
Amira masih ada keraguan dalam hatinya akan kah semua ucapan suaminya yang gila main perempuan bisa berubah atau hanya rayuannya saja.
Bagaimana pun sikap seorang suami pada istrinya, tergantung cara istri melayani suami.
Amira mulai mencintai Kaydra sejak dia siap mengandung anak untuk suaminya itu.
Kaydra termasuk pria idaman wanita, bagaimana tidak Kaydra memiliki penampilan yang tampan, tinggi, dengan body yang keren, selain itu kaya raya dan juga royal pada para wanita.
Amira tak menuntut Kaydra berubah total, namun setidaknya berlahan hilang. Amira banyak belajar cara menaklukkan hati suami dan akan ia terapkan terhadap suaminya. Kehamilannya tak akan menghalangi Amira untuk membuat suaminya tak berpaling darinya.
Saat Amira terlelap dalam tidur setelah mendapatkan jatah dari dirinya. Amira diam-diam mengambil ponsel Kaydra dan melihat semua chat Kaydra dengan para wanitanya.
Salah satu wanita yang pernah ia lihat datang ke rumah dan minta pertanggung jawaban suaminya.
"Ternyata mas Kaydra masih berhubungan dengannya. Jadi selama ini dia berbohong padaku. Awas kamu mas, aku kan buat jera semua wanita-wanitamu." Amira meletakkan kembali ponselnya dan memandang suaminya yang terlelap dalam tidur.
"Kamu sudah memilihku jadi istri mu, dan menginginkan aku jadi ibu dari anak-anakmu. Jadi kamu adalah milikku, aku akan mengikuti permainan mu bermain kucing liar, aku pastikan kucing-kucing betinamu akan menjauh darimu." ucap Amira kemudian mencium kening suaminya dan ikut tidur dalam pelukannya.
Keesokan harinya, Robi sudah menjemput Kaydra dan Amira untuk kembali ke rumah, selama diperjalanan Amira selalu menyandarkan kepalanya di pundak Kaydra.
Kaydra mencoba membuat Amira percaya bahwa dirinya adalah wanita satu-satunya yang dia cintai.
"Kenapa kamu sayang, wajahmu terlihat lesu, apa kamu menginginkan sesuatu." tanya Kaydra sambil mengusap pipi Amira.
"Aku hanya ingin didekat mas." jawab singkat Amira. Sedangkan Robi hanya memperhatikan dari spion.
__ADS_1
"Seperti Tuan dan Nyonya butuh honeymoon lagi." ucap Robi.
"Sepertinya kamu benar Robi, sejak mas Kaydra menikahiku dia janji mengajakku honeymoon tapi sampai sekarang gak pernah ditepatinya, malah aku di jadikan tahanan rumah." protes Amira.
"Sayang kamu kan sedang hamil, jadi di tunda dulu ya, honeymoonnya." bujuk Kaydra.
"Enggak, mas janji atau cuma alasan mas biar masih bisa berkeliaran dengan kucing betina." protes Amira.
"Apa-apaan sih kamu, aku kan sudah janji, gak mungkin aku ingkari. Baiklah kita rencanakan saja dulu waktu dan tempatnya baru kita pergi." bujuk Kaydra.
Sesampainya di halaman rumah, Kaydra mengajak Amira untuk turun.
"Mas gendong." rengek manja Amira
"Robi gendong Aku, suamiku gak mau gendong jadi kamu aja yang gendong Aku." perintah Amira
"Eeehhhmmm apa-apaan ini." Kaydra langsung mengangkat tubuh Amira dan tak mengizinkan Robi menggendongnya.
"Sayang kamu mau buat aku cemburu ya, dengan besikap seperti itu tadi."
"Gak, aku cuma pengen tahu mas peduli gak sama aku." ucap Amira, yang menjadi manja.
"Tentu saja aku peduli, tak ada yang boleh menyentuh Istri ku." ucap Kaydra saat membopong istrinya masuk kedalam rumah.
Amira didudukkan di sofa, dan Kaydra pun ikut duduk. "Sebenarnya mas mau tanya padamu, kenapa sekarang ini kamu menjadi istri yang berani, dan gak mau mamatuhi larangan ku sebagai suamimu. Aku tak mengizinkan mu keluar rumah agar kandunganmu baik-baik saja. Apa ini semua Robi yang ngajari?"
__ADS_1
"Gak ada, inilah sifat asliku yang sebenarnya, apapun yang menjadi milikku tak boleh dimiliki orang lain. Aku adalah nyonya Kaydra, aku akan menikmati harta suamiku dan juga menikmati suamiku yang tampan, tak peduli berapa pun mas membeliku, karena sekarang aku melakukan apapun sesuai statusku, mas sendiri kan yang pernah bilang padaku, jadi jangan mengurungku dalam rumah karena aku tidak mau."
Kaydra hanya tersenyum, melihat istrinya yang mulai berani padanya. "Aku harus bisa menaklukkan istriku ini kembali sebelum dia yang berbalik mengurungku." gumam Kaydra, yang mulai kuatir dengan perubahan istrinya itu.
"Baiklah, kerena kita sekarang sudah baikkan dan sayang juga sudah memecat wanita itu, bolehkah mas kembali bekerja, nanti jadi terbengkalai kalau gak diselesaikan." bujuk Kaydra.
"Baiklah, mas boleh pergi dan jangan macam-macam, kalau ketahuan sekali lagi, aku akan terjun dari atas kantor mas, biar jadi hantu gentayangan."
"Baiklah, aku janji." Kaydra mengecup kening istrinya dan kembali ke kantor.
Kaydra pun kembali bekerja meninggalkan Amira di rumah. "aku memang bodoh, bener-benar bodoh, kenapa aku begitu cepat memaafkan mas Kaydra, seharusnya dia dapat pelajaran dulu, baru di maafin. Kenapa aku mudah sekali memaafkan mas Kaydra yang jelas-jelas sudah selingkuh.
Amira kembali ke kamar dan merebahkan dirinya di ranjang, Amira senyum-senyum sendiri melihat aksi nekatnya terhadap suaminya, dan betapa menggemaskan sikap suaminya saat menenangkan dirinya.
"Aku suka permainanmu mas, permainan apa lagi yang akan kamu mainkan, aku siap melawan. Karena kau sudah membangunkan macan tidur."
"Non, Amira memanggil saya." ucap Robi di balik pintu kamar.
"Tunggu sebentar, aku mau ganti baju dulu, siapkan mobil kita akan shopping." Teriak Amira dari dalam kamar tanpa membuka pintu. Robi pun kembali ke bawah dan menyiapkan mobil.
Robi yang menjadi orang kepercayaan menjadikan dirinya serba salah, di sisi lain Kaydra meminta Robi terus mengawasi Amira dan memberikan informasi tentang keseharian istrinya pada saat Kaydra tinggalkannya di rumah sedangkan Amira selalu meminta informasi tentang Kaydra dan kebiasaannya yang Robi ketahui. Pekerjaan yang Robi ambil membuatnya terbelenggu tak bisa lepas dari kedua majikannya yang membutuhkan dirinya.
_TBC...
jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️☺️
__ADS_1