
AUTHOR POV
***###------------------------###***
Sore itu Zen pergi ke bandara bersama Zinan. Di sana mereka Serang menunggu seseorang.
"Lama banget cok" Zen mengeluh
"Sabar!" Zinan
"Sabar jualan sate ojek noh depan sekolahan! Lo beneran gak ngerjain gue kan? Ini udah setengah jam cok!" kata Zen kesal
"Anjir, gue beneran gak bohong. Buat apa gue bohong soal ginian?!" Zinan
Nggak lama orang yang Zen dan Zinan tunggu-tunggu sejak tadi datang menghampiri mereka.
"Maaf menunggu lama" Zena (bunda Zen dan Zinan) "Ayo kita ke rumah" kata Zena lagi berjalan mendahului Zen dan Zinan.
Mereka pun pulang ke rumah
###------------ZEN KURNIA POV-------------###
Malam ini Bunda gue masak makan malam, gue masih ada di kamar. Gue kaget aja Bunda pulang mendadak, jangan-jangan kepulangan Bunda beneran mau bawa gue ke Inggris lagi? Duuuh padahal gue udah berkali-kali ngomong sama bunda loh kalau gue punya tujuan lain. Tapi kenapa Ayah Bunda selalu memaksa sih?
"Mas Zen, makan malam udah siap cepetan keluar sekarang" kata Zinan dari luar kamarku sambil menggedor pintu
"Brisik lu anjing!" gue bangun dan keluar dari kamar
Dan saat makan malam berlangsung...
"Bunda pulang gak ngasih kabar, aku kaget banget tau nggak?" Zinan
"Bunda kangen sama kalian berdua, terutama Zen" Bunda
"Ehem, Bunda... Aku mau kuliah di Jepang saja boleh kan? Aku nggak mau ke inggris, aku maunya ke Jepang kalo nggak boleh aku nggak mau kuliah" gue
Baiklah sekarang aku ingin tahu bagaimna respon Bunda setelah gue ngomong gitu. Zinan yang tadi makan ikan tongkol langsung keselek.
"Uhuk-uhuk-uhuk" Zinan mengambil air minum lalu meminumnya
"Ya baiklah nanti aku bicarakan hal itu sama Ayah ya Zen" Bunda
"Lo serius mau ke Jepang?!" tanya Zinan
__ADS_1
"Iyalah cebong, lo kelihatannya gak pecaya banget sama gue?" gue
"Lo mau ambil jurusan MTK?" Zinan
"Aku mau ambil jurusan Teknik Informatika" gue
"Ya terserah lo aja sih, gue kira lo mau ambil MTK soalnya matematika lo bagus" Zinan
įŋşţāgŗām
ZENSE
...
Like|Coment|Tulis pesan...
di sukai oleh Sholik1112,Anton15,Yuki01,Jeno54 dan89.8797lainya
ZENSE hai buat kamu yang sedang baca tulisan gue semoga baik-baik saja yah, kalo ada masalah semoga cepet selesai, kalo sakit semoga cepet sembuh, kalo jomblo semoga cepet dapat pacar, buat yang pacaran semoga cepet ke pelaminan, buat yang mau ujian semangat ya belajarnya
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Lihat semua 175 komentar lainya...
Hmm malam ini entah kenapa perasaan gue tiba-tiba gak tenang gitu, kenapa ya? Hadeeh gue juga gak bisa tidur. Setelah aku lihat hp Nakirara kayaknya juga gak online, mungkin dia fokus belajar kali ya?
Gue pergi ke ruang keluarga di sana gue melihat Zinan sedang sibuk main game. Gue duduk di sebelahnya sambil melihat game yang di mainkan.
"Zen gue mau bicara" Zinan
"Yaudah ngomong aja" gue
"Jadi lo beneran pacaran ya sama Nakirara" tanya Zinan yang tanganya masih sibuk memainkan gamenya
"Kenapa? lo iri sama gue? Cari pacar dong jangan menjomblo mulu" gue
"Gue gak iri anjer! Gue nanya doang" Zinan gak terima di katain iri
Gue bangun dari tempat duduk, rencananya gue mau baca komik.
"Oi jangan pergi dulu. Pertanyaan gue belum kelar cok! gue dari tim katakan putus" Zinan bercanda ke gue
__ADS_1
"Lo pikir kami mau putus ha? Gue boom baru tau rasa lo" gue
"Sebelum gue tahu kalian pacaran, cewek lo sempat bertanya kamu nanti kuliah dimana. Yaudah gue bilang kalau lo itunbakal kuliah di Inggris dan menetap di sana. Pindah kewarganegaraan setelah itu menikah dengan orang sana dan gak bakal balik ke Indonesia lagi" kata Zinan
"DASAR KECEBONG! MUSNAH AJA LU DARI KEHIDUPAN GUE?! MAKSUD LU APAAN BILANG KAYAK GITU KE DKA KECEBONG?!" sumpah gue emosi banget cok
Kemudian Zinan berlari pergi tanpa dosa sambil berkata "Bodo amat"
"ZINAAAAAAAAAAANNNNNN!" gue kesel banget kok bisa-bisanya gue punya adik kayak gitu sih?
Tapi gue percaya kok kalo Nakirara gak bakal ninggalin gue, dia juga udah percaya sepenuhnya sama gue. Ya begitulah kami saling percaya satu sama lain. Selain itu Nakirara juga udah tau Zinan orangnya kayak gimana, jadi gue rasa gue gak perlu khawatir mengenai ucapan Zinan tadi.
Nggak lama kemudian setelah Zinan pergi ke kemarnya Bunda datang dan menghampiriku. Bunda bilang ke gue kalo Ayah udah setuju jika gue kuliah di Jepang. Yosha gue seng banget, Nakirara gak boleh tau soal ini karena gue mau ngasih kejutan buat dia. Hmm entah kenapa setelah mendengar kabar yang sangat bagus ini gue malah gak bisa tidur. Mungkin sangking senangnya kali ya?
Keesokan harinya ketiga gue ke sekolah...
Gue bolos ke UKS dan gue gak ikut pelajaran sampe istirahat. Itu semua gue lakukan karena rasa kantuk yang sungguh sangat luar biasa.
"Eh t*i! Enak banget lo ya tiduran di sini"
Gue kok kayak dengar suara kera jantan ya?
"Bodoh amat lah kera jantan. Semalam gue gadang gak bisa tidur" ucap gue dengan mata yang masih merem
Gue kayak denger suara kalau si kera jantan mulai merebahkan tubuhnya di samping gue. Gue langsung bangun dan melihatnya "Oi, kera! Mau ngapain lo?!"
"Gue juga gadang semalam cok, males banget sama pelajarannya Bu Intan" ucap Yuki
Habis itu gue pindah ke ranjang sebelah dia dan gue tidur dengan posisi miring membelakanginya. Tapi Yuki masih bacot di situ, gue juga masih denger apa yang dia omongin di belakang gue.
"Yaelah setalah Anton lulus dia bakal jadi kepala rumah keluarga cok. Kalau lo sendiri gimana Zen? Mau kuliah dulu atau nikah muda sama Nakirara? Kemarin si keparat Sholik katanya sih mau jadi dokter kandungan tapi gue kayak gak yakin sama dia mengingat kemampuan dia yang bagus dalam bidang teknologi. Lalu untuk Jeno sendiri dia bilang kalau dis pengen jadi insinyur... Hmm kalau keinginan gue sederhana aja sih" Yuki
"Keinginan lo tuh udah jelas. Lo gak usah ngasih tahu semua juga sudah pada tahu" gue nyahut
"Masa sih? Mereka tahu dari mana?" tanya Yuki
"Kan udah kelihatan banget dari lo nya sendiri Yuki" gue
"Emang gue mau jadi apa?" tanya Yuki
"Lo mau jadi perempuan kan?" tanya gue
"Anjg! Dan lo sendiri mau jadi apa?" Yuki
__ADS_1
"Gue mau jadi produser dan sutradara filem dewasa Indonesia" jawab gue blak-blakan padahal kenyataannya nggak kayak gitu tapi Yuki sepertinya langsung percaya dengan apa yang sudah aku katakan tadi.
To be continue