Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SCK~30


__ADS_3

Kaydra datang menemui Marta, dengan penuh amarah. Bagaimana bisa, seorang wanita yang begitu terhormat, bisa melakukan hal sepicik itu, Kaydra tak pernah berfikir sebelumnya jika mamanya akan melakukan berbagai cara untuk memisahkan dirinya dengan Amira, dengan mengorbankan cucu semata wayang yang baru saja lahir.


"Kembalikan putraku!" ucap Kaydra setelah masuk ke dalam apartemen dan mendapati Marta sedang menyambutnya.


"Kenapa kamu datang-datang menuduhku Kay, untuk apa aku mengambil anakmu. Sejak awal sudah aku katakan jika aku tidak akan pernah mengakui anak yang lahir dari rahim wanita itu sebagai cucuku." bantah Marta dengan tenang.


"Jangan bohong, orang yang kamu bayar untuk menculik putraku sudah mengatakan semuanya. Jika kamu telah membayarnya untuk menculik putraku. Sekarang katakan dimana putraku, atau aku akan bertindak kasar padamu." Kaydra semakin geram mendengar bantahan Marta.


"Apa yang harus aku buktikan, aku tidak memiliki anak itu dan untuk apa aku mengambilkan darimu, tidak ada untungnya. Tapi syukurlah jika anak itu lenyap, kamu bisa segera menceraikan wanita itu dan kamu nikahi vita."


Kaydra yang tersulut emosi pun mengambil vas bunga yang ada di dekatnya dan melemparkannya tepat di depan Marta.


"Dasar wanita ular, tak punya hati. Kau seorang wanita dan seorang ibu, tega sekali kamu melakukan berbagai cara untuk memisahkan putranya, dan apa kamu tak pernah memikirkan bagaimana perasaan Amira jika tahu kalau kamu adalah dalang di balik penculikan Putra kami." Kaydra yang sudah tidak sabar pun meminta Robi untuk menggeledah apartemen Marta untuk mencari putranya.

__ADS_1


Marta membiarkan, Robi dan Kaydra mencari ke seluruh ruangan, namun tak menemukan bayi di dalam apartemen tersebut.


"Bagaimana kay, apa sekarang kamu percaya jika aku tidak menculik anakmu. Lebih baik sekarang kamu pergi, temui aku jika kamu memutuskan untuk menceraikan Amira. Kau hanya bisa memberikan dia penderitaan saja, sejak awal pernikahan kalian sudah tidak ada kebahagiaan. Lebih baik ceraikan dia, biarkan dia bahagia dengan yang lainnya, karena kalian tidak ditakdirkan bersama. Mama akan dengan membuka tangan lebar untuk menyambutmu."


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan Amira. Ingat satu hal, jika sampai aku mengetahui kamu masih ikut campur untuk menghancurkan keluargaku, aku tak akan segan-segan menghancurkan kamu, tak perduli jika kamu adalah istri dari papa." Ancam Kaydra, lalu pergi meninggalkan Marta dengan marah, karena gagal menemukan Putranya dan tidak ada bukti kuat untuk mendesaknya.


Kaydra nampak frustasi, tak tahu lagi harus mencari keberadaan putranya dimana lagi. Pihak kepolisian dan juga orang-orang suruhan Kaydra juga belum memberikan kabar tentang anaknya.


"Tenang Tuan, jangan terpancing omongan nyonya Marta disaat pikiran anda sedang kalut


Nyonya Amira bahagia menikah dengan Tuan, dia selalu mengatakan pada saya jika nyonya Amira merasa bersyukur bisa memiliki pendamping seperti tuan. Ini hanya ujian rumah tangga kalian menuju fase keluarga bahagia. Jangan menyerah Tuan kasian nyonya Amira." Robi berusaha menyemangati kembali Kaydra untuk tetap bertahan dan kembali berusaha.


******

__ADS_1


"Tuan, asi ini benar-benar di sukai den Eric, tuan bisa lihat kan, den Eric begitu rakus minumnya." ucap Ana sambil memperlihatkan bayi yang diasuhnya sedang minum.


"Mungkin Eric bisa merasakan jika itu adalah asi ibunya. Maafkan aku nak, terpaksa aku memisahkan kamu dengan ibumu. Tapi aku janji suatu hari nanti aku akan menyatukan kamu dengan ibumu." Gumam Radit sambil memperhatikan Baby Eric.


"Bagaimana ekspresi wanita itu saat kamu minta donor Asi padanya?" tanya Radit pada Ana.


Ana mengingat sejenak, "Sepertinya dia sedang sedih. Dari raut wajahnya terlihat jelas seperti habis kehilangan sesuatu yang saat ia sayangi." Jelas Ana.


Setelah mendengar penjelasan Ana, Radit pun meninggalkan Ana dan Eric yang sudah tertidur.


"Mungkin sudah waktunya aku untuk mendekatinya kembali. Sudah ku katakan padamu, siapapun yang terikat padaku tak akan pernah bisa lepas karena kamu akan menjadi milikku." Sesuatu pun terlintas di pikiran Radit, yang membuatnya semakin yakin untuk bisa memiliki wanita yang merupakan ibu ada Eric.


To Be Continued...☺️

__ADS_1


__ADS_2