Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 7


__ADS_3

Zen Kurnia POV


07.30


Hari ini gue sama temen-temen gue di hukum berdiri tegak di tengah lapangan sambil hormat kepada bendera merah putih. Kami di hukum seperti ini gara-gara terlambat dan leher kami di kalungkan tulisan "JANGAN TIRU SISWA YANG KAYAK SAYA"


"Ini semua gara-gara kalian semua tau gak! Habis ini gue botakin kepala kalian satu per satu ngerti kalian!" gue beneran emosi sama mereka


"Zen ini tuh bukan salah gue ini salah Yuki dia keramas tadi lama banget tadi"Jeno mencoba meyakinkanku "Harusnya yang lo botakin habis ini tuh Yuki" lanjutnya


"Kok gue sih Jen, tadi tuh yang mandinya paling lama Anton. Dia sembelit di dalam" Yuki


"Tapi aku kan emang selalu bangun paling pagi? Dan biasanya yang selalu bangunin kalian juga aku kan? Sholik juga lama" Anton


"Emang gue ngapain di dalam njir? Gue mandi tuh cepet tau nggak!" Sholik masih gak terima


"Tadi kamu minta duluan mandinya soalnya lu bilang kalo lu lama mau senam jari di dalam yaudah gue ngalah aja tadi... " Aton


"Iya... Sholik yang salah dia yang pertama kalinya mandi tadi pagi setelah Anton sembelit" Jeno


"An harusnya habis itu lu langsung mandi tadi" Yuki


"Sholik menggedor-gedor pintu terus Yuk" Anton


"Brisik! Diam kalian! Pokoknya kalian gue botakin ntar saat jam istirahat makan siang!" gue


"Zen jahatttt.... He... He... He...He... He.... Yuki... Zen jahat... 😭" Anton menangis memeluk Yuki


12.00


Hukuman gue selesai tepat saat jam istirahat makan siang kemudian gue sama mereka langsung ke kantin, masalah gue mau botakin mereka lupakan aja soalnya gue cuma bercanda tadi.


______________


AUTHOR POV


______________


"Bruak" Siska terjatuh di samping Nia saat Nakirara lewat


"Aw... Sakit banget tangan gue" Siska pura-pura kesakitan memegangi tangannya


"Eh bangsat! Lu apain temen gue anjer! Tanggung jawab nggak lo!" Jasmine teriak-teriak dan berbicara kasar kepada Nakirara.


"Apa? Kok gue sih?!" Nakirara kaget dan melihat Siska dan teman-teman Siska


"Emang jelas-jelas lo yang bikin Siska kayak gini!" Indah


"Baru tiga hari di sini udah macem - macem nyali lo gede juga ternyata!" Nia


"Yaampun Siska...." Indah melihat tangan Siska yang sakit

__ADS_1


"Ahw... Sakit banget kayaknya gue cidera deh" Siska berdrama di depan Nakirara dan anak-anak sekolah SMA Utama yang lain.


"Siska kita ke UKS ya, ayo teman-teman bantu dia" Nia


Nakirara hanya diam melihat mereka, Nia, Indah dan Jasmine menuntun Siska yang berpura-pura kesakitan. Setelah mereka pergi anak-anak SMA Utama heboh gara-gara kejadian itu, di tambah lagi berita itu juga di lebih-lebihkan.


"Apa Nakirara nendang Siska"


"Siska sampe nggak bisa jalan loh"


"Jahat banget ya"


"Emang apa yang Siska lalukan?"


"Siska nggak ngapa-ngapain njir... "


"Mungkin aja Nakirara iri sama geng flowers"


"Iya, kelihatannya sih di depan kalem tapi ternyata Nakirara busuk di dalam"


Di kelas Nakirara sendiri anak-anak juga tidak terima dengan kabar dan gosip dan hoax yang sudah menyebar di sekolah itu.


"Bangs*at! Maksudnya apaan coba mereka menuduh Nakirara melakukan kekerasan terhadap the geng gak jelas?!" Tisa sang ketua kelas


"Anak-anak sampah kayak mereka sepertinya mulai cari gara-gara sama kita nih" Mita


"Sumpah pengen banget gue bakar tuh mereka semua" Tisa


Tisa adalah ketua kelas dan mantan ketua osis di sekolah SMA Maju Jaya yang dulu cukup di takuti di sekolahan karena selain itu dia juga seorang preman jalanan. Tak heran jika dia mudah panas dan memiliki emosional yang cukup tinggi. Setelah itu ada beberapa anak datang ke kelas Nakirara mereka masih dari sekolah yang sama dengan Nakirara tapi beda kelas dan beda jurusan. Mereka perwakilan dari kelas-kelas yang lainya, katanya ada yang mau di rapatkan sama ketua kelas Nakirara yang namanya Tisa itu.


"Rapat apa?" Tisa


"Rapat ini berkaitan dengan hidup dan mati kita semua" jawab Fais ketua kelas IPA 1


"Whoaahhh!!! Sampe segitunya?" Nakirara


"Iya, rapat ini sangat penting maka dari itu Tisa harus datang" kata Andri ketua kelas IPS


"Oke, oke, kapan rapatnya? Dan dimana pelaksanaannya?" Tanya Tisa


"Gimana kalo di markas elu? Biar aman aja, soalnya ini rapat penting dan cukup tertutup hanya para ketua dan wakilnya saja yang boleh menghadiri rapat itu" kata Nawang ketua kelas IPS 2


"Hemmm... Boleh juga sih kayaknya kalo di markas gue kayaknya emang bakal aman dan lancar" Tisa


"Apa anak-anak yang lain sudah tau?" Nakirara


"Mereka sudah tahu, karena sebelumnya kami para ketua kelas sudah mendiskusikan tentang ini" jawab Aldo ketua kelas IPA 5


"Ya baiklah... Rapatnya kita laksanakan nanti sepulang sekolah" Beni(ketua kelas IPS 3)


________________

__ADS_1


Zen Kurnia POV


__________________


Pulang sekolah gue menghadang Nakirara karena gue mau ngucapin terimakasih ke dia soalnya dia udah menghidupkan gue kembali, kalo nggak ada dia mungkin gue tuh udah mati.


"Kirara" gue memanggil Nakirara dengan kata Kirara soalnya kalau Nakirara kepanjangan. Atau gue panggil Kira aja kali ya? "Oi Kira!" panggil gue lagi


Dia menoleh "Kamu manggil gue?"


"Iya" gue


"Lo siapa?" Kira


Waduh gue di lupain njing. Aku suami kamu Nakirara


"Masa udah lupa sih sama kak Zen?" gue


"Oh iya mas sampah gue inget" Kira


"Iya Mba sampah" gue


"Kak Zen" panggil Kira


"Kira" gue


"Ada apa? Perasaan gue gak cari masalah deh sama lo deh?" Kira


"Gue mau bilang terimakasih sama kamu" gue


"Buat apa?" Kira


"Iya, soalnya tadi malam lu..." gue


"Tadi malam? Tadi malam gue nonton bioskop sama temen-temen" Kira


Bukanya semalam dia ngobrol sama temen-temen dia di jalanan?


"Apa? Tapi pak supir taksi bilang lo yang..." gue


"Iya gue yang nyuruh pak supir itu habis itu gue balik lagi bareng temen-temen" Kira


"Lu jujur aja ke gue terus terang tadi malam yang ngasih gue napas buatan itu elu apa bukan sih?" gue


"Napas buatan? Gue gak tau apa - apa Kak Zen. Mungkin itu pak supir sendiri yang ngasih elu napas buatan tapi bilangnya gue" Kira


"Apa? Jadi bukan lo?" gue


"Semalam tuh gue beneran berharap kalo orang yang di depanku itu mati, soalnya gue udah rumit banget sejak gue kenal sama dia" ucap Kira (Nakirara) sambil melihat gue yang saat iti ada di depanya. Kemudian Nakirara pergi


_________Normal pov__________

__ADS_1


Zen menundukkan kepalanya kemudian dia tersenyum


"Nakirara aku bukankah orang yang mudah untuk di bohongi" ucap Zen pelan dalam senyum kecilnya


__ADS_2