyak kalo gitu antarkan aku pulang sekarang" Nakirara
"Eh, sudah pengen pulang ya? Baiklah" Zen
Kemudian Zen keluar bersama Nakirara
"Zen? Apa dia korbanmu yang ke 27 ini ha? " tanya tetangga di apartemen sebelah
"HAH?" Zen masih nggak ngerti apa maksud tetangganya itu
"Maksudnya apa kalau aku ini korban kamu yang ke 27?" Nakirara
"Aku nggak tahu sayang" Zen
"Kamu kuat juga ya?" Tetangga Zen
"Lu ngomong apaan sih?" Zen
"Cowok yang suka sewa cewek L*nt kan" Tetangga Zen menunjuk ke arah Zen dan Nakirara
"Bugh" Zen, mendaratkan pukulannya ke wajah tetangganya karena gak terima pacarnya di hina.
"Sorry, ada lalat di wajah lo dan tangan gue langsung refleks tadi" ucapnya Zen
"Kamu boleh menilaiku, menghinaku, dan menganggapku apa saja, tapi tidak untuk dia" kemudian Zen menggandeng tangan Nakirara untuk mengantarkannya pulang.
Sementara itu dari sisi yang berbeda Sholik sedang menuju ke apartemen mereka. Sholik sengaja tidak naik lift dan memilih naik tangga karena dia ingin melatih otot kakinya. Tanpa di sengaja dia malah bertemu dengan teman-temannya yang lain.
"Sialan, entah kenapa gue selalu saja ketemu sama kalian? Bosen cok. Dari mana aja kalian semua ha?" Sholik
"Gue habis dari kondangan pernikahan bibi gue saat otw ke rumah gue malah ketemu sama si bencong Yuki" Jeno
"Bencong matamu! Emangnya siapa yang mau ketemu sama bocil kayak elu" Yuki
"Gue bukan bocil!" Jeno
"Terus buat apa mainan dan boneka setumpuk di apartemen hah?" Yuki
"Itu robot koleksi gue woy! Bukan mainan anak kecil atau boneka! Udah berkali-kali ya gue jelasin ke lo kalau itu robot, masih aja belum paham" Jeno
"Terus lu dari mana aja An?" tanya Sholik ke Anton
__ADS_1
"Tadi malam aku ke supermarket beli jaket terus aku ketemu sama teman SD yaudah aku mampir" Anton
"Teman kamu di bagian jualan jaket?" tanya Sholik lagi
"Enggak dia di bagian jualan semp*k pakaian dal*m pria dan wanita lengkap" jelas Anton
"Laris nggak?" Sholik
"Laris banget bahkan teman ku itu aja sampe kuwalahan dan kemudian gue di suruh bantu-bantu" Anton
"Kayaknya seru tuh" Yuki
"Dapat upah nggak?" Jeno
"Nggak, aku tulus bantunya" jawab Anton
Akhirnya mereka sampai di apartemen.
"Kalian baru pulang?" Tanya tetangga apartemen yang tadi sempat bacotan dengan Zen
"Iya bang" Anton
"Kirain ikut ANU sama Zen" Tetangga
"ANU? ANU gimana sih bang?" tanya Yuki
"Eh bang kalau ngomong yang jelas. Zen ANU kenapa?" tanya Sholik
"Semalem tuh mas bokepers bawa cewek cantik dan seksi banget gue kira kalian ikut mabar gitu, eh ternyata enggak ya?" Tetangga sebelah
"HAAAA?!" Yuki kaget
"Mabar game apa?" Anton
"Bukan game An" Jeno
"Masuk, masuk" Sholik mendorong Jeno, Yuki, Anton ke dalam apartemennya secara paksa lalu menutup pintunya dari luar.
"Lu pikir kami percaya sama omongan lu? Nggak, gue gak percaya. Senakal-nakalnya Zen, dia gak bakal melakukan hal sezinah itu" kata Sholik kepada tetangga dan kemudian masuk dan menutup pintunya
Zen POV
*********
Sekarang gue udah sampe di rumah Nakirara. Dan pintu rumahnya itu sudah terbuka mungkin saja Susan udah pulang.
"Terimakasih" Nakirara
"Sama-sama" gue
Nakirara memeluk gue. Gue ya kaget aja biasanya dia nendang gue sampai jauh banget sambil melambaikan tangannya dan berkata "Sampai jumpa lagi Zen" tapi sekarang dia bilang "Terimakasih" terus di peluk.
__ADS_1
Nakirara melepas pelukannya dan dia bilang ke gue lagi "Zen, besok aku nggak ke sekolah soalnya aku ada pertandingan basket dan besok itu adalah pertandingan terakhir buat aku" Nakirara
"Jadi kamu minta ke aku datang ke pertandingan kamu gitu?" gue
"Nggak kok, kalo bisa kamu nggak datang. Aku nggak butuh dukungan kamu" Nakirara
Nancep banget di hati ngomongnya
"Oke kalo gitu!" gue agak kesal
"Bagus deh!" Nakirara
Kemudian kami membalikkan tubuh masing-masing dan diam sejenak. Saat Nakirara mau melangkah ke dalam rumahnya gue langsung menggenggam tangan dia dan dia kaget dengan mengehentikan langkahnya itu.
"Kalo kamu sampe kalah kamu bakal dapat hukuman tersendiri dariku, sejujurnya besok aku emang nggak bisa datang gara-gara mendapatkan pelajaran tambahan dari guru yang tidak bisa aku tolak. Maaf ya" gue
"Tidak masalah kok, memangnya apa hukuman yang bakal lu kasih ke gue kalo gue kalah?" Nakirara
"Ya ada lah pokoknya. Makanya jangan sampai kalah" gue
"Aku penasaran hukuman dari kamu saat aku kalah" Nakirara
"Hmm aku cabut aja kali ya hukuman jika kamu sampai kalah. Entah kenapa aku nggak tega hukum kamu sayang. Cintaku tuh sudah meluap seperti ember yang di isi air dari kran yang gak pernah mati" gue
Kemudian gue melepaskan tangan Nakirara
"Baiklah sampai jumpa lagi Nakirara" gue
Kemudian gue pergi dan berlari meninggalkan Nakirara. Tiba-tiba gue di telpon sama bunda gue di jalan saat gue jalan santai menuju apartemen
"Halo Bunda?" gue
Hari ini kamu ke bandara ya sayang sekarang oke?-Bunda
"What? Bunda mau pulang?!" gue
Maaf ya Zen, anak Bunda yang paling ganteng. Bunda belum bisa pulang-Bunda
Plong banget gue dengernya, ntar dulu kalo misalnya Ayah gue parah sih.
"Berarti Ayah kalo gitu? "Gue
Zinan, sayang... - Bunda
"Apa?! Zinan?! Zinan ngapain pulang ke Indonesia sih bunda? Udah baik-baik sekolah di Iggris kok malah pulang sih?" gue mengeluh mendengar saudara kembar gue pulang.
Dengar Zen, Ayah sama Bunda akhir-akhir ini sibuk gak bisa jagain Zinan, gak bisa ngurus dan memantau Zinan terus. Di Inggris tuh kehidupannya beda sama di Indonesia Zen jadi bunda minta tolong sama kamu urus dan jaga Zinan baik-baik. Sekarang kamu ke bandara sekarang jemput Zinan setelah itu kamu balik ke rumah langsung nggak usah ke apartemen oke? Bawa barang-barang kamu ke rumah hari ini?-Bunda
Tamat sudah hidup gue hari ini. Gue harus siap-siap sih karena sebentar lagi gue bakal kehadiran bencana dari mahluk gak jelas yang sangat merepotkan.
To be continue
__ADS_1