Strange Courtship

Strange Courtship
Bagian 24


__ADS_3

Instagram


Zense98


...



Like|coment|tulis pesan...


Disukai oleh Yuki01, Jeno52, Sholik1112 dan351.3891 lainya.


Zense98 "Sesekali gak apa-apa lah posting foto kayak gini. Biar kayak orang-orang yang lain aja gitu"


__________^_^_________________


#Yuki01#Jeno52#Sholik 1112#Anton15


Lihat 184 komentar lainya...


1 menit yang lalu.


■■■■■■■


Zen Kurnia POV


■■■■■■■


Gue langsung cek siapa yang sudah nge-like serta kritik dan saran baca pembacaan. Ya rame banget dan followers gue juga nambah waktu itu. Tiba-tiba saja saat gue scrolling hp lihat posting di IG Bunda. Saat itu juga langsung badmood.


Gue menjawab panggilan telepon dari Bunda "Halo Bunda"


"Zen, kamu ujian tanggal berapa sayang?" tanya Bunda. Gue diam sejenak mengingat tanggal ujian gue.


"Tanggal 1 April kalo nggak salah" jawab gue


"Oke berarti 2 bulan lagi ya kalo gak salah?" Bunda


"Masa aku harus kuliah di Inggris sih Bunda?" tanya gue, masih gak percaya dengan permintaan Ayah dan Bunda.


"Ini demi masa depan kamu Zen" Bunda


"Tapi aku bisa menentukan masa depanku sendiri Bunda, aku bisa! Aku itu nggak anak-anak lagi, selama ini aku hidup mandiri aku nggak suka Inggris aku nggak mau. Aku ingin kuliah di Indonesia saja dan selalu bersama teman-teman aku yang lain Bunda!" gue mencoba meyakinkan Bunda


"Tidak Zen, kamu akan tetap kuliah di Inggris" kata Bunda


"Bunda, kuliah di Inggris itu bukan keinginanku. Keinginanku adalah kuliah di Indonesia... Menyakitkan rasanya jika aku harus menuruti maunya Ayah dan Bunda" aku langsung mematikan panggilan telepon Bunda.


Gue gak bisa bayangin dua bulan bersama dengan Nakirara mulai sekarang, gue aja baru sama dia seminggu atau dua yang lalu cok.


██████████


AUTHOR POV


██████████


Malam ini Anton, Susan dan anaknya Susan yang bernama Feri sedang jalan-jalan keliling kota Jakarta, mereka juga mampir ke pusat perbelanjaan untuk membeli oleh-oleh dan makan malam di sebuah swalayan yang cukup besar.

__ADS_1


"Mama apa aku boleh memanggil Kak Anton Papa?" tanya Feri kepada Susan


"Iya tentu saja, Feri bisa memanggilku Papa kok" sahut Anton dengan ramah


"Kak Anton?" Susan melihat Anton, dia masih merasa sungkan jika Feri memanggilnya Papa


"Aku tidak masalah dengan ini kok Susan" Anton


"Papa, baik deh" Feri


"Terimakasih Feri, ayo cepetan di makan makanannya" Anton


"Iya Papa" Feri


"Mau Papa suapain?" Anton


"Enggak ah Papa, aku bisa makan sendiri kok. Mungkin Mama barangkali yang mau di suapin sama Papa" Feri


"Feri?" Susan


Dan Anton sekarang sudah bersiap menyuapi Susan


"Ayo Susan, A... " Anton


"Kak Anton aku bisa makan sendiri kok" Susan


"Nggak, aku akan nyuapin kamu kalo kamu nggak mau aku nangis dan guling-guling di sini" Anton


"Mama ayo Mama nanti Papa nangis" Feri


"Kak Anton..." Susan menundukan wajahnya ke bawah menahan malu


"Baiklah kalau gitu aku nangis sekarang nih" Anton


"Iya deh oke oke" Susan memheranikan diri mengangkat wajahnya yang sudah memerah karena malu, dia menatap wajah Anton lalu memakan makanan suapan dari Anton.


Pada malam yang sama juga, pasangan kekasih yang lain Jeno dan Tisa tidak melewatkan malam minggunya untuk pergi kencan. Mereka pergi makan malam di tempat yang terbuka supaya bisa menikmati indahnya langit malam yang berhiaskan bulan purnama dan bintang-bintang.


Jeno memegang tangan Tisa lantas dia bertanya kepada Tisa "Apa kamu suka tempatnya sayang?"


"Iya, aku sangat menyukainya. Malam ini cukup indah" jawab Tisa


"Syukurlah, aku senang mendengarnya, dan satu hal lagi aku ini bukan orang romantis jadi aku minta maaf jika..." Jeno


"Jeno... " Tisa memanggil nama Jeno


"Iya?" Jeno


"Dimataku ini kamu adalah orang yang paling sempurna di dunia ini, apa pun yang kamu lalukan untukku... Apa pun itu bagiku adalah hal yang sangat menarik dan keren" Tisa


"Tisa?" Jeno tidak tau harus bilang apa.


Genggaman tangan Jeno semakin erat dan dia merasa tidak ingin melepaskan tangan Tisa.


Di sisi yang berbeda Sholik pergi ke apartemennya Bu Intan secara diam-diam.


"Sebagai seorang kekasih, sudah sewajarnya aku tahu semuanya tentang kamu" kata Sholik

__ADS_1


"Aku sih tidak masalah pacaran denganmu hanya saja aku masih merasa takut jika hubungan kita berdua ketahuan sama orang lain. Hari-hariku di penuhi dengan rasa waspada" Bu Intan


Sholik mendekati Bu Intan dan menatapnya mata Bu Intan dengan dekat


"Aku sudah berjanji padamu kan? Kalo semuanya akan baik-baik saja lagian waktuku di sekolah juga nggak lama kok" Sholik


"Iya aku tahu, kamu juga harus belajar biar tidak kalah dari Anton yang ada di berada di peringkat 2 paralel" Bu Intan


"Aku rasa aku akan sulit mengalahkan dia" Sholik merebahkan tubuhnya di atas sofa


Kemudian ketika Bu Intan mau pergi, Sholik menariknya ke pelukanya. Jadi sekarang bu Intan ada di atas tubuh Sholik dan menindihnya yang berbaring santai di sofa.


"Hei, Sholik apa yang kamu lakukan?" tanya Bu Intan


"Malam ini aku tidak ingin kamu jauh dariku. Aku hanya ingin bersamamu" kata Sholik mengeratkan pelukannya


"Lepaskan aku" Bu Intan mencoba memberontak


"Tidak akan" Sholik


"Sholik" Bu Intan menatap horror Sholik


Kemudian Sholik melepaskan bu Intan. Bu Intan turun dan duduk di bawah sofa


"Sayang" Sholik


Intan melihat ke arah Sholik dan...


cup,


Mereka berciuman


Sementra itu Yuki, malan itu dia duduk seperti sedang menunggu seseorang. Tak lama kemudian ada seseorang dengan penampilan tomboy feminim datang menghampirinya.


"Yuki, aku lama gak?" Nisa


"Lama banget sumpah, tapi kalau demi kamu aku nggak masalah kok" Yuki


Perempuan itu duduk di dekat Yuki


"Btw nama lo kemarin siapa ya?" tanya Yuki


"Lo beneran lupa atau pura-pura lupa? Hadeeh gue males kalau di suruh intro lagi" Nisa


"Yaelah tinggal sebut nama doang apa susahnya sih?" Yuki


"Hmm jadi gitu ya? Gue harus memperkenalkan diri dari awal sama elo lagi gitu ya? Mentang-mentang gue ini mantan lo saat SMP dengan mudahnya lo bisa move on dan lupa nama gue..." Nisa


"Hahahaha" Yuki tertawa karena merasa bahwa pertemuannya dengan mantan pacarnya adalah hal yang lucu. Sementara gadis yang ada di sebelahnya justru malah kebingungan dan terheran-heran. Dia penasaran apa yang di tertawakan oleh Yuki?


"Iya, ini adalah lembaran baru. Rencananya aku ingin menulis kisah yang lebih baik lagi dari awal. Silahkan perkenalkan dirimu lagi dari awal" jelas Yuki


Nisa, mengajak Yuki untuk bersalaman "Aku Nisa"


"Yuki, senang berkenalan denganmu Nisa" kata Yuki


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2