Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 11


__ADS_3

Normal pov


17.15


Nakirara sudah selesai latihan basket dan sekarang dia mandi di kamar mandi setelah selesai dia mau ganti baju tiba-tiba pakaian ganti dia hilang dan seragamnya juga hilang. Sekarang Nakirara berpikir bahwa ini perbuatan geng flowers, sekarang dia telanjang dan bingung harus bagaimana. Nakirara duduk di lantai kamar mandi dan terdiam, dia tidak tahu harus bagaimana lagi.


"Bangsat! Lihat saja pembalasan gue nanti" batin Nakirara


Tiba-tiba ada asap dan bau yang terbakar tapi Nakirara masih diam di tempatnya. Alarm yang menandakan adanya bahaya berbunyi, semua anak-anak di luar heboh dan berkata "Kebakaran-kebakaran! "


Nakirara mendengar semua suara kegaduhan itu. Dengan kondisi yang seperti ini mana mungkin dia keluar dari kamar mandi Nakirara hanya diam dan pasrah di tempatnya .


"Bruak!"


Pintu terbuka di tendang oleh Zen dengan sekali tendang. Kemudian Zen langsung menutup tubuh Nakirara dengan handuk putih yang ukurannya besar dan tebal.


"Syukurlah masih sempat, aku pukir kamu udah mati di sini" ucap Zen


"Zen?" Nakirara tidak menyangka akan di selematkan oleh Zen


Zen mengangkat Nakirara keluar. Sedangkan kebakaran itu langsung di atasi dengan cepat oleh warga sekolah.


Zen Kurnia POV


Kali ini gue udah pesan taksi online langganan gue sendiri. Dan saat ini gue bersama Nakirara udah dalam perjalanan pulang.


"Kamu ngapain di kamar mandi cewek?" tanya Nakirara


"Nolongin kamu dong sayangku, selain itu aku juga nggak mau ada orang lain selain aku yang melihat tubuh telanjang kamu" jawabku


Nakirara mencubit lenganku dengan sangat keras hingga aku berteriak sangat kencang karena merasa kesakitan "AAAHHH! Tadi aku tuh gak lihat apa-apa sumpah sayang!"


Nakirara melepaskan tangannya "Iya terimakasih banyak sudah membawaku pergi dari sana"


"Kenapa kamu gak nyerang mereka? Kenapa kamu malah pura-pura lemah?" tanya gue kepada Nakirara


"Aku dan teman -temanku hanya mengendalikan diriku saja di sini untuk nama baik sekolahku" Kira


"Begitu ya" gue


"Ngomong-ngomong preman kayak kamu ternyata punya tubuh yang mulus ya" gue


"ASEM! KAMU PASTI MIKIR YANG ENGGAK-ENGGAK KAN TENTANG AKU?! KAMU MIKIR KOTOR KAN?! DASAR COWOK MESUM SIALAN!" Nakirara


"Aku mendapatkan julukan bokepers dari teman-teman aku karena bisa menahan diri. Mungkin kalo aku gak bisa menahan diri, kamu tuh udah nggak perawan dari dulu" gue


"Eh cowok sangean, gue udah lama ya nggak makan orang! Gue bisa aja makan elu sekarang nih kayaknya pala lu boleh juga kalo di jadikan tongseng" Nakirara


"Dengar Nakirara, aku saat ini itu udah dalam masa no fap. Aku memutuskan untuk berubah" gue

__ADS_1


"Gak, gak, gak aku gak percaya!" Nakirara


Wah wah wah pacar gue kayaknya udah mulai marah nih, kerjain dikit gak apa-apalah. Njir hp gue berbunyi, ganggu aja sih... Siapa nih? Nomor tidak di kenal?


"Halo?" gue


Ini aku Susan aku kakaknya Nakirara, aku ingin berbicara sebentar - Susan


"Dengan aku atau dengan Nakirara ya Kak?" tanyaku penasaran


Nakirara langsung liat ke gue dengan heran.


Dengan kamu dulu. Aku minta tolong sama kamu untuk malam ini biarkan Nakirara nginep di rumah kamu dulu. Soalnya malam ini aku ada acara dan kunci rumahnya aku bawa, aku juga lupa menitipkan kunci rumah kepada tetangga. Kamu tahu kan Nakirara gimana jadi aku mohon kamu jaga adik aku itu ya, saat aku tidak di rumah mungkin dia akan mendobrak pintunya dan memanggil tukang kayu untuk memperbaiki pintunya kembali. Lalu saat malam hari Nakirara akan keluar bersama anak-anak jalanan atau anak punk atau juga para preman dan kemudian Nakirara akan di ajak mereka berkelahi dan pada akhirnya mendapat musuh. Tolong jaga dia ya Zen - Susan


"Baiklah. Kakak tenang saja, aku akan menjaganya" gue


Kalo begitu berikan telponnya ke Nakirara - Susan


Aku memberikan teleponnya ke Nakirara sembari berkata kepadanya "Kakak Ipar mau ngomong"


"Halo kak? APA? HAAAAAAAAAH?NGGAK!!!!!!!! POKOKNYA NGGAK!APA?????!!!!! KAKAK?!!!!" Nakirara


Nakirara memberikan ponselku kembali dengan pasrah.


"Njir nasib aku hari ini buruk banget sih" Nakirara


Kami berhenti di sebuah supermarket.


"Yaampun" Nakirara kali ini benar-benar pasrah atas sikapku


"Kamu kenapa sih? Jarang loh ada cowok kayak gue beli bh sama celana dal*m wanita buat pacarnya tau nggak? Cepetan jawab ukurannya berapa?" gue


"Sialan! Ehem... Iya itu tadi ukurannya" Nakirara


"Benar kan? Kalo soal ginian serahkan saja semuanya padaku" gue langsung pergi meninggalkan Nakirara di dalam mobil.


Nggak lama kemudian gue kemudian balik dan bawa pakaian komplit buat Nakirara.


"Nih... Gue gak tau ukuran ****** ***** kamu semoga aja pas"


"Iya terimakasih banyak" kata Nakirara


"Iya sama-sama" ucap gue


"Ternyata kamu punya sisi baik juga ya" Nakirara


"Apa?" gue


"Enggak, nggak apa-apa kok" Nakirara

__ADS_1


"Hmm oke" gue


Sesampai apartemen Nakirara langsung memakai pakaian lengkap yang gue belikan di kamar mandi. Habis itu dia keluar dan duduk di kursi sambil melihat gue yang sedang main game.


"Bagaimana kalo teman-teman kamu tahu soal hubungan kita? Kalian tinggal bersama kan?" tanya Nakirara


"Malam ini mereka nggak akan pulang... Mereka ada acara sendiri malam ini, sayang mau keluar juga nggak?" tanya gue balik ke Kira


"Nggak gue udah capek banget hari ini besok senin udah main soalnya"


"Kalo begitu kamu tidur saja mau aku temenin nggak?" gue


"NGGAK USAH!" Kira


"Oke kita tidur bareng" gue


"Zen?!" Kira


"Boleh kan?" gue


"Ada satu syarat! Kamu nggak boleh melakukan apapun saat gue sedang tidur! Jika sampai itu terjadi aku... Aku mending mati aja sih" Kira


"Sayang, kok kamu ngomong gitu sih?" gue


Kemudian gue tidur sama Nakirara dalam satu ranjang. Dan dia tidurnya miring ke kanan.


Setengah jam kemudian. Gue lihat, Nakirara diam-diam udah tidur atau belum


"Kenapa?" Nakirara


Kampret! Belum njir


"Kenapa kamu nggak tidur?" gue


"Bagaimana aku bisa tidur jika ada cowok di sebelahku?" Nakirara


"Ya mau gimana lagi, aku pengen tidur bareng sama kamu" gue


Kemudian


"GREG" aku memeluk Nakirara.


"SRAT" aku memindahkannya posisinya.


Sekarang Nakirara ada di atas tubuh gue dengan posisi dia melihat ke gue dengan tatapan mata lebarnya itu.


"Tidurlah... Kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan melakukan sesuatu yang aneh-aneh kok, kamu pasti lelah kan" gue


Kemudian gue menurunkan Nakirara pelan dan memberikan dia ciuman lembut di bibirnya setelah itu gue menyelimuti Nakirara "Selamat malam sayangku" gue langsung mematikan lampunya dan pergi ke tempat tidurnya Anton teman gue. Malam itu gue lanjut bermain game sambil jagain Nakirara. Soalnya gue sendiri juga was-was kalau sampai sahabat gue datang secara tiba-tiba.

__ADS_1


Begitulah hubungan gue dan Nakirara yang sama sekali nggak ada romantisnya.


To be continue


__ADS_2