
Sholik dan Yuki kembali ke apartemen, mereka masih ribut sejak perjalanan pulang tadi gara-gara cewek cantik yang menawarkan asupan dan Sholik tidak setuju dengan rencana Yuki yang berniat membawa mereka ke apartemen untuk di jadikan hadiah kepada sahabatnya yakin Zen Kurnia.
"Pokoknya enggak ya enggak Yuk! Itu dosa cok, terserah lu mau bilang apa ke gue pokoknya gue gak akan tinggal diam kalo salah satu di antara kita ada yang zina" Sholik
"Iya Pak ustadz iya..." Yuki
"Wah kalian udah pulang ya? Yuki, soto Kudusnya mana?"Anton
"Sorry Anton, gue lupa besok ya? Gue janji sama lu gak bakal lupa tadi di jalan ada sesuatu yang buat gue lupa akan segalanya" Yuki
"Iya sudah deh, gak masalah kalo begitu aku tidur aja lah udah ngantuk" ucap Anton dengan polosnya yang menyelimuti seluruh tubuhnya di tempat tidur kemudian memejamkan matanya.
"Bruak" Zen menendang pintu dan kemudian dia duduk dengan sangat emosi.
Semua pun kaget kecuali Anton yang sudah pulas tidurnya, tuh anak kalo udah yang namanya merem apapun yang terjadi nggak bakal denger.
"Ada apa nih ada apa?" tanya Sholik
"Dia dapat bencana" jawab Jeno
"Sialan, ini gara-gara bocah misterius itu" Zen
"Bencana apa?" Yuki
"Tadi ada perusak suasana" Jeno
"Tuh kan Shol, seandainya tadi gue ajak tuh cewek - cewek cantik kemari emosi Zen bisa langsung di hempaskan dengan sangat mudah" kata Yuki ke Sholik
"Diem atau gue sumpal mulut lu pakek semvak yang di pake Jeno sekarang?! Gue lepasin sekarang mau gak?!" Sholik
"Ih najiiiis banget. Jahat! Sholik jahat!" ucap Yuki pura - pura feminim dan pergi ke tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Tadi itu gue tuh kenalan sama cewek nama dia Susan, katanya usianya 23 lah gue baru aja 18 tahun, mungkin dia awet muda kali ya jadi gue mikirnya kalau Susan tuh sekitar 18 tahun tadi soalnya dia cantik, seksi, imut, eh ternyata dia seorang janda dan udah punya anak" Zen mulai bercerita kepada sholik dan Jeno
"Sampe sekarang gue juga masih gak nyangka kalau dia itu sudah punya anak-anak. Tapi itu anak di buat secara berjama'ah atau hasil nikah ya?" Jeno bertanya-tanya
"Dia cerita kalo dia udah nggak punya siapa - siapa kecuali anaknya sama adik perempuannya yang katanya sikapnya tuh seperti seorang preman" Zen
__ADS_1
"Apa? Lu bilang apa barusan? Adik perempuannya yang merupakan seorang preman kan? Mungkin yang tadi nendang lu bisa saja adik perempuan dia? Kan preman? Cewek mana bisa menendang dengan tendangan sekuat itu njir?" Jeno
"Oh ya gue juga di kasih nomer whatssap Susan coba dong Shol lu lacak dan cari tau tentang mereka gue penasaran banget nih" Zen memberikan nomor Susan kepada Sholik
Sholik yang memiliki kemampuan sebagai seorang hacker pun langsung mengeluarkan laptopnya yang sangat bermerek dan mulai melacak keberadaan Susan dan mencari tahu tentang dia tiga menit kemudian...
"Gimana Shol? Sudah belum?" Zen
"Seperti yang lu bilang tadi dia cerai sama suaminya dan punya seorang anak perempuan tinggal di Jalan... Jalan... Sebentar. Jalan Putus Asa no 32 depan Toko yang jualan batu nisan dan perlengkapan jenazah dia juga punya satu adik perempuan masih SMA" Sholik masih mengotak-atik laptopnya
"Sekalian dong coba cari tahu gue masih dendam sama orang yang nendang gue, kampret sakitnya masih terasa banget cok" Zen
Sholik masih mengetikkan sesuatu sambil melihat laptopnya "Gue bajak Fb adiknya ya, sebentar masih loading, nah ini dah bisa coey. Si adik namanya adalah Nakirara biasa di panggil, Nakirara ini sekolah diiiiiiiiiiii SMA Maju Jaya kelas 12 lahir pada tanggal 1 januari 2001 dia juga ikut ekskul bela diri aliran ehem kalo gak salah ini logo aliran Cinta Abadi" jelas Sholik
"Gilak gue baru tahu di Indonesia ada aliran bela diri Cinta Abadi kayak apa tuh ajaranya" Jeno
"Yang bener? Mana ada nama aliran Cinta Abadi dalam bela diri di Indonesia?" Yuki
"Ada photonya nggak Shol?" Zen
"Ada kok coba lu kesini sebentar" Sholik
"Zen kalo lu nggak suka sama nih anak, buat gue aja ya" ucap Jeno menepuk bahunya Zen
"Anjir cantik banget Zen! Sumpah kalau dia jomblo mending lu pacarin nih anak. Sayang banget kalau di sikat sama yang lain cok" Sholik
Diam-diam Zen mulai tertarik dengan gadis di foto tersebut.
"Hmm mereka semua benar. Dia sangat cantik" batin Zen
"Ada photonya yang full nggak maksud gue nggak cuma setengah badan doang" Zen
"Ada kok, ini" Sholik scrolling ke bawah "Cantik banget cok anaknya"
"Nggak, nggak percaya gue sebelum tahu orangnya langsung yang beneran original, soalnya yang tadi nendang gue tuh gelap banget kayak hantu momo gitu, nggak bening seperti tanpa kaca kayak gini" Zen
"Soalnya tadi club malam yang kita datangi itu lampunya agak remang-remang Zen, dan dia juga pakek jaket item, topi item, serba item makanya gelap banget kayak genderuwo" Jeno
__ADS_1
ZEN KURNIA POV
__________________
Hay semuanya hari ini gue beneran gak bisa konsentrasi sama sekali sejak pelajaran jam pertama dari pagi sampe sekarang nih. Gue masih penasaran sama------ si kepar*t----- yang tadi malam itu. Hari ini gue berencana buat mastiin tuh anak saat pulang sekolah gue masih menyimpan dendam yang Luar biazah
14.15
"Teng ~ninoninoninoni.... Ngung.... Wiuwiuwiuwiuwiu.... Teng... Teng.... Teng..."
Bel panjang yang menandakan bahwa waktu pulang sekolah sudah tiba berbunyi.
Di parkiran sekolah gue ngasih tahu temen-temen gue kalo gue ada urusan sore ini dan gue nyuruh mereka pulang dulu, kemudian gue otw ke tempat dimana si keparat, maksud gue Nakirara adiknya Susan bersekolah tapi gue nggak langsung menemui dia sih.
Gue ke warung yang ada di luar sekolah dia, gue minum es teh di sana sambil mengamati siswa-siswi yang keluar dari gerbang sekolahan. Ternyata gak salah gue datang kemari ternyata anak - anak yang sekolah di sini tuh cakep-cakep semua, gak cewek-cewek yang ada di sekolah gue cok.
"Mas brow?! Nungguin siapa sih?" tanya Mbak penjaga warung
Gue tersentak kaget dan shock saat melihat orang yang ada di photo yang gue lihat sama Sholik dan Jeno tadi malam keluar dari gerbang sekolahan. Sumpah dia emang cantik banget sih. Sangking cantiknya gue gak bisa berkata-kata untuk mendeskripsikan kecantikannya.
"Oh itu pacar lu ya mas?" tanya Mbak penjaga warung lagi
"Nggak, dia calon istri gue" ucap gue ngawur kemudian gue pergi
Gue ngikuti tuh anak sampai rumahnya dan ternyata semua yang Sholik omongin ke gue semalam semuanya benar, kampret tuh anak emang bisa di andalin juga rupanya.
Nah habis itu gue langsung balik ke apartemen terus di hari berikutnya gue berencana bahwa hari berikutnya saat pulang sskolah ntar gue mau nyegat si keparat Nakirara.
**----Normal pov---**
Di hari berikutnya saat pulang sekolah Nakirara mampir ke warung depan sekolahnya buat makan siang, Nakirara sudah akrab banget sama penjaga warung, karena Mbak penjaga warung itu adalah langganannya sejak awal masuk sekolah SMA.
"Nakirara, calon suami lu ganteng juga ya" Mbak penjaga warung
"What?! My future husband? Jangankan di lamar, pacadan aja gue belum pernah bangs*t" Nakirara kaget
"Kemarin tuh ada cogan parah. Mampir kesini dia bilang dia calon suami lu Na" kata Mbak penjaga warung
__ADS_1
"Jadi penasaran" Nakirara
To be continue