Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SCK~28


__ADS_3

"Kau mendapatkan Ibunya dan aku anaknya. Apa kau sepakat?" Ucap seorang wanita dengan angkuhnya.


"Dasar wanita jahat, Aku menerima kesepakatan ini bukan berarti aku mendukung rencanamu." sautnya dan memandang jijik orang yang ada di hadapannya. Wanita yang tak punya hati, hanya karena garis keturunan, rela melakukan segala cara untuk menjauhkan ibu dan anak.


* * *


Di rumah sakit kehebohan terjadi, Kaydra mengamuk dan menyalahkan pihak rumah sakit yang telah lalai, hingga putranya hilang.


"Aku akan tuntut rumah sakit ini, jika terbukti ada kelalaian atau bahkan keterlibatan tenaga medis di rumah sakit ini." Ancam Kaydra yang tak main-main.


"Sabar Tuan, Biarkan pihak kepolisian yang menangani kasus ini, jika memang ada tenaga medis yang terlibat kami akan menindaklanjutinya." jawab wakil direktur rumah sakit AMANAH, tempat Amira melahirkan.


****


"Maafkan kami. Kami kehilangan bayi itu, seseorang telah merampas bayi tersebut dari tangan kami." ucap seorang yang di perintahkan untuk menculik Putra Kaydra yang baru saja lahir itu, bahkan Amira belum sempat melihat wajah putra yang ia lahirkan, karena kondisinya yang yang tidak memungkinkan.


"Bodoh kalian. Cepat temukan cucuku..." pekiknya dengan penuh kemarahan.

__ADS_1


"Sial, kenapa jadi begini. Siapa yang sudah berani ikut campur dan mengambil satu-satu cucuku. Apa yang harus aku lakukan? sekarang bagaimana kalau Kaydra tahu yang sebenarnya." Marta 'pun akhirnya di buat bingung sendiri atas tindakan nekatnya yang di lakukannya dengan memisahkan ibu dan anaknya.


Disisi lainnya, akhirnya Amira mengetahui kebenaran jika Putranya hilang dan itupun ia ketahui beberapa hari kemudian.


"Dimana putraku mas? Mas jangan bercanda. Aku ingin menggendongnya Mas, berikan dia padaku." ucap Amira memelas, hasratnya ingin melihat sang buah hati selalu tertunda dengan banyak alasan.


Kaydra memeluk istrinya dengan erat, Ia pun berusaha menahan kesedihan, saat harus kehilangan anak satu-satunya.


"Kenapa mas? Aku hanya ingin bertemu dengan anakku, kenapa mas malah seperti ini?" tanya Amira.


"Maafkan aku, Maaf aku tak mengatakannya dari awal kalau sebenarnya anak kita-"


"Anak kita di culik dan sampai sekarang mas belum bisa menemukannya." Kaydra berusaha menjelaskannya.


Jantung Amira seakan berhenti berdetak. Setelah sembilan bulan mengandung dengan banyak rintangan, saat dirinya ingin melihat buah hati yang di lahirkan, malah sebuah kenyataan pahit harus di terimanya, harus kehilangan bayinya disaat ia belum sempat melihatnya.


"Tidak, ini tidak mungkin." Amira bergegas turun dari ranjang dan berusaha mencari anaknya dan berharap yang di katakan suaminya itu salah.

__ADS_1


Amira yang melihat suster keluar membawa bayi dari, Amira langsung merebut dari tangan suster tersebut.


"Sayang, anak mama." Amira mencium dan memeluk bayi tersebut.


"Mbak, kembalikan, dia bukan bayi anda." pinta suster sambil berusaha mengambil bayi tersebut dari tangan Amira.


"Dia anakku, jangan ambil dia dariku." Amira berusaha mempertahankan bayi tersebut.


"Amira, kembalikan bayi itu, dia bukan anakmu!" perintah Kaydra dan berusaha membantu suster mengambil bayi dari tangan Amira.


"Bayiku. Itu bayiku." Kaydra menahan Amira agar tidak mengejar bayi yang di bawa suster tersebut.


"Tenang sayang, tenang. Kita pasti akan temukan bayi kita. Aku akan mengerahkan semuanya agar bisa menemukan bayi kita."


"Bayi kita! Mas, dimana dia sekarang? dia pasti kehausan, dia sedang menangis mas, Putra sedang menangis." Amira pun tak kuasa menahan kesedihannya, hingga membuatnya jatuh pingsan.


Ibu mana yang tak akan sedih, kehilangan bayi yang baru saja di lahirkan. Belum sempat memeluk ataupun memberikan a*si untuknya, sudah harus menerima kenyataan, jika bayinya hilang, di culik orang yang tidak punya hati, yang dengan tega memisahkan ibu dan anaknya.

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2