Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 14


__ADS_3

ZEN POV


_________


Di rumah


01 P. M


"Oi Zen, besok aku udah mulai sekolah loh ya" Zinan menyiapkan makanan di meja makan


"Iya iya lo udah bilang gitu sama gue berkali-kali tadi" gue


Kami saat itu sedang makan di ruang makan dengan menu makanan seadanya yakni rendang, ikan tuna, dan pepes ikan pindang.


"Oh iya aku sudah tahu dimana aku akan sekolah" Zinan


"Memangnya kamu mau sekolah dimana?" tanya penasaran


"SMA Maju Jaya" Zinan


Begitu mendengarnya gue kaget dan langsung keselek duri pepes ikan pindang. Gue batuk-batuk dan kemudian gue minum air secukupnya. "Glek... Glek... Glek" Gue takut jika durinya nyangkut di tenggorokan, soalnya ukuran durinya agak besar. Karena itu gue minum air sampe kenyang.


Gawat kalau nih anak sampai tahu soal hubungan gue sama Nakirara semoga aja sih enggak.


"Kenapa lu milih sekolah di SMA itu? Sekolah itu sedang kena musibah Zi" gue


"Iya gue tau kok kalau sekolah itu baru kena musibah, tapi suka-suka gue dong! Orang gue yang sekolah kok! Dasar keledai" Zinan


"Gue punya nama ya su! Dari tadi pagi lo manggil gue keledai gue tuh kakak lo jadi panggil gue kak atau bang atau mas gitu!" gue beneran kesel lah gak di hargai sebagai saudara yang lebih tua.


"Baiklah Mas Zen" Zinan


Gue menghela nafas panjang


"Maaf ya, kalau hari ini gue marah-marah mulu. Suasana hatiku sedang buruk" gue kemudian pergi ke kamar.


Sesampainya di kamar gue langsung merebahkan tubuh gue di tempat tidur dan menangkan pikiran gue sejenak. Rencananya gue juga mau tidur siang saat itu tapi... "Dor-dor-dor" mood gue langsung hancur lagi ketika Zinan menggedor pintu kamar gue. Gue bangun dan buka pintunya "Ada apa sih Zinan?" gue mengeluh


"Gue mau keluar siang ini" Zinan


"Yaudah keluar aja sesuka lu! Gue gak peduli!" ucap gue keras sambil menutup pintu kamar gue.


Tiba-tiba aja gue teringat sesuatu.


Zinan bilang dia mau keluar, tapi keluar kemana ya? Terus mau ngapain dia keluar? Sama siapa dia keluar? Zinan kan baru aja datang dari Inggris ntar kalau dia nyasar gimana? Ah sekarang kan ada GPS masa nyasar sih? Tapi walaupun begitu gue tetep aja khawatir cok sama dia.

__ADS_1


"Zinan!" gue keluar rumah tapi dia udah gak ada. Sialan, adik gue itu cantiknya gak ketulungan kalo dia sampe di karungin orang gue bakal di bakar sama Ayah dan Bunda cok. Duuuh sialan hp-nya juga nggak aktif bangs*t


AUTHOR POV


Di rumah Nakirara


-------------------------------


Saat ini Tisa berada di kamarnya Nakirara. Saat itu mereka berdua sedang membaca novel erotis sambil duduk lesehan di lantai yang beralaskan karpet.


"Na, kamu tahu nggak gue ig di follow sama Jeno. Na, gue senang banget" Tisa merasa sangat bahagia


"Kok bisa Tis?" tanya Nakirara heran dan berhenti membaca novelnya


"Gue juga gak tahu Na. Kemarin tuh gue buka ig terus gue kaget kok ada yang follow gue siapa ya? Setelah itu gue lihat lah ig nya kan gak di private tuh, eh ternyata itu Jeno.... Gue seneng banget sumpah" Tisa jingkrak-jingkrak di kamar Nakirara


"Baru pertama kalinya gue lihat lu sebahagia ini di follow cowok yang namanya Jeno itu. Padahal tiap hari lu di follow sama cowok tapi biasa-biasa aja tuh"


"Habisnya dia ganteng banget Na. Dia salah satu pangeran di SMA Utama" Tisa


"Terus lo foolback nggak si Jeno nya itu?" tanya Nakirara


"Belum sih Na. Tapi nanti gue pasti follback dia kok" Tisa


Sementara dari sisi yang berbeda saat ini Zen melacak keberadaan adiknya yang pergi entah kemana. "Akhirnya ketemu juga lu dasar kecebong! Seneng banget nyusahin orang" kata Zen melihat hp-nya lalu berlari ke tempat Zinan berada.


"Oi, Zinan!" Zen menghampiri adiknya "Lain kali kalo mau pergi kemana ke toko buku ke cafe atau tempat lain gitu jangan lupa bilang ke gue! Kalo ntar lu di karungin tuh bahaya banget Zinan!" Zen


"Emang lu pikir gue apaan di karungin? Tadi gue udah bilang kan sama lo kalo gue mau pergi?" Zinan


"Kita pulang sekarang!" Zen menarik Zinan


"Nggak! Nggak mau! Aku juga mau makan bakso udah lama nggak makan bakso" Zinan


"Tadi kan kita udah makan siang, masa masih kurang sih?" Zen


"Makan siang beda lagi Zen. Pokoknya aku mau cari bakso yang enak di sekarang di sekitar sini. Aku juga pengen nasi goreng, dan aku pengen makan martabak, terus rujak, gado-gado, soto" Zinan


"Stop! Kali ini kita wisata kuliner aja oke?" Zen


Kemudian Zen mengajak Zinan pergi untuk wisata kuliner siang itu dan mereka pulang ke rumah pada pukul 10 P. M


                       Line


                     11 p.m

__ADS_1


Zense: malam Nakirara (read)


Zense: semangat buat besok ya sayang... 💕😘(read)


Aduh gue di cium cok-Nino


Kira: makasih banyak Zense


Zense: yasudah tidur sana, jangan begadang mulu. Istirahat buat besok.


Kira: kalau kamu ngantuk, kamu bisa kok tidur lebih dulu.


Zense: aku nggak bisa tidur, aku kepikiran kamu terus soalnya.


Zense: sayang,


Zense: kok gak di balses sih? Padahal online loh :(


Zense: sayang udah bosen sama aku?


Zense: atau jangan-jangan kamu diam-diam ada cowok lain?


Kira: Enggak Zen, aku tuh cuma bingung mau balas apa. Aku gak pernah bosan kok sama kamu, aku selalu menyukai kamu Zen.


Kira: aku masih penasaran apa yang terjadi besok.


Zense: kamu kok kayak gak percaya diri gitu sih mau tanding besok? Padahal aku percaya loh kalo kamu bisa menang besok.


Kira: Iya kamu benar. Kepercayaan diriku lagi turun Zen.


Kira: Karena lawan kami itu cukup berat, di team mereka juga ada adik salah satu anggota dari timnas basket Indonesia.


Zense: Nakirara sayang, siapapun lawannya itu jangan sampai mengacaukan pikiran serta mentalmu. Kamu hanya perlu bersenang-senang menikmati pertandimanmu tahun ke tiga di sekolahmu, melakukan apa yang kamu lakukan sebisanya dan sebaik-baiknya.


Zense: Selama ini kamu sudah berlatih sangat keras, kamu harus yakin dan percaya kepada dirimu sendiri bahwa kamu bisa membawa team kamu meraih gelar juara pertama.


Kira: benar juga ya, selama ini aku ikut ekskul basket karena aku suka basket. Aku hanya perlu menikmatinya, bersenang-senang. Mengenai hasil mungkin urusan belakangan kali ya? Yang terpenting adalah berusaha melakukan yang terbaik.


Kira: Terimakasih Zen.


Zense: sama-sama Nakirara sayang.


Zense: ya sudah sekarang kamu tidur ya. Aku juga udah mulai ngantuk soalnya.


Zense: Good night sayang.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2