
AUTHOR POV
■■■■■■■■■■■
Minggu
Pukul 8 a.m
Di Kebun Binatang
_____ΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠ_______
Zen dan Nakirara, meluangkan waktu bersama denan berkencan ke kebun binatang.
"Aku masih penasaran kenapa tiba-tiba kamu mengajakku pergi keluar?" tanya Nakirara
"Teman-temanku sudah tahu hubungan kita, aku rasa kita tidak perlu sembunyi-sembunyi, aku juga udah capek" jelas Zen
"Baiklah, lihat macan tutulnya ganas dan buas banget ya kelihatanya" Nakirara melihat-lihat macan tutul
"Dimanapun itu yang namanya macan juga ganas sayang" Zen
Mereka juga melihat hewan-hewan lainya di kebun binatang.
"Wah Nakirara sayang lihat deh Adek kamu di kasih pisang sama pengunjung lain" kata Zen sembari menunjuk monyet
"Adek aku bukan monyet Zen" Nakirara
Setelah puas mengunjungi kebun binatang untuk melihat berbagai macam hewan, Nakirara dan Zen memutuskan untuk pergi makan siang. Dan di restoran mereka tiba-tiba bertemu dengan Yuki yang saat itu sedang bersama dengan Nisa.
"Zen?" Yuki
"Eh ada temanku yang paling cantik dan imut. Mau kemana lagi ini?" tanya Zen kepada Yuki
"Jangan panggil gue gitu lah Zen. Gue ini cowok. Gue habis liat adek lo tuh di kebun binatang, buas dan liar banget tau nggak nggak ada bedanya sama Zinan" Yuki
"Bangs*t! Oh iya ngomong-ngomong sejak kapan lo balikan lagi sama si tomboy? Dan ceritanya kalian berdua sekarang lagi kencan?" Zen melihat Nisa sama Yuki
"Anjir, ternyata lo masih inget sama gue ya? Kirain lo sudah lupa. Ya siapa tahu memori lo penuh dengan film yang ya begitulah..." Nisa
"Hei gue sudah tobat" Zen
"Jangan percaya sama tukang senam jari dan selalu menghabiskan tisu atau sabun untuk anu sayang" ucap Yuki kepada Nisa
"Terserah saja, kenalin Nakirara. My girlfriend" Zen
"Iya gue udah tau, gue juga udah kenal sama Nakirara" Yuki
"Hai Na, kamu nggak takut apa pacaran sama bokepers? Bahaya loh Na" Nisa merangkul Nakirara
"Hadeeh banci di tambah tomboy hasilnya aahh gak bisa bayangin anaknya kayak gimana sih" Zen memegang kepalanya lalu menarik Nakirara pergi dari tempat itu
"Sialan, awas saja jika aku bertemu denganmu lagi Zen" Yuki
"Lupakan hal itu dan ayo kita makan aku lapar" Nisa
__ADS_1
Kembali kepada Zen dan Nakirara yang saat ini sedang makan siang bersama di rumah makan yang lain.
"Kok gak dimakan?" tanya Nakirara
"Suapain" Zen
"Malu ah di liatin orang banyak" jawab Nakirara melihat orang-orang di sekelilingnya
"Suapin" pinta Zen lagi
"Baiklah" Nakirara mengambil makanan Zen dan berniat untuk menyuapi Zen tapi tiba-tiba Zen malah sudah bersiap untuk menyuapi Nakirara
"Aaaak" Zen
"Katanya kamu minta di suapin? Kok malah kamu sih nyuapin aku?" Nakirara masih belun mengerti apa maksud Zen yang sebenarnya
"Nakirara buka mulutmu sayang" Zen
Kemudian Nakirara membuka mulut dan Zen memasukkan makanan kedalam mulut Nakirara. "Akhir-akhir ini kamu bersiap lembut padaku, aku heran apa yang terjadi padamu?" tanya Zen
"Benarkah?" Nakirara
Wajah Nakirara memerah, Zen masih tersenyum memandangi Nakirara di depanya, Nakirara merasa sangat malu yang dia tidak berani menatap Zen memutuskan memalingkan wajahnya ke arah yang lain. Kemudian setelah Nakirara menelan makanannya dia minum dan kembali melihat ke arah yang lain.
Zen menghadapkan wajahnya Nakirara agar menatapnya balik setelah itu dia memegang tangan Nakirara lantas mencium tangannya gadisnya itu. "Nakirara sayang" Zen memanggil Nakirara dengan wajah masih tersenyum karena dia tahu apa yang gadisnya rasakan.
"Iya?" Nakirara melihat ke arah Zen di depanya
"Kamu belum menjawab pertanyaanku" ucap Zen sambil makan
"Nakirara... " panggil Zen lirih lalu menyentuh pipi Nakirara dan mendekatkan wajahnya ke wajah Nakirara hingga mereka bisa merasakan hembusan nafasnya satu sama lain. "Aku juga ingin selalu bersamamu Nakirara. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sayangku" kata Zen
"Janji ya" Nakirara
"Janji" Zen
"Janji loh ya tidak akan meninggalkan aku" Nakirara
"Iya aku janji. Tidak percaya banget sama aku" Zen
"Aku percaya kok" Nakirara
"Tuh kan sayang kita ketemu sama anjing yang tadi? Pindah yuk" Yuki menarik Nisa keluar rumah makan tersebut
"Aneh banget. Ngapain coba dia ke sini? Aku kira dia sudah makan di rumah makan sebelah" Zen keheranan melihat Yuki dan Nisa yang mulai menjauh
ZEN KURNIA POV
-----------------------------
Sore itu gue nganterin Nakirara pulang. Sesampainya di rumah Nakirara di waktu yang sama gue ada Anton yang baru saja mau pulang setelah mengantar Susan dan Feri (anaknya Susan).
"Nganterin Nakirara ya? Habis jalan kemana tadi?" tanya Anton
"Iya Kak Anton nganterin Nakirara. Tadi kami ke kebun binatang" jawab gue
__ADS_1
"Bisa aja lo Zen, oh iya Adik ipar kamu masih perawan kan? Nggak di unboxing sama Zen kan? Tahu lah Zen itu gimana" ucap Anton kepada Nakirara
"Jaga bicaramu Anton. Gue gak mungkin nglakuin itu, kok pada gak percaya sih kalo gue beneran udah tobat" gue beneran kesel nih
"Papa" panggil anaknya Susan yang katanya bernama Feri
Gue beneran nggak nyangka banget si soang Anton udah di panggil Papa sama anaknya Susan. Anton melambaikan tangannya ke Feri dan di belakangnya juga ada Susan kemudian Anton memberikan ciuman jauh lalu pergi dengan mobil pajero sport miliknya kemudian Feri dan Susan masuk kedalam rumah.
"Yasudah aku pulang ya" kata gue ke Nakirara
"Hati-hati" Nakirara
Saat gue jalan kerumah gue di klakson sama Jeno yang baru saja pergi sama pacarnya.
Gue lewat rumah si Sholik. Gue lihat rumahnya. Anjir sepi banget cok mungkin dia lagi jalan sama guru baru itu.
Naaah sesampai dinrumah gue melihat Zinan yang duduk di teras rumah sambil main hp. Saat gue mau masuk ke dalam...
"Oi" Zinan memanggil gue
"Apa?" gue
"Bunda tadi nelpon lo? Tadi malam maksudku" tanya Zinan
"Kenapa?" gue
"Lo beneran mau ke Inggris?" hanya Zinan balik
"Memangnya bunda bilang apa saja ke elo" gue
"Bunda bilang lo bakal ke Inggris dan..." jawab Zinan
Kemudian gue masuk kedalam rumah ninggalin Zinan di luar.
"Zeeeeeennnnn! Gue tuh sedang ngomong, hargain napa sih?" Zinan
"Ngomong aja sama tiang rumah depan lo tuh!" gue nyaut dari belakang njir
"Glontang" kampret siapa yang naroh air panas di bawah sih anjir? Tumpah ke kaki gue lagi, duh...
"ZINAAAAN!" gue yang kepanasan memanggil Zinan
"Pyar" gue gak sengaja jatuhin nampan yang berisi piring dan gelas ke lantai dan pecah
"Berisik banget sih anjing! Gue jual baru tau rasa lo" Zinan datang
"Lu ngapain naruh panci berisi air panas di bawah goblok?" gue
"Jadi kaki lu kena? Rasain tuh" Zinan. Kemudian dia pergi tanpa dosa ninggalin gue
"Oi Zinan! Mau kemana lo? Kampret! Zinaaaannnn awas lo ntar kalo pulang ke rumah!" gue kesel banget anjir, panas banget cok.
Gue masuk kamar gue dan "Bruak" gue banting pintu. Semenjak temen-temen gue pada punya pacar mereka jarang keluar sama gue. Palingan juga ngumpul di sekolah dan di luar seminggu sekali itu pun mereka gak lengkap.
To be continue
__ADS_1