
AUTHOR POV
_______________
12.00
Di Kantin
Jeno, Sholik, Anton, dan Yuki sedang makan siang bersama seperti biasanya. Saat itu Zen tidak ikut karena dia masih tertidur di UKS.
"Eh, itu bukanya cewek yang mau di tembak sama Zen ya?" Jeno mengunyah makanannya sambil melihat ke arah Nakirara dan teman-temannya dari jarak agak jauh yang sedang makan siang bersama teman-temannya.
Sholik, melihat apa yang di lihat sama Jeno "Oh iya Nakirara, namanya Nakirara. Lihat, wajahnya mirip banget sama yang ada di photo" Sholik
"Oh jadi dia ya orangnya? Tapi kenapa mereka berantem tadi pagi?" Anton
"Apa berantem?" Jeno tersentak kaget
"Lu gak tahu?" tanya Yuki ke Jeno
Sholik dan Jeno terdiam dengan heran mereka berpikir mana mungkin Zen bersikap kasar dan tidak baik kepada orang yang di cintainya? Mereka sangat mengerti dan memahami bagaimana tentang Zen Kurnia. Walaupun belum pernah berpacaran mereka bisa memprediksi jika Zen sudah suka sama seseorang Zen akan bersikap baik, bijaksana, dan lemah lembut.
Jeno dan Sholik saling melihat
"Menurut lu gimana?" Jeno
"Kita tanya langsung sama Zen" Sholik
Yuki pergi ke arah di mana Nakirara dan teman-temannya pergi tadi.
"Yuki kamu mau kemana?!" Anton
"Bodoh amat njir, mau gue sikat tuh anak" Yuki
"Eh banci! Itu punya Zen Kurnia cok! Kalo lu sampe sentuh dia, gue bakal jadi eksekutor buat lu Yuk" Sholik bergegas mengejar Yuki dengan panik
Sementara Nakirara, dia baru saja membelikan teman-temannya air mineral tapi tiba Nakirara terpeleset. Aksinya di tertawakan oleh anak-anak lain di kantin. Namun Nakirara dengan tegar bangun dan pergi ke tempat duduknya.
"Aku akan membalasnya" Tisa mau bagun tapi tangannya di hentikan oleh Nakirara. Akhirnya Tisa pun mencoba untuk tenang.
"Bruak"
Seorang anak sengaja menjatuhkan kursi yang di duduki oleh Nakirara.
Anak-anak geng flowers dan teman-temannya yang lain tidak berhenti untuk tertawa. Para ketua kelas yang kemarin rapat pun geram melihat Nakirara dan yang lain di perlakukan seperti itu. Kemudian Yuki datang dan dia tidak tau apa yang terjadi di belakangnya ada Sholik.
__ADS_1
"Hai" sapa Yuki ramah
Lagi-lagi Tisa mau menghajarnya tapi di cegah oleh Mita.
"Aku mau memberikan ini" ucap Yuki memberikan seuatu kertas. Tapi itu bukan hanya kertas biasa melainkan sebuah brosur. Brosur itu di terima oleh Nakirara lalu di lihat isinya mengenai salon kecantikan.
"Kamu Yuki anak Mrs. Kania?" Nakirara
"Iya benar sekali, aku anaknya" jawab Yuki
"Jadi kamu anaknya ya? Yaampun gue ini juga pelanggan Ibu kamu. Kemarin gue baru aja spa di sana" kata Nakirara
"Begitu ya" Yuki
"Nama kamu Yuki kan?" tanya Nakirara
"Iya, kok kamu bisa tahu nama aku?" tanya Yuki pemasaran
"Iya soalnya Ibu kamu sering cerita tentang kamu. Oh iya aku juga ngefans banget sama kamu" Nakirara
Yuki, merasa melayang saat Nakirara ngomong seperti itu. Padahal banyak sekali yang ngefans sama Yuki tapi ini adalah pertama kalinya Yuki merasa bahagia.
"Apa lu... Lu ngefans banget sama gue?" tanya Yuki yang hampir tidak percaya
Setelah itu Sholik, Anton, Jeno datang menghampiri Yuki.
"Lu gak boleh kenal sama si cewek sampah kayak dia, lu tau sendiri kan tadi pagi?! Bukan hanya tadi pagi aja, kemarin dia sama teman-temannya ini tuh sudah sangat bermasalah kita" jelas Siska, sesekali dia melihat ke arah Nakirara bersama teman-temannya.
"Hei! Yang cari gara-gara pertama kalinya tuh geng kamu! Masa iya sih kami gak salah apa-apa cuma diam saja" Nakirara gak terima
Kemudian Zen datang, dia bertanya kepada teman-temannya "Ada apa ini"
Anjir, gue kayaknya ketinggalan berita lagi deh tentang sekolah ini deh. Gue gak paham, sumpah gue butuh penjelasan - batin Yuki
Sholik, melihat ke arah Zen.
"Zen! Sebenernya lu tuh suka nggak sih sama dia? Kemarin lu bilang ke gue lu suka sama dia? Tapi tadi pagi lu malah ribut sama dia?" tanya Sholik secara terang-terangan di depan banyak orang sembari menunjuk Nakirara
Nakirara dan Zen saling bertatapan, sekarang ini Nakirara merasa sangat tegang. Semuanya pun diam di kantin dan pandangan matanya berfokus kepada mereka berdua.
"Yaampun mana mungkin gue suka sama cewek kayak dia?" tanya Zen balik
Sholik berbisik di telinganya Zen "Zen tolong jawab dengan konsisten. Soalnya jawaban lu sering berubah-ubah. Lu suka gak sama dia? Kalo lu beneran gak suka Nakirara buat gue. Gue nyatain perasaan gue sekarang di depan banyak orang nih"
Mata Zen langsung tersentak kaget mendengarnya. Tapi dia tidak khawatir karena tanpa sepengetahuan mereka, Zen dan Nakirara sudah berpacaran.
__ADS_1
"Hmm silahkan saja" ucap Zen kepada Sholik
Sholik berjalan mendekati Nakirara, dia mengulurkan tangannya kepada Nakirara sembari berkata kepadanya "Pacaran yuk"
"Dia apa-apaan sih" kata Jeno melihat Sholik
"Mati sana" ucap Nakirara pelan dan pergi
Zen, tertawa kemudian duduk dengan santai melihat Sholik. Sholik, tersenyum kemudian melihat kepergian Nakirara. Setelah itu dia menghampiri Zen dan duduk di depan sahabatnya.
"Sialan, pulang nanti gue bakar semua VCD lu" Sholik masih tertawa, dia merasa itu lucu tapi juga sedikit membuatnya kesal karena baru kali ini ada cewek bersikap seperti itu padanya.
"Zen, gimana rasanya di tolak?" tanya Anton
"Biasa aja sih. Lagian gue juga gak niat dan gak serius pengen pacaran sama dia kok. Dia bukan tipe gue An" kata Sholik
###
Nakirara berjalan menuju kelasnya dia berniat untuk pulang karena Nakirara merasa udah nggak sanggup lagi di sekolah ini tiba-tiba kakinya di jagal oleh siswa lain dan Nakirara jatuh dari tangga tepat di bawah kakinya Nia yang hendak menaiki anak tangga.
"Lu ngapain tidur di lantai? Lu jatuh? Duuh sakit ya? Kasian banget sih kamu" Nia
Nakirara bangun dengan tegar, baginya ini bukanlah apa-apa karena sebelumnya dia pernah mengalami hal yang lebih buruk dari ini. Dia pergi meninggal Nia, langkah kakinya jauh lebih cepat dari sebelumnya. Sesampainya di kelas Nakirara mengambil tas sekolahnya kemudian dia pergi tapi langkah kakinya terhenti karena dia di hadang oleh Indah.
"Plak" Indah menampar Nakirara sampai tangannya membekas di wajahnya. Nampaknya tamparan Indah terlalu keras.
"Puas lu?! Udah menggambil semua yang ada di sekolah ini ha?!" Indah
"Bangsat, lu ngomong apaan sih? Lu pikir gue rampok apa, mengambil semuanya di sekolah ini?" Nakirara tersenyum mengejek
"Plak" Indah menampar wajah Nakirara yang kedua kalinya
"Iya gue sudah ambil semuanya. Gue ambil kepopuleran kalian, fans kalian, cowok tampan di sekolah ini, semuanya gue ambil. Ini belum ada apa-apanya, ntar gue bakal ambil semuanya sampe nggak ada yang tersisa sedikitpun" kata Nakirara, dia merasa sangat puas melihat Indah yang semakin emosi.
Nakirara, sebenarnya juga masih belum paham apa yang Indah katakan tapi Nakirara sok tahu dan tetap santai walaupun dia di perlakukan tidak baik. Dia pergi meninggalkan Indah tanpa dosa. Tiba-tiba dia bertemu dengan guru olahraganya yakni bu Amira.
"Nakirara kamu mau bolos?" bu Amira
"Saya ada hal penting mendadak bu yang membuat saya harus pulang" jawab Nakirara
"Nakirara, hari ini ada gladi bersih untuk latihan basket putri. Soalnya besok kita sudah lomba dan ini adalah tahun terakhir kamu" bu amira
Akhirnya Nakirara nggak jadi pulang dan kembali ke kelas
To Be Continue
__ADS_1