Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SCK ~ 22


__ADS_3

Eren tak sengaja melihat perdebatan antara Amira dengan sosok pria yang tak asing bagi Eren dan segera saja Eren menghampiri untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Bahkan Eren melihat sendiri Amira menyiram pakaian Radit dengan jus.


"Tuan Radit." Sapa Eren dengan keterkejutannya.


Amira dan Radit pun seketika menghentikan perdebatannya dan keduanya menoleh ke arah Eren berada.


"Eren, kamu kenal dengan pria aneh ini?" tanya Amira.


"Aneh? Ini tuan Radit, owner cafe ini," jelas Eren.


"Owner! Aku kira selama ini kamu owner cafe ini." Amira nampak bingung, sekaligus bersalah sudah memaki pria yang ada di depannya yang ternyata adalah bosnya.


"Bukan, aku hanya menjalankannya saja. Maaf kalau aku tak jujur dari awal," Jawab Eren.


Dengan kesal, Radit pun kembali duduk sambil membersihkan kemejanya yang basah karena jus.


"Sekarang kamu sudah tahu siapa aku dan apa kekuasaanku terhadap karyawan di sini dan kamu sudah berani memaki diriku ditempat umum, aku tidak terima itu."


'Kamu yang memulai duluan, kalau saja kamu tak mengeluarkan kata-kata itu, aku tak akan bersikap kasar seperti tadi, ' gumam dalam batin Amira.

__ADS_1


"Maafkan aku Tuan, aku benar-benar sudah melakukan Kesalahan dengan bersikap kurang sopan dengan tuan." Amira berkali-kali minta maaf atas Kesalahannya.


Radit menggebrak meja dan langsung bangkit berdiri menatap Amira dengan penuh amarah.


"Aku tidak butuh maafmu, kata-katamu sudah terlanjur melukaiku. Aku beri kamu dua pilihan atau kamu akan masuk penjara atas tuduhan pencemaran nama baikku," Ancam Radit yang nampak serius.


"Penjara!" Amira langsung syok dan tubuhnya langsung lemas tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


"Tuan, tolong maafkan sahabat saya. Dia sedang hamil, mungkin karena bawaan hamil Amira mudah emosi." Eren pun ikutan memohon demi Amira agar Radit mengurungkan niatnya.


"Aku beri dua pilihan, yang pertama ganti rugi pakai ku yang sudah kamu kotori ini sebesar 10 juta. Bagaimana apa kamu sanggup membayarnya?" ucap Radit sambil menyeringai tak yakin.


Amira di buat bingung dengan pilihan Radit, seolah-olah sepertinya Radit memang sengaja menjebak dirinya.


"Tuan, bagaimana aku bisa membayar 10 juta, aku saja di sini kerja baru satu bulan dan hajiku rencananya untuk biaya persalinan dan pilihan ke dua aku juga tidak bisa, aku tidak ingin terikat kontrak dengan siapapun." Amira nampak ragu dengan jawaban yang dia berikan, tak mungkin pria di depannya meloloskan dirinya begitu mudah.


"Berarti kamu memilih untuk di penjara, baiklah akau akan segera memanggil polisi untuk datang ke mari menangkapmu."


"Tuan, tolong jangan gegabah dulu, kita selesaikan ini baik-baik." Eren terus membujuk Radit agar tidak gegabah.

__ADS_1


"Amira, lebih baik kamu terima pilihan kedua, apa kamu gak kasihan dengan anak dalam kandunganmu jika kamu masuk penjara, pikirkan lagi Amira, ini semua demi kebaikanmu." Eren juga terus membujuk Amira.


"Tapi ... hah ... baiklah, tidak ada pilihan lain, aku akan ambil pilihan kedua, ini juga salahku yang terlalu emosi." dengan berat hati Amira pun memilih pilihan kedua, ya itu menerima kontrak dari Radit.


Radit pun puas dengan pilihan Amira dan menyerahkan lembaran kosong untuk di tanda tangani Amira.


"Tanda tangani kertas ini, untuk isinya nanti kamu akan tahu!" perintah Radit dan Amira langsung menandatanginya dan segera pergi dengan kecewa.


Eren menghampiri Radit, " Tuan Radit sudah mendapatkan dia, dan sesuai kesepakatan cafe ini akan pindah tangan menjadi milikku."


"Apa kamu mimpi, aku tidak pernah mengatakan itu padamu. Kamu hanya memiliki sebagian tidak semuanya paham, dan aku juga belum kenal betul dengan dia, apakah kamu bisa menjamin bahwa rencanaku untuk menyawa dia tidak ada yang mengacau, jika kamu bisa memberi jaminan itu aku akan menyerahkannya setelah kontrak dengannya selesai. Oya katakan padanya, aku akan membawanya setelah selesai meeting besok." Radit pun segera pergi meninggalkan cafe, meninggalkan Eren yang nampak kecewa dengan kesepakatan yang tidak sesuai itu.


Ternyata Radit sengaja memancing emosi Amira untuk menjebaknya, dan semua itu atas rencana Eren yang tahu jika Radit sedang berusaha mencari seorang wanita yang bisa di ajak kerjasama untuk membatalkan perjodohannya.


Eren yang terobsesi ingin memiliki cafe yang ia kelola itu, tega mengorbankan persahabatannya tanpa sepengetahuan dari Amira dengan membuat Amira terperangkap perjanjian dengan Radit.


"Amira, maaf jika tadi aku memaksamu mengambil keputusan itu, aku gak mau melihat kamu sampai di penjara hanya gara-gara hal sepele seperti itu, tapi kamu memang harus tahu, kalau tuan Radit itu tak pernah bercanda dengan perkataannya, apapun bisa dia lakukan termasuk memenjarakan kamu dengan tuduhan yang dibuat-buatnya." Eren memeluk Amira sambil mengusap punggungnya menenangkan Amira yang sedang menangis di ruang ganti.


_TBC...

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ☺️☺️☺️


__ADS_2