
Amira yang tak terbiasa berdiam diri di rumah merasa bosan, tak ada teman atau orang yang menemani, para pelayan sibuk dengan tugasnya masing-masing dan tak ada yang berani mendekat jika tak ada perlu.
Kaydra pagi-pagi sudah pergi, ada pertemuan dadakan bersama Robi.
"Aku bosan hidup begini, tak ada aktifitas yang dapat ku lakukan." celoteh Amira dan mulai jalan-jalan mengelilinginya rumah yang belum sempat Amira kelilingi.
Langkah Amira terhenti di halaman belakang tempat bersantai yang dikelilingi tumbuhan hijau. Amira merasa betah bersantai di sana menikmati suasana ditemani makanan ringan dan segelas jus yang diantarkan pelayan, tanpa disadari Kaydra sudah pulang dan mencari keberadaan Amira.
"Dimana nyonya kalian." tanya Kaydra pada salah satu pelayan yang menyambut kedatangan tuannya.
"Nyonya ada di halaman belakang tuan, sudah dari tadi." jawab pelayan itu.
Kaydra pun langsung menghampiri Amira yang lagi bersantai sendiri.
"Gimana, betah tinggal disini baby ." ucap Kaydra dan langsung duduk di samping Amira dan mengecup kening Amira.
"Kapan tuan Kaydra pulang, maaf aku tidak tahu?" tanya Amira
"Oh...baru saja, bagaimana apa kamu betah tinggal disini?"
"Betah gak betah ya harus betah, tapi bosan aku gak terbiasa berdiam diri di rumah, aku ingin beraktifitas." saut Amira
"Gak, kamu gak boleh melakukan aktivitas yang gak aku suka, dan satu hal lagi aku gak suka.." belum selesai Kaydra bicara sudah di saut Amira,
"Gak suka dibantah kan, Aku ini belum lupa, lagian siapa juga yang mau bantah aku kan cuma bilang kalau aku bosan."
"Oh...begitu..." Kaydra mengusap rambut Amira.
Mereka pun ngobrol berdua membiasakan diri sebagai pasangan suami istri.
Tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri mereka dan memberitahu bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan Kaydra.
Kaydra pun segera menghampiri tamu diikuti Amira, yang penasaran dengan tamunya.
Seorang wanita sedang duduk santai di sofa menunggu Kaydra.
"Ada apa datang kemari?" tanya Kaydra yang sudah mengenal wanita yang menunggu nya.
"Sayang, kenapa bertanya begitu aku kesini karena aku merindukan mu." Katrina menghampiri Kaydra dan ingin memeluknya namun Amira lebih dulu menghadang.
__ADS_1
"Jangan dekat-dekat, anda dilarang mendekati suami orang." Ucap Amira pada Katrina.
"Siapa kamu, kenapa kamu melarang aku memeluk calon suamiku?"
" Hubby sayangku, apakah lupa mengundang wanita ini di pernikahan kita, sampai tak tahu siapa aku ini?."tanya Amira pada suaminya.
"Katrina lebih baik, kamu pergi dari sini sebelum aku meminta penjaga untuk menyeret mu keluar dari sini dan ini Amira istri ku, jadi mulai sekarang jangan pernah menginjakan kaki di rumah ini." usir Kaydra.
"Kamu tega sayang, kamu janji akan menikahi ku, sampai aku rela menyerahkan semuanya untukmu, tapi ini balasan mu, kau membuang ku begitu saja, dasar baji*Ngan." ucap Katrina lalu pergi begitu saja dengan kemarahan.
Setelah Katrina pergi Kaydra langsung memeluk Amira dari belakang.
"istri ku ini ternyata bisa galak juga." ucap Kaydra tanpa ada rasa bersalah dengan Katrina yang baru saja diusir nya.
"Dengarkan tuan, aku ini Sekarang istrimu, tak boleh ada wanita masuk kedalam rumah ini, jika tuan ingin bersenang-senang silahkan diluar sana dan jangan sampai aku mendengarnya atau melihatnya." ucap Amira ketus
"Jika kamu tahu statusmu kenapa masih memanggilku tuan? apa aku ini majikanmu, panggil aku dengan panggilan romantis dan selama kamu melayani dengan baik, maka aku gak akan main wanita lagi." Kaydra pun segera menggendong Amira ke kamar.
"Tuan turunkan aku ini masih sore." tolak Amira
"Gak peduli selama aku mau kapan saja harus dilayani."ucap Kaydra tanpa memperdulikan istrinya meronta.
"Tuan, kenapa mama dan papa mertua gak tinggal sebentar disini kenapa mereka langsung kembali ke Prancis?" tanya Amira penasaran dan masih berbaring di samping Kaydra
"Mereka masih marah denganku?" jawab Kaydra.
"Memangnya seorang pria dewasa, yang sudah sukses punya banyak bodyguard masih bisa bikin orangtuanya marah."
"Aku nie manusia biasa, banyak juga kesalahan, mama menyuruhku kembali ke Prancis bersama mereka dan segera menikah, tapi aku gak mau dan memilih tetap disini mengembangkan bisnis yang sudah aku kelola sendiri.
"Terus kenapa mereka masih marah, kan sekarang kita sudah menikah?"
Kaydra hanya tersenyum melihat Amira yang penasaran. " Nanti kamu juga tahu." ucap Kaydra sambil mencubit hidung Amira.
" Tuan, bolehkan Aku tanya sesuatu yang masih buat aku penasaran."
Belum sempat Amira bertanya pelayan sudah mengetuk pintu dan memberitahukan malam sudah siap.
"Kita makan malam dulu, nanti kita lanjutkan ngobrolnya." ajak Kaydra dan Amira pun hanya mengangguk dan mengikuti
__ADS_1
Mereka pun makan malam bersama berdua, seperti nya Amira mulai menikmati perannya sebagai seorang istri walaupun masih baru.
" Baby..." panggil Kaydra yang melihat Amira senyum-senyum sendiri Sambil mengaduk makanan.
"Iya tuan, ada apa?"
"Bayangin apa kok senyum-senyum sendiri?" tanya Kaydra namun Amira menggelengkan kepala.
Tak lama kemudian Robi datang dan menemui Kaydra."Bos...ada hal penting yang perlu dibicarakan."ucap Robi berbisik.
"Baiklah, baby aku ke ruang kerja dulu, selesaikan makannya dan kembali istirahat dikamar nanti aku nyusul."
Kaydra segera pergi diikuti Robi, sedangkan Amira hanya mengangguk dan menyelesaikan makan malam nya sebelum kembali istirahat.
" Ada hal penting apa?" tanya Kaydra.
"Tuan, sepertinya saingan kita mulai maju untuk menyerang dan menghancurkan bisnis kita dan sepertinya ada orang dalam yang memberikan informasi kepada pesaing kita." jelas Robi.
"Segera temukan penghianat itu, hajar dia sampai dia mengakui jika tetap membela musuh maka bunuh saja dia." perintah Erwin
"Baik tuan akan segera saya selidiki, dan secepatnya akan saya temukan penghianat itu."
"Jangan biarkan sampah-sampah itu berkeliaran pastikan mereka semua tertangkap jangan sampai ada yang lolos."
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi." pamit Robi.
Robi pun keluar dari ruang kerja Kaydra diikuti Kaydra. Sedangkan Amira sudah kembali ke kamar untuk istirahat.
Kaydra Pun menyusul ke kamar dengan wajah sedikit suram.
"Ada apa tuan, kok wajahnya terlihat muram?"
"Gak ada apa-apa, aku sedikit pusing saja, ada kabar yang kurang bagus dari perusahaan." jelas Kaydra dan merebahkan diri disebelah Amira.
Amira memeluk tubuh Kaydra, mencoba membuat Kaydra lebih tenang dan santai dalam pelukan, agar dirinya tak mendapat imbas saat Kaydra marah.
_TBC...
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️
__ADS_1