
Beberapa Minggu berlalu, Hubungan Amira dan Kaydra semakin hangat, bahkan Kaydra pun sering mengalah hanya untuk membuat Amira tersenyum.
Amira berusaha menjadi istri yang baik, tak ada gunanya melawan yang akan menghancurkan kehidupannya, bersahabat dengan keadaan itu akan membuat lebih baik, setidaknya untuk menjaga dirinya sendiri sebelum suatu hari ia akan tersisihkan dengan yang lain jika dirinya tak kunjung hamil.
Mentari menyambut pagi dengan tersenyum.
Amira masih tidur memeluk tubuh Kaydra sebelum dering ponsel berbunyi mengusik kenyamanan keduanya.
Mendengar ponselnya berdering Kaydra segera terbangun dan melihat ponselnya dan langsung mengangkatnya.
"Kenapa gak telponan di balkon, pergi sana biar gak kedengaran aku." Ucap Amira sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Kaydra. Melihat istrinya yang marah Kaydra pun mematikan ponselnya.
"Kenapa sayang marah lagi." Kaydra memeluk tubuh Amira dari belakang dan keduanya masih dalam satu selimut.
"Gak tau ah, malas bahas nya" Saut Amira bete.
Kaydra pun membalikkan tubuh Amira dan menghadap dirinya.
"Maaf jika buat istriku ini marah, aku janji gak akan mengangkat panggilan siapa pun saat bersama kamu, sekarang jangan marah lagi, oke" Kaydra pun mengecup kening Amira dengan mesra.
******
Beberapa Minggu terakhir sikap Amira tiba-tiba saja berubah dan lebih sensitif dan selalu cemburu, bahkan lebih galak dari Kaydra suaminya, Robi dan pelayan lainnya kerap mendapat amarah dari Amira tanpa sebab.
Pagi itu saat Amira dan Kaydra tengah sarapan. Ponsel pun berdering kembali, namun Kaydra selalu menepati janjinya tak mengangkat panggilan dari siapapun saat bersama istrinya, sampai beberapa kali panggilan itu masuk namun tetap tak di angkat.
"Aku akan selalu menepati janji, jadi sekarang kamu gak usah sering marah-marah lagi atau cemburu, aku gak pernah selingkuh sayang." Kaydra pun melihat jam ditangannya." Sayang aku harus berangkat kerja sekarang, kamu di rumah saja dan jangan kemana-mana." Kaydra pun mengecup kening Amira dan segera pergi meninggalkan Amira yang masih sarapan.
Sejak ditinggal Kaydra berangkat kerja, Amira hanya mengaduk-aduk makanannya.
"Non, kenapa makanannya kok cuma di aduk-aduk." tanya Ira yang sedari tadi memperhatikannya.
"Gak nafsu makan bi." Amira pun berdiri dari kursi dan ingin kembali ke kamar namun beberapa langkah berjalan tiba-tiba saja Amira mengalami pusing dan langsung pingsan, tubuhnya langsung tergeletak di lantai
Bi Ira yang melihat langsung berteriak memanggil yang lain.
"Non, bangun non..."Ira mencoba membangunkan Amira dengan cemas.
"Ada Apa dengan non Amira bi?" tanya Robi.
__ADS_1
"Gak tahu Robi, tiba-tiba non Amira pingsan."
Robi pun langsung mengangkat tubuh Amira.
"Bi tolong hubungi tuan, bilang kalau non Amira saya bawa ke rumah sakit." Robi pun langsung bergegas membawa Amira ke rumah sakit.
Sedangkan Bi Ira beberapa kali menghubungi Kaydra namun tak diangkatnya.
"Tuan, ayo angkat...." bi Ira gelisah karena tak ada jawaban dari Kaydra. Entah panggilan yang ke berapa kalinya baru di angkat oleh majikannya itu.
"Ada apa bi?" tanya Kaydra saat menerima penggilan BI Ira.
"Tuan, untung diangkat, saya mau ngabarin nyonya tadi pingsan dan Sekarang dibawa Robi ke rumah sakit." Ira mencoba menjelaskan pada majikannya itu.
"Apa !!! bukanya tadi istriku tadi baik-baik saja." Kaydra terkejut dengan kabar yang di sampaikan Ira.
"Iya tuan, tapi ini mendadak nyonya pingsan." jelas bi Ira lagi.
"Oke, baiklah, saya akan segera ke rumah sakit, makasih bi sudah mengabari."
Kaydra pun bergegas menuju rumah sakit dimana mana Robi yang membawanya.
Kaydra pun datang dan menghampiri Amira.
"Gimana Robi keadaan istriku Amira." tanya Kaydra sambil menggenggam tangan istrinya itu.
"Tadi dokter mencari tuan, katanya kalau tuan datang suruh menemuinya di ruangannya." jelas Robi.
"Baiklah kalau gitu, aku temui dokter dulu, tolong jagakan istriku sebentar." Amira pun melangkah pergi.
Kaydra pun menemui dokter yang meriksa keadaan Amira.
"Selamat siang pak Kaydra, silahkan duduk dulu." ucap dokter saat menyapa Kaydra.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Kaydra secara langsung.
"Sebelumnya, saya ucapkan selamat karena istri bapak sedang hamil"
"Apa dok, istri saya hamil"
__ADS_1
"iya pak, tapi perlu bapak perhatikan kandungan istri bapak masih muda, bapak harus bisa menjaganya baik-baik dan usahakan jangan stress dan harus selalu makan makanan yang bernutrisi."jelas dokter.
"Baik dok, terimakasih sarannya saya akan menjaga istri saya dengan baik." jawab Kaydra, kebahagiaan pun langsung terpancar saat mendapat kabar yang sudah lama ia nantikan.
Kaydra pun segera kembali menemui istrinya yang masih terbaring tak berdaya dan langsung mengecup keningnya.
"Makasih sayang, sudah mengabulkan permintaan mas." Kaydra duduk di samping Amira sambil memegang tangannya dan sesekali mengecupnya karena begitu bahagia dengan kabar yang ia terima.
Amira pun akhirnya mulai sadar dan membuka matanya dan yang dilihat pertama adalah suaminya Kaydra.
"Mas, kenapa aku ada disini, dan bukannya mas kerja." tanya Amira setelah sadar
"Tadi kamu pingsan dan langsung dibawa Robi kesini, terimakasih sayang"
"Terimakasih untuk apa mas?" tanya Amira yang belum paham dan menjadi penasaran dengan perkataan suaminya itu.
"Makasih sudah mengabulkan permintaanku, sekarang diperut mu sudah tumbuh janin calon anakku" jelas Kaydra
"Maksudnya mas! aku hamil." Amira langsung menitikkan air mata bahagia.
"Hai kenapa menangis sayang?"Amira menghapus air mata istri nya.
"Aku hanya bahagia mas, bisa jadi istri sesungguhnya, mas janji ya jangan tinggalin aku."
"Iya sayang, mas akan banyak luangkan waktu buat kamu sayang dan satu hal lagi, sayang jangan banyak pikiran dan stres juga harus makan yang banyak, mulai sekarang dokter dan sayang minta apapun itu akan mas turuti."
"Aku mau pulang, Aku gak suka di rumah sakit."
"Iya nanti sudah boleh pulang, tapi tunggu sayang membaik dulu, lihatlah wajah sayang masih terlihat pucat."
"Baiklah, tapi mas disini temani aku dan jangan pergi kemana-mana"
"Iya sayang."
"Akhirnya, apa yang aku harapkan akan terwujud aku bisa mengendalikan keadaan yang ada. Aku tahu mas kamu bukanlah laki-laki yang setia, aku juga tahu banyak wanita simpanan mu, tapi selama aku menjadi istri satu-satunya aku akan menaklukan kamu mas. " gumam Amira sambil memandang wajah tampan suaminya yang memiliki dua topeng yang terpasang.
"Aku harap bisa mendapatkan anak laki-laki yang akan mewarisi kekayaan yang aku miliki dan mewarisi semua bakat yang aku punya." gumam Kaydra sekaligus harapkan yang diinginkannya.
_TBC...
__ADS_1
✔️jangan lupa tinggalkan jejak 💙✍️👍🌹⭐ selalu di tunggu, terimakasih banyak.