Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 17


__ADS_3

AUTHOR POV


Di kamar Nakirara


____________________


Nakirara membuka matanya secara perlahan. Dengan pendangan mata samar-samar dia melihat sebuah keanehan di sampingnya akhirnya Nakirara dapat melihat dengan jelas bahwa yang di lihatnya itu adalah Zen yang saat ini tengah memandanginya. Hal itu sontak membuat Nakirara kaget dan mau berteriak tapi Zen langsung membungkam mulutnya.


"Tenang... Please tenang... Oke... " Zen agak panik jika Nakirara berteriak. Kemudian Zen melepaskan tanganya setelah Nakirara tenang.


"Kamu ngapain di sini?" Nakirara bangun sambil memegangi kepalanya yang pusing.


"Ya aku pengen ketemu kamu, sehari aja kalai aku nggak ketemu sama kamu aku nggak akan bisa sih. Hariku bakal hancur se hancur-hancurnya. Dan selamat ya untuk kemenangan kamu" Zen


"Aku rasa nasib baik tadi sedang berpihak kepadaku, terimakasih ya" Nakirara


"Sama-sama, kamu juga cepat sembuh ya biar bisa main kejar-kejaran lagi" Zen


"DAN TADI KAMU NGGAK BERBUAT YANG MACEM-MACEM KAN SAMA AKU?!" Nakirara


"Enggak, sayang" Zen


"Dengar ya, jika kamu mau datang kemari harusnya kamu tuh chat aku dulu, apa gunanya hp kalo nggak di pake sih Zen" Nakirara


Zen, mendekatkan wajahnya ke wajah Nakirara lalu berkata "Karena aku mau ngasih kejutan buat kamu, kamu sangat lucu, imut saat sedang kaget dan kesal"


Nakirara mendorong wajah Zen pelan "Kejutan dengkulmu ha? Maksudnya biar aku itu bisa siap-siap aja gitu"


"Kamu nggak perlu siap-siap buat aku, aku nggak minta apa-apa dari kamu, cukup ketemu sama kamu aja aku udah bahagia banget" Zen


"Gimana nggak siap-siap Zen? Bayangkan saja kalo misalnya aku habis mandi lalu mau pake baju terus tiba-tiba kamu datang lewat jendela apa itu yang namanya kejutan ha?" Nakirara agak emosi


"Baiklah..." Zen mendorong Nakirara paksa supaya dia berbaring di tempat tidurnya setelah itu dia menyelimuti Nakirara.


"Aku rasa besok aku tidak ke sekolah" Nakirara


"Istirahat saja sampai kakimu sembuh" Zen


Nakirara melihat Zen memegang buku novel erotis miliknya, dan Nakirara kaget kemudian dia terbangun.


"Kembalikan novel itu" Nakirara mencoba merebut kembali novel itu dari tangan Zen tapi Zen tidak memberikan novel erotis itu.


Itu adalah novel yang Nakirara beli seminggu yang lalu dan dia belum selesai membacanya. Novel itu berisi tentang cinta, romansa, dan vulgar karena mengandung adegan dewasa.


"Kembalikan..." Nakirara masih berusaha merebutnya dari Zen


Kemudian Zen menggenggam tangan Nakirara erat. Mereka pun saling melihat dan memandang satu sama lain. Perasaan mereka di penuhi perasaan cinta dan kerinduan yang sangat membara.


3 detik


5 detik


10 detik

__ADS_1


"Ini novelmu aku kembalikan, aku tidak menyangka ternyata kamu memiliki selera yang sama denganku ya?" Zen meletakkan novel itu di kepalanya Nakirara


Nakirara mengambilnya dan merasakan keanehan sembari melihat Zen yang tengah melihatnya


"Kenapa?" Zen melihatnya dengan heran


"Ternyata kamu orangnya bisa bersikap lemah lembut juga ya?" Nakirara


"Aku aslinya tuh baik. Aku bakal berusaha jadi yang terbaik buat kamu sayang" Zen


"Aku pikir kamu itu orang jahat, soalnya saat pertama bertemu denganmu kamu adalah orang yang gak punya belas kasih, tapi akhirnya... Aku bisa tahu siapa kamu sebenarnya" Nakirara


"Lalu? Apakah sebelumnya kamu pernah berpikir bahwa kita akan berpacaran seperti sekarang ini?" Zen


"Tidak. Aku tidak pernah berpikir kita akan pacaran. Karena sebelumnya kita berdua tidak akur kan? Aku nggak pernah berpikir hal itu sebelumnya, makanya saat kamu datang kesini dan menyatakan cinta kepadaku aku pikir itu adalah mimpi" Nakirara


"Jadi kamu pernah bermimpi tentang diriku sebelum aku menembakmu?" Zen


"Pernah... Mungkin itu gara-gara aku terlalu memikirkan tentang kamu kemudian terbawa kedalam mimpiku" Nakirara


"Kamu memikirkan ku?" tanya Zen lalu dia tersenyum melihat Nakirara


"Hah? Maksudku... A.. Am... Saat itu aku..." Nakidara sadar bahwa dirinya baru saja keceplosan. Kali ini dia terlihat sangat panik, malu, dan gugup di depan Zen.


"Saat itu...?" Zen melihat wajah Nakirara lekat-lekat dengan penasaran


"Saat itu aku menyimpan dendam kepadamu" Nakirara mencoba berbohong kepada Zen


"Bohong!" Zen tidak percaya


Lalu Zen memegang kedua tangannya Nakirara, menggenggamnya lalu menciumnya. Zen melihat wajahnya dengan dekat lalu berkata "Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu mengatakan yang sebenarnya"


Wajah Nakirara memerah karena malu dan Nino memalingkan wajahnya itu dari Zen.


Nakirara memalingkan wajahnya ke arah lain "Baiklah... Setelah kejadian itu, aku... Aku jatuh cinta padamu"


"Katakan sekali lagi" Zen


"Aku jatuh cinta padamu" Nakirara benar-benar malu


"Katakan sekali lagi dan lihat aku" Zen


Nakirara memberikan dirinya untuk melihat Zen, wajah-nya cukup dekat mungkin jaraknya hanya 5 cm, Nakirara merasakan saat ini jantungnya berdetak sangat kencang.


"Aku jatuh cinta padamu Zen. Aku menyukaimu..." Nakirara


Kemudian Zen mencium bibir kekasihnya. Lalu Zen melepaskan ciumannya dan melihat kembali Nakirara.


"Aku juga mencintaimu Nakirara" Zen tersenyum.


Nakirara menutup wajahnya dengan buku novelnya karena dia malu.


"Sudah jangan melihatku terus Zen" Nakirara

__ADS_1


"Aku belum puas memandangi kamu. Aku ingin melihatmu sampai pagi" Zen mencabut buku novel itu dan tersenyum melihat Nakirara. Ya, tingkah Nakirara sangat lucu dan menggemaskan.


Nakirara, pasrah dan menundukkan kepalanya.


"Selamat malam ya, selamat beristirahat Nakirara" Zen


"Iya, terimakasih untuk malam ini" Nakirara


"Kamu tidak mencegahku pulang?" Zen


"Pulang dan istirahatlah!" Nakirara


"Oke... Aku pulang ya" Zen bangun dari tempat duduknya lalu melangkah ke luar


"Hati-hati" Nakirara


"Iya sayang" Zen


Kemudian setelah Zen dari rumah Nakirara Zen otw kerumahnya. Di jalan Zen ketemu sama Anton.


"Dari mana lu?" Zen


"Aku dari rumah temen Zen, kebutulan banget aku juga mau ngomong sama kamu mampir rumahku yuk" Anton


"Nggak ah, gue mau pulang" Zen


"Aku mau ngomong penting banget Zen" Anton


Kemudian Zen celingukan kesana kemari dan dia melihat warung makan ketoprak. Akhirnya Zen mengajak Anton kesana dan sekarang mereka berdua makan ketoprak.


"Lu mau ngomong apa?" Zen


"Ada seorang perempuan yang menyatakan cinta kepadaku Zen" Anton


"Lah terus?" Zen masih menikmati ketoprak-nya


"Dia janda Zen, punya anak umurnya 6 tahun masih SD kelas 1 janda itu umurnya sendiri sekitar 22 tahun" Anton


#######Flash back on


"Aku Susan Farida umurku 22 tahun statusku janda. Aku bekerja sebagai seorang chef di Rumah Makan Vanila" Susan


"Aku Anton Santoso usiaku 18 tahun, senang berkenalan denganmu Kak Susan" Anton


"Iya Anton, aku juga... Kamu apa kabar?" Susan


"Baik Kak, jadi ada perlu apa Kakak ingin bertemu denganku?" tanya Anton


"Langsung saja ya, singkatnya jadilah kekasihku Anton" Susan


Anton kaget dan terkejut.


"Aku tahu kita belum cukup dekat, setiap kamu berangkat sekolah bersama teman-teman kamu aku selalu melihat kamu setiap kali aku mengantarkan anakku ke sekolahnya. Aku juga tidak tahu entah kenapa pandangan mataku hanya tertuju kepadamu... Sepertinya aku mencintaimu Anton" Susan

__ADS_1


########Flash back off


To be continue


__ADS_2