
Saat terbangun, Amira menyadari jika dirinya kini sudah berada di sebuah ruangan, dan ia ingin betul sebelum dirinya kehilangan kesadaran berada di jalanan.
Siapa yang sudah membawaku kemari? Jangan sampai Pria itu yang menemukan aku.
Dengan susah payah, Amira berusaha untuk duduk dan berencana untuk kabur dari rumah sakit. Ia pun melepas selang infus dengan paksa hingga membuat tangannya berdarah.
Amira ingin segera pergi, namun kepalanya kembali pusing dan hampir saja Amira tersungkur karena tidak bisa menahan tubuhnya.
Kaydra dengan sigap menahan tubuh Amira dan membawanya ke dalam dekapan.
"Apa yang kamu lakukan sayang, kamu mau kemana?" tanya Kaydra dan langsung mengangkat tubuhnya dan merebahkannya kembali ke ranjang pasien.
"Mas Kaydra ...!"
"Iya aku sayang, aku ada disini. Aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi apapun yang terjadi. Please ... jangan tinggalkan aku lagi, aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku janji akan menjadi suami yang baik dan aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi." Kaydra menggegam erat tangan Amira dan berkali-kali menci*um punggung tangan Amira.
"Mas ... ."
"Jangan katakan apapun, aku hanya ingin kamu mendengarkan semua perkataanku. Jangan beri aku alasan kenapa kamu pergi meninggalkan aku, Sekarang aku hanya ingin mendengar kalau kamu baik-baik saja selama berada di luaran sana."
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, bagaimana mas bisa menemukan aku?!"
"Aku hampir saja membunuh dua nyawa jika aku tidak bisa melakukan pengereman mendadak."
Setelah memanggil dokter, Amira pun kembali dipasang infus dan kembali memeriksa kondisinya dan kondisi janinnya.
*
*
*
Radit pun langsung menyerang Eren untuk menunjukkan keberadaan Amira yang kemungkinan Eren sembunyikan.
"Katakan padaku, dimana kamu sembunyikan Amira, dia kabur dari rumah dan aku yakin kamu menyembunyikannya, jawab." bentak Radit sampai membuat Eren ketakutan.
"Aku tidak tahu sama sekali tentang Amira yang kabur dan aku juga tidak menyembunyikannya. Dia tidak datang kesini." Jawab Eren dengan gemetaran.
"Bohong! Aku tidak percaya kata-katamu, lebih baik kamu katakan atau aku ambil kembali apa yang sudah aku berikan."
__ADS_1
"Aku tidak bohong, bisa saja Amira sudah kembali pada suaminya, kan Amira statusnya masih istri orang." jelas Eren. Radit langsung mencengkeram kedua pipi Eren dengan satu tangan.
"Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya, jika statusnya masih istri orang. Apa yang harus aku lakukan sekarang, kedua orang tuaku sudah tahu jika aku dan Amira adalah sepasang suami istri walaupun itu hanya kontrak."
Radit pun pergi meninggalkan Eren dengan kesal dan berjanji akan merebut Amira dari tangan suaminya.
*
*
*
Setelah kondisi Amira membaik, Kaydra pun membawa kembali Amira ke dalam rumah yang pernah di tinggali bersama.
"Mulai sekarang, jangan pernah tinggalkan rumah ini. Jadilah ratu dalam istana ini sayang, jangan biarkan istana ini kembali redup dan biarkan suara bayi yang akan meramaikan istana ini." ucap Kaydra sambil membopong istrinya kembali menempati kamar yang sudah lama kosong.
"Aku janji mas, apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan istana ini, apa lagi sebentar lagi aku kan melahirkan, aku kan menjaga baik-baik anak kita sampai dia lahir." Amira pun memberikan senyuman yang telah lama hilang.
To Be Continued
__ADS_1