Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 19


__ADS_3

________________


Zen Kurnia POV


Di Kelas


10 A.M


________________


Kali ini gue habis selesai main game dan gue seneng karena gue menang berkali-kali. Dan tiba-tiba mata gue tertuju kepada Sholik yang dari tadi ngliatin Ibu guru baru itu. Terus gue lempar dia pake buku tulis gue "Buogh"


"Anjg! Sakit Zen!" Sholik mengambil buku gue yang jatuh terus di lempar balik ke gue dengan sekuat tenaga. Itu jauh lebih sakit sih.


"Ehem!" Bu Intan menatap kami berdua


Kami berdua pun terdiam melihat ke Bu Intan


"Kalian ngapain?" Bu Intan


"Bu, saya ada masukan sama Bu Intan" gue


"Masukan apa ya Zen?" tanya Bu Intan dengan penasaran


"Mohon maaf Ibu sebelumnya, besok kalo misalnya Ibu mau ngajar ke sekolah tolong berpakaian Ibu Intan kalau bisa jangan seperti ini, karena ini itu terlalu berlebihan. Eh maksud saya itu lebih sopan lah, ya ini sopan sih tapi terlalu gimana ya? Ketat sih kalau menurutku, sehingga beberapa peserta didik tuh gak fokus sama pelajaran Ibu tapi mereka malah fokus ke penampilan Ibu" jelas gue secara blak-blakan.


"Oh begitu ya, terimakasih sudah mengatakannya Zen" kata guru baru tersebut


"Iya bu sama-sama" jawab gue


"Zen lo ngomong apaan sih?" Yuki nggak nyangka aja kalo gue berani ngomong kayak gitu


"Bu Intan, terbuka dengan kritik dan saran dari muridnya" Anton


"Tidak apa-apa Yuki" kata Bu Intan


Kemudian Anton narik gue ke luar sambil bilang "Maaf Ibu izin ke UKS ya teman saya ini lagi umat"


Dan akhirnya gue sama Anton bolos pelajaran ke perpustakaan.


"Kamu kenapa sih Zen? Kok kelihatannya hari ini lagi bad mood banget? Perasaan tadi malam kamu baik-baik saja saat makan ketoprak bareng aku? Kamu belum puas apa makan ketoprak yang semalam ha? Kalo kamu mau, aku beliin setelah pulang sekolah nanti" Anton main hp sambil minum susu indomilk


"Gue juga nggak tau gue kenapa An" ucap gue


***Flash back on***


Tadi malam Bunda gue nelpon kalo setelah gue lulus gue bakal di jemput ke Inggris dan gue di suruh kuliah di sana. Tapi gue nggak pengen ke Inggris karena gue udah punya rencana sendiri. Gue itu berencana untuk kuliah bersama Nakirara. Tapi Ayah gue keras kepala banget orangnya. Apa pun kemauannya tuh harus di turutin kalau enggak masalahnya bisa panjang cok. Anjg lah!

__ADS_1


***Flash back off***


"Kayaknya gue setelah lulus ini gue beneran mau nikah deh Zen sama Susan, gue tau kok setelah menikah tanggung jawab gue lebih besar karena menjadi seorang Ayah" kata Anton


"Coba pikirkan baik-baik kalo ngomong dan membuat keputusan jangan asal jeplak kayak jebakan tikus. Jangan terburu-buru juga. Masih ada waktu buat berubah An" gue


"Lulusan SMA ini gue di suruh sama Papa buat kerja memimpin perusahaan sambil kuliah" Anton


"Dan menikah?" tanya gue


"Iya..." Anton


"Kalo kuliah, kerja di perusahaan, rumah tangga semuanya jalan mungkin lu bakal sibuk banget Anton. Pikir-pikir dulu deh... Yang mantep gituloh coey" gue


"Iya Zen gue udah mantep, semalam gue gak bisa tidur gara-gara mikir itu" Anton


"Lo tuh masih muda loh Anton, maaf bukanya gue menghalangi lo buat nikah tuh enggak, tapi umur lo itu masih 18 tahun lo nggak ingin bebas dan leluasa di luar sana?" gue


"Kamu benar Zen. Tapi aku rasa, seperti inilah keputusanku. Aku tetap akan melakukan apa yang sudah aku putuskan Zen, terimakasih untuk saranmu itu ya" Anton


"Oh iya baiklah kalau gitu, sama-sama semoga semua yang lu harapkan terwujud ya" gue


Kemudian Sholik datang. Gue gak tahu kenapa dia datang menghampiri gue sama Anton.



(Author: Anggap saja yng minum susu kotak atau apa itu, si Anton dan sebelahnya adalah Zen)


"Kenapa?" tanya gue


"Lo nggk suka sama guru baru itu ya? Nggak biasanya sikap lo kayak gitu. Gue kaget, soalnya Zen yang gue tahu tuh biasanya kalau ada cewek cantik dan seksi langsung suka, tapi kali ini enggak" kata Sholik


"Lu suka? Kalo lu suka booking aja dia, harganya berapa habis itu bayar kes" gue


"Emang dia cewek apaan cok?" Sholik


"Pacarin aja Shol cuma lo doang sama Yuki yang belum pacaran di sini" gue


"Asem! Lo udah ya? Anton? Lo juga udah pacaran yak?" tanya Sholik


Gue dan Anton terdiam sejenak. Hampir kurang lebih 10 detik


"Eh Zen, lo beneran jadi sama Nakirara?" Sholik


"Begitulah" jawab gue


"Gue kira gak jadi, soalnya gue lihat kalian berdua tuh kayak musuhan" Sholik

__ADS_1


"Zen, setelah ini aku akan menjadi Kakak Ipar Nakirara, aku janji akan menjaga Nakirara dengan baik kok agar fokus sama kuliahnya" Anton


Sialan! Dari caranya bicara Anton kayaknya berniat menjauhkan gue sama Nakirara deh. Gue khawatir jika dia jadi Kakak Ipar yang posesif buat Nakirara cok. Pasti ngrepotin banget sih kalau itu beneran terjadi.


"Hihhhh ngeri banget kalo Anton jadi Kakak..." Sholik nulai nakut-nakutin gue


Emang gue takut apa sama Anton?


"Eh Anton, asal lo tahu ya Nakirara gak butuh penjaga kayak lo dia tuh wanita super power. Sekali tonjok lo bakal mental ke Afganistan dan hancur di sana karena taliban" gue


Tapi gue tahu benar si Anton orangnya kayak gimana. Dia tuh cowok feminim dan baik banget, orangnya juga gampangan dan gak tegaan.


Mereka cuma diam dan nyuekin gue.


"Woy kalian tuh dengerin gue gak sih? Oh iya Sholik akhir-akhir ini lo ngepost photo mulu ada apa sih?" gue


MEREKA LIAT APAAN SIH?!



"Imut banget cok, anak siapa tuh?" gue melihat apa yang mereka berdua lihat di hp nya Anton


"Ini calon anak gue Zen" jawab Anton


Oh keponakan gue yah? Wkwkwkwkwkwk


"Kampret, masih kecil aja udah ganteng gimana kalau udah besar coba? Ganteng dan keren banget sih pastinya" Sholik


Tiba-tiba saat kita mengobrol ada penjaga perpustakaan datang


"Kalian ngapain di sini?" Ibu penjaga perpus


"Belajar bu" gue


"Di kelas bukanya ada guru baru ya?" Ibu penjaga perpus


"Iya bu, tapi kita berdua di kasih pelajaran dan tugas khusus, biasa anak-anak bermasalah" Sholik bohong


Kemudian penjaga perpus pergi sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu ngapain sih Shol ikut kesini juga?" tanya Anton


"Btw lo nggak bilang apa-apa kan sama guru baru tentang gue?" tanya gue ke Sholik


"Gue tadi sempat minta maaf, gue bilang kalo lu itu otaknya geser dan punya gangguan jiwa, terus mudah depresi. Dan pada akhirnya Ibu guru itu memaklumi lo" jawab Sholik


"Lu apa-apaan sih Shol?" gue menghela napas panjang dan berusaha untuk sabar

__ADS_1


"Tut-tut-tut-nging-ngong-nging-nging-nging" itu suara bel istirahat yang sudah berbunyi. Emang aneh banget bunyinya cuma di sekolah gue doang bel sekolah bunyinya aneh dan bisa buat gendang telinga retak.


To be continue


__ADS_2