
Zen Kurnia POV
Gue kaget banget setelah mendengar cerita dari Anton. Orang yang di maksud sama Anton ternyata itu adalah kakaknya Nakirara (pacar gue).
"Ehem... Terus gimana? Apa jawaban lo setelah dia menyatakan cinta? Lo terima atau lo tolak dia?" gue mulai kepo sama Anton.
"Aku langsung menolaknya Zen, aku bilang kalo pacaran itu dosa mending langsung nikah aja" jawab Anton dengan santainya
Apa dia bilang barusan? Menikah?!
"Lo serius mau sama dia An? Dia janda, udah ada anak Anton. Lo yakin mau nikah muda? Masa depan lo masih panjang cok, oh apa jangan-jangan lo menerima cinta dia karena rasa kasihan aja?" tanya gue
"Aku serius Zen, dia mencintaiku dengan tulus dan aku rasa aku juga mulai jatuh cinta sama dia. Memang benar bahwa setelah menikah urusan bisa bertambah banyak dan ada juga resikonya tapi bagiku itu tidaklah apa-apa. Aku akan menghadapinya sebisaku" jawab Anton
Sumpah gue masih gak nyangka banget sama temen gue si Anton Santoso, tadi di sekolah Jeno yang jadian. Sekarang di warung ketoprak ada cerita dari Anton, besok jangan-jangan si banci tuh yang dapat pacar dan mungkin saja lusa giliran si Sholik dapat nenek-nenek atau nggak cewek SMP mungkin?
Gue sekarang sudah tahu bahwa status teman-teman gue yang di rahasiakan. Tapi gue pura-pura nggak tahu, mengenai status hubungan gue sama Nakirara sendiri, sejauh ini belum ada yang tahu. Tapi yang jadi masalahnya adalah si Anton nih kalo dia tahu hubungan gue bisa gawat? Soalnya dia ini polos dan jujur banget jadi gue khawatir jika hubungan gue sama Nakirara bocor dan di ketahui anak-anak di sekolah gue. Selain itu Anton itu bakal jadi Kakak Ipar gue cok.
Gue pulang pukul 11 p.m
Sesampainya di rumah adik gue udah tidur, terus gue main hp dan liat-liat instagram di salah hp gue. Jadi gue itu punya dua hp dan akun medsos gue juga lebih dari satu. Hp gue yang satunya lagi cuma ada nomor Nakirara dan nomor keluarga, gak pernah gue buka dan gue tunjukan di depan teman-teman gue soalnya gue waspada banget sama Sholik. Takut di stalking cok.
įŋşţāgŗām
Sholik1112 ...
(Author: Sholik pake baju bergaris, Zen pake baju hitam. Anggap saja mereka beneran Sholik dan Zen wkwk)
like | coment | tulis pesan
Di sukai oleh Yuki01, Jeno54, Sholik1112, Anton15 dan 68.7390 lainya
Sholik1112 teman seperjuangan mulai dari sd, smp, sma gue yang ini kadang ngeselin banget.
████████████████████
⇨HASHTAG
⇨★#Zense★
Lihat 79 komentar lainnya...
11 menit yang lalu
Si soang ngapain post foto gue sama dia yang nggak jelas banget njeng? Kampret tuh anak minta di bom nih kayaknya
Line [otw taubat]
11.25
__ADS_1
Zense: @sholik lu ngapain post foto kayak gitu njeng gue jelek banget itu
Sholik: Percaya diri aja Zen kita dapat respon bagus kok.
Zense: Hapus nggak tu postingan atau gue kirim santet nih?!
Yuki: Zense nggak perlu di hapus, semua orang udah tau. Lo telat bilangnya!
Anton: Tadi Zen pergi sama aku makan ketoprak.
Jeno: Tumben banget kalian berdua makan ketoprak, Zen doyan juga sama tuh menu makanan ya?
Sholik: @jeno lu kapan nraktir kita orang Jen?
Jeno: Maksud lu paan Shol?
Sholik: Ya kalo nggak di traktir juga nggak masalah kok.
Gue tau maksud Sholik nih, Sholik bertujuan untuk menyinggung Jeno yang baru jadian tadi siang. Rasain tuh Jeno... Was-was kan lu?
Jeno: @sholik PC
Yuki: Dih PC segala
Anton: Ada bisnis mungkin
Zense: Wah ada yang main rahasia-rahasiaan nih.
Gue bilang juga apa? Jeno udah ngerasa kalo Sholik tahu semuanya.
**************
Melalui saluran telepon Jeno dan Sholik berbicara
Jeno: "lo jujur aja ke gue lo udah tau semuanya kan?"
Sholik: "iya gue udah tau kok"
Jeno: "selain lo siapa yang udah tau?"
Sholik: "gini Jen, awalnya gue itu nggak tahu tapi kemudian gue di kasih tau sama Zen"
7 a.m
"Zinan cepetan cuma iket rambut lama banget lo" Zen main hp di luar rumah
Tak lama Zinan keluar mengunci rumahnya dan memberikan kunci itu kepada Zen sendiri. Kemudian mereka berangkat sekolah bersama. Sesampai di sekolahnya Zen memikirkan mobilnya dan kemudian berdua keluar.
"Huaaaaaaa"
"Jeno!!!!!!!!! "
__ADS_1
"Huuuuuuuuuuuuu"
"Jenoooooooooo!!!!!!! "
Anak-anak meneriakan nama Jeno, mereka semua bersorak-sorak rame. Zen melihat apa yang terjadi dan ternyata itu adalah Jeno yang bergandengan tangan dengan Tisa secara terang-terangan ke sekolah.
"Kampret seleranya tinggi banget rupanya, tapi tuh anak kok mau ya pacaran sama Jeno?" Yuki
"Jeno kok bisa jatuh hati sama dia awalnya gimana tuh?" tanya Anton ke Zen
"Lah kamu mau nikah sama tante seksi gimana awalnya?" Zen nyahut
"Apa! Anton mau nikah sama tante seksi?" Yuki
"Enggak! Jangan percaya sama Zen. Dia sering bicara asal-asalan" Anton
"Woy ngomongin gue yak? Gimana fens" Sholik datang dengan wajah bahagia dan senyum khasnya itu melihat teman-temannya yang lain
"Bahagia banget lu hari ini? Menang undian ya?" tanya Yuki kepada Sholik
"Gue dapat berita bagus hari ini" Sholik
"Berita apaan?" tanya Anton
"Ada guru baru cok, cantik banget anjg. Kecantikannya gak ada yang bisa menandingi. Pacarnya Jeno? Uuuh gak ada apa-apanya. Nakirara? Kalah" Sholik
"Gilak, segitunya Shol?" Yuki
"Zen kok lu nggak seneng sih" Anton
"Biasa aja kok, lagian gue udah dapat apa yang gue inginkan" Zen pergi meninggalkan mereka
Sholik merasa heran dengan Zen dan masih memikirkan omongan Zen barusan.
Kemudian saat bel masuk dan pelajaran kelas Zen di jam pertama sedang jam kosong dan rame banget kayak pasar pindah. Mereka ada yang nyanyi, ada yang main gitar, ada yang tidur, ada yang musikan, ada yang mabar game online, ada yang... Ada yang... Iya pokoknya itu. Lalu Zen keluar dan dia melihat ada seorang guru yang berjalan menuju ke kelasnya.
"Eh ada guru baru mau kesini njeng!" ucap Zen panik
Semua langsung bubar dan pergi ke tempat duduk masing-masing dengan rapi dan suasananya menjadi tenang. Guru baru itu, masuk ke kelas. Dia membuat anak-anak di kelas itu tercengang karena penampilannya yang seksi.
"Selamat pagi semuanya" guru baru
"Pagi Bu" jawab seluruh siswa
Diam-diam Zen di kelasnya main hp sendiri dan tidak memperhatikan guru baru itu
"Perkenalkan saya Intan Soraya saya lulusan S2 di Stanford University jurusan biologi, saya tinggal di Jakarta Pusat dan saya akan mengajar kelas kalian mapel biologi" Intan
Jeno masih diam dan fokus dengan buku novel di depanya yang di halangi oleh buku tulis biar tidak ketahuan kalo dia tidak membaca novel. Anton sendiri malah sibuk makan di kelas diam-diam. Sementara Yuki sibuk menggambar model rambut karyanya. Sedangkan Sholik sendiri terlihat duduk santai dengan satu kaki yang di pangku di paha sambil ngerokok diam-diam. Dan Zen malah mabar game online sama anak kelas sebelah. Sholik melihat Zen dan matanya langsung terbelalak karena saat itu Zen main-nya terang-terangan hanya saja di depan Zen adalah siswa yang sangat gemuk yaitu Malik. Dan Zen di tutupi oleh Malik di depanya.
"Oke kita langsung memulai pelajarannya ya, silahkan buka hamalan 57" Bu Intan
__ADS_1
Mereka langsung melakukan apa yang bu Intan perintahkan. Bu Intan, mulai menerangkan pelajaran di depan kelas.
To be continue