Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SCK ~ 11


__ADS_3

Kabar ke kehamilan Amira segera di umumkan dan dengan cepat sekali beredar, banyak rekan kerja dan kerabat-kerabat Kaydra dan Amira datang menjenguk walaupun sekedar mengucapkan selamat atas kehamilan Amira , buket bunga begitu banyak hampir memenuhi kamar Amira Dari rekan kerjanya.


Amira yang masih terbaring di kasur kerena kondisi fisiknya yang lemah, hanya dapat menyambut dengan duduk bersandar di sandaran ran*jang.


Sebenarnya Amira sangat malu namun apa daya tak mungkin menolaknya karena statusnya yang menjadi wanita terhormat. Namun di balik kebahagiaan Amira ada beberapa wanita yang tak menyukainya, mereka adalah wanita-wanita simpan Kaydra.


Sedangkan Kaydra yang sangat bahagia atas kehamilan istrinya, memberikan begitu banyak hadiah untuk Amira. "Mas, aku ini masih hamil muda, kenapa sudah di umumkan dimana-mana, aku malu dan juga kenapa mas belanja banyak barang buat aku." protes Amira dengan kesal.


"Jangan melarang ku membelikan hadiah, karena aku sangat bahagia sekali, jangan buat kebahagiaan aku hilang mengerti" Amira hanya mengangguk- angguk saja.


"Mulai besok semua makanan kamu akan di jadwal oleh bibi, tidak boleh terlambat makan, mas akan meminta pelayan siapkan aneka macam buah dan sayuran yang harus kamu konsumsi secara rutin dan setiap pagi aku akan menemani sayang jalan- jalan pagi, agar kandunganmu lebih sehat.


"Haruskan begitu ketat, mengurus wanita hamil, bukankah wanita hamil itu yang paling penting harus bahagia." oceh Amira dalam hati.


Tak lama bi Ira datang dengan membawa segelas susu hamil untuk Amira ."Non, ini susunya sudah bibi buatin."


"Makasih BI, tapi aku gak pengen minum susu." tolak Amira namun mata Kaydra melotot mendengar penolakan Amira..


"Itu susu buat anakku, jangan ditolak." tegas Kaydra, Amira langsung menciut dan terpaksa Amira harus meminumnya sampai habis.


"Sekarang istirahat hari sudah malam, aku mau bersantai sebentar." Kaydra pun menyelimuti tubuh Amira dan menyuruhnya tidur.


Mata Amira tidak mau dipejamkan, Amira membolak-balikan tubuhnya juga tak mau pejam.


Pelan-pelan Amira berjalan keluar kamar, memperhatikan sekeliling agar tak ada yang tahu bahwa dirinya keluar, yang dia tuju saat ini adalah kulkas liur Amira ingin sekali mencicipi es krim yang beberapa waktu lalu Amira beli namun belum sempat dimakan.


Dengan pelan Amira membuka kulkas dan mengambil es krim dan kembali ke kamar agar tidak ada yang tahu.


Amira duduk di balkon dan menikmati es krim sendirian, walaupun keadaanya masih lemah, tapi keinginannya mengalahkan keadaannya.


"Amira.." panggil Kaydra yang mendapati istrinya tidak ada di dalam kamar, namun mendapati pintu balkon terbuka. Kaydra melangkah menuju balkon dan mendapati Amira sedang duduk seorang diri.

__ADS_1


"Sayang, kamu ngapain di sini, ini sudah larut malam dan hawanya sangat dingin dan seharusnya kamu istirahat di dalam kamar." tegur Kaydra.


"Eeeemmm anu, itu, eeeemmm anu aku kepanasan makanya kesini." ucap Amira yang gugup dan menyembunyikan es krimnya di belakang.


"Kepanasan atau, kamu menyembunyikan sesuatu, ayo cepat berikan atau aku sendiri yang mengambilnya." mata Kaydra masih tertuju dengan sesuatu yang di sembunyikan Amira di belakang.


Amira pun dengan menunduk mengeluarkan yang Amira pegang dari belakang dan menyerahkannya pada suaminya.


Kaydra yang melihat Amira makan es krim cukup banyak membuatnya sedikit marah.


"Kenapa makan es krim Malam- malam begini, aku tadi sudah menyuruhmu untuk tidur bukan malah makan es krim sembunyi-sembunyi. Cepat masuk dan istirahat aku gak mau lagi, ada es krim di rumah ini."Amira berjalan menunduk dan masuk ke kamar di ikuti Kaydra yang memperlihatkan wajah marahnya.


"Bi Ira." teriak Kaydra.


"Iya Tuan." Bi Ira yang buru-buru menghampiri Kaydra yang berteriak cukup nyaring hingga terdengar sampai lantai bawah.


"Kenapa nyonya, dibiarkan makan Es krim malam-malam." tuduh Kaydra.


"Mulai sekarang tidak boleh ada es krim di rumah ini mengerti. Buang es krim yang masih ada dan jangan sampai aku melihatnya lagi." perintah Kaydra.


Amira yang sudah mendapat amarah dari suaminya buru-buru masuk dalam selimut dan menutupi tubuhnya. Kaydra pun menyusul Amira masuk dalam selimut.


"Mau menuruti atau melawan?" tanya Kaydra.


"Maaf mas, Aku benar-benar pengen tadi. aku janji tidak akan mengulanginya lagi, asalkan mas jangan marah lagi denganku." Jawab Amira.


"Jangan diulangi lagi ya, aku gak mau kehamilan kamu sampai ada masalah, aku ingin anakku selalu sehat dan bisa lahir dengan selamat."


Amira pun memeluk Kaydra didalam selimut mencari kenyamanan agar bisa tidur.


Setelah Amira tertidur Kaydra pun kembali bangun karena ada panggilan di ponselnya.

__ADS_1


"Ada apa lagi menghubungi ku?" tanya Kaydra dalam hati sebelum menjawab panggilan di balkonnya.


"Mas, kenapa gak pernah ke rumah, aku kangen sama mas. Mas janji katanya seminggu sekali kemari, tapi aku tunggu sudah hampir tiga Minggu mas gak ada muncul." jawab wanita tersebut.


" Dengarkan aku baik-baik, mulai sekarang aku tidak akan datang menemuimu, aku sudah mendapatkan apa yang aku cari jadi jangan berharap lagi aku datang, ambil semua yang sudah aku berikan dan segera menjauh dariku, atau aku sendiri yang akan membuatmu menjauhi dengan sendirinya." Ancam Kaydra namun tak membuat wanita tersebut takut.


" Apa gara-gara wanita itu mas sudah gak mau sama aku?"


"Jaga mulutmu, kamu hanya wanita murahan, hanya karena uang kamu mau memberikan tubuhmu padaku sedangkan dia adalah istri ku, istri sahku jadi kamu tak punya hak atas diriku dan tak bisa mengaturku."


"Baiklah, jika itu keputusanmu, jangan salahkan aku jika aku berbuat nekat padanya."


"Berani menyentuhnya, akan ku buat kamu menderita seumur hidupmu." Kaydra pun langsung mematikan ponselnya dan mengacak rambutnya.


"Masalah satu Selesai masalah lain muncul, Dasar kau Kaydra inilah akibat terlalu banyak main wanita, Saat istri sendiri memberikan yang diminta wanita lain yang datang menekan." Kaydra marah pada dirinya sendiri


Kaydra pun keluar kamar dan memangil Robi untuk menemani dirinya minum.


"Robi , temani aku minum, kepala ku sedang pusing memikirkan mereka yang sekarang mendesak ku di saat Amira memberikan keinginan ku."


"Tuan, non Amira adalah istri yang baik, kalau bisa jangan pernah tinggalkan dia."ucap Robi memberi nasehat, semenjak Amira hadir dan menjadi istri Kaydra, Robi sedikit-dikit mulai memahami karakter Amira yang sebenarnya.


"Aku juga tahu, dan aku tak mungkin meninggalkan dia yang tengah hamil anakku. Aku hanya minta tolong awasi istriku jangan sampai wanita-wanita itu berani menjamah istriku. Aku tak bisa selalu ada disisinya, saat ini hanya kamu saja yang bisa aku andalkan."


"Siap tuan, saya akan menjaga non Amira dengan aman tak kan kubiarkan orang


lain menyakitinya apalagi menyentuh anak tuan." ucap Robi, mereka pun menghabiskan malam dengan meneguk alkohol untuk mengurangi sedikit beban pikiran.


_TBC....


✔️ jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2