
Nakirara yang jalan bareng Zen menuju kelasnya membuat teman-temannya penggemar berat Nakirara atau pun penggemarnya Zen dari SMA Maju Jaya maupun SMA Utama langsung heboh dan berteriak histeris. Padahal itu cuma jalan bareng, tapi membuat mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung langsung pada kena serangan jantung dan kejang - kejang berjamaah. Dan anehnya penyakit jantung mereka itu menular dengan waktu yang cepat.
Sesampai di kelas Nakirara mengambil jas dan memberikan jas itu kepada Zen. Zen menerimanya dia melihat dan memeriksa jasnya.
"Warna gak luntur oke, di setrika baiklah, noda hilang bagus kalo gitu... Baunya Wangi.. Oke deh gue tau pasti lu pakek detergen daia kan?" Zen
"Enggak" Nakirara
"Molto kalo gitu?!" Zen
"Hemmm salah" Nakirara
"Rinso, Rinso?!" Zen
"Bukan ayo... Ayo..." Nakirara
"Eng... A.. Vanish... Vanish...?!" Zen menebak dengan semangat kayak main game yang ada di TV, TV gitu
"Bukan-Bukan ayoooooo..." Nakirara
"Downey pasti!" Zen
"Tidakkkkk" Nakirara
"Eng... Ekonomi?!" Zen
"Tidak" Nakirara
"Bayclin?!" Zen
"Tidak" Nakirara
"Kalo begitu pasti parfum laundry?!" Zen
"Wowww seratus anda mendapatkan uang tunai sebesar 2 jt di persembahan oleh kopi ABC pajak di tanggung oleh pemenang... Selamat ya" ucap Nakirara
"Yeee... Terimkasih kopi ABC" Zen pura - pura bahagia kemudian ia keluar sambil memakai jasnya
"Nakirara" kata Tisa yang memanggil Nakirara
Dia merupakan ketua kelas di kelas Nakirara.
"Kok lu bisa sama cogan sekolah ini sih?! Ceritanya gimana?" Tisa
"Gue juga gak tau kita kenal itu berawal dari pertengkaran, masa orang kayak gitu cogan sih? Kayaknya biasa aja?" Nakirara
"Coba dong lu buka mata lu lebar-lebar Na, dia tuh ganteng banget. Cuma lu doang yang bilang kalau dia itu biasa saja" Tisa
Nakirara pergi mendahului Tisa untuk menuju ke perpustakaan karena sejak tadi dia meninggalkan Mita tiba - tiba saat dia jalan dia di tabrak sama geng flowers .
"Sorry" ucap Nakirara dengan wajah tertunduk
Saat Nakirara mau pergi rambut panjangnya di tarik. Nakirara berhenti berjalan.
"Lepaskan, apa yang kamu lakukan?" ucap Nakirara berusaha untuk tetap sabar
"Dasar orang yang banyak drama! Perannya sebagai tokoh protagonis bagus banget ya teman-teman" Siska mengejek
__ADS_1
"Sok imut, baik, ramah, di depan semua anak cowok" Nia
"Aduh gue gak paham bahasa macan liar" Nakirara mengejek mereka baik
"Plak"
Nakirara mendapat tamparan keras di pipinya dari Indah. Dan tamparan itu membekas di wajahnya. Nakirara tertawa terbahak-bahak mengejek mereka
"Yaampun heters gue" ucapnya Nakirara pergi meninggalkan mereka menahan tawanya.
Geng flowers menatap Nakirara geram
"Kita habisi dia sepulang sekolah" Jasmine
"Preman itu tidak sepantasnya ada di sini" Nia
"Tenang saja gue punya rencana" Indah
"Apa yang lu rencanakan? Pastikan semuanya berjalan dengan lancar nantinya" Siska
Sesampainya di perpustakaan
"Sialan!" ucap Nakirara keras dan kesal
"Kamu kenapa Na?!" Mita
"Haters gue melonjak Mit" Nakirara
Zen Kurnia pov
19.00
"Kawan kayaknya gue gak jadi ikutan karokean deh" gue
"Kenapa Zen? Biasanya kalau ada ginian kamu paling semangat" Anton
"Gue mau nonton film. Soalnya gue dapet info terbaru tentang rekomendasi filem itu yang rilis di bulan ini, gue gak mau ketinggalan" gue
"Yaelah kan setelah pulang bisa Zen nonton bokepnya" Jeno
"Ini bukan bokep cok" gue
Kemudian Sholik sama Yuki narik paksa gue.
"Woy mau apa kalian njir... Woy lepasin gue bangs*t... Tolong - tolong ada homo di sini! Gue mau di perkosa tolong ada homo" gue teriak-teriak tapi nggak ada yang denger.
Sesampai di tempat karaoke semua anak-anak udah menunggu dan kami semua berpesta serta bernyanyi bersama sambil makan-makan, di sana juga ada banyak minuman anggur seperti whisky, win, dll.
23.19
Kali ini gue beneran sempoyongan di jalan gara-gara banyak minum anggur, gue sengaja milih jalan kaki soalnya kalo naek mobil ntar nyawa gue ngilang seketika. Temen-temen udah gak sadarkan diri semua dan nggak bisa pulang, sedangkan gue sendiri yang masih sedikit sadar saat itu memaksakan diri untuk balik ke apartemen. Dan di jalan gue ketemu sama Nakirara yang ngobrol sama anak-anak punk jalanan di pinggir jalan.
Tiba-tiba kepala gue pusing dan pandangan mata gue kabur njir, habis itu gelap dan gue ngerasa kalo gue terjauh di jalanan lalu asma gue kambuh sehingga gue kesulitan bernapas saat itu.
"Kak Zen! Kak Zen?! Apa kak Zen masih bisa mendengar suaraku? Kak?! "
Kayaknya dia adalah Nakirara yang sangat panik, hanya segitu yang dapat ku tangkap di telingaku, mataku mulai berat. Semakin gue paksakan untuk bernapas aku malah semakin sulit untuk menghirup oksigen.
__ADS_1
Kemudian...
Gue merasakan sesuatu yang aneh.
Saat itu gue masih di antara sadar dan tidak sadar yang jelas...perlahan tapi pasti gue bisa kembali bernapas dengan baik, dan...gue kayak di kasih napas buatan gitu cok. Gue membuka mata udah sadar kemudian gue bangun tiba-tiba aja gue udah ada di dalam taksi yang menuju ke apartemen.
"Sudah sadar Mas?" supir taksi
"Iya pak... Kok saya bisa di sini ya pak?" gue
"Tadi ada Mba Nakirara pelanggan saya itu. Dia telepon saya lalu saya di suruh nganterin Mas ke apartemen Mas ini, biayanya sudah di tanggung sama Mba Nakirara" pak supir
"Nakira tadi ngapain saya ya pak? Soalnya tadi saat saya setengah sadar kayak ada yang aneh gitu?" gue
Pak supir taksi diam
"Sudah sampai Mas" ucap pak supir
"Oh iya, terimakasih" gue keluar
Saat gue mau ke apartemen gue di panggil sama pak supir "Mas"
Gue berhenti dan melihat ke arah pak supir itu
"Tadi Mba Nakirara hanya menyelamatkan Mas kok" pak supir
"Iya saya tahu" gue
"Mba Nakirara... Mbak Nakirara sangat khawatir sama Mas nya. Mba Nakirara sangat ketakutan dan panik" pak supir
"Lalu?" gue
Gue yakin pasti ada yang lebih dari ini
"Mba Nakira memberikan napas buatan kepada Mas..." pak supir
Gue terdiam dan mematung di tempat
"Kalo begitu saya permisi dulu" ucap pak supir kemudian pergi mengemudikan taksi - nya
Gue kembali ke apartemen gue malam itu dan gue duduk
"Kirara memberikan napas buatan buat gue? Itu artinya kami berdua telah melakukan suatu... Suatu... Suatu..." gue.
Payah first kiss gue udah di ambil sama dia. Kalau gitu first kiss dia juga udah di kasihkan ke gue? Yaampun setelah asma gue kambuh kok gue berasa mau jantungan gini sih kampret? Aduh jantung gue... Gue kenapa nih?
1 A.M
Salan gue gak bisa tidur njir gue kepikiran terus sama Nakirara
-----------------AUTHOR POV---------------
02.19
Di rumah Nakirara
"Kenapa Zen membuat penyakit insomnia ke gue sih" Nakirara
__ADS_1
To be continue