Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SKC~7


__ADS_3

Suasana pagi Kaydra tidak begitu bagus, akibat berita yang disampaikan Robi. Amira tak berani mendekati Kaydra, sebab dia tahu pasti akan kena imbas jika Kaydra sedang marah.


"Baby, aku mungkin akan sibuk akhir-akhir ini, dan jarang pulang, jadi kamu jangan pergi kemana-mana tetap di rumah saja." Ucap Kaydra di sela sarapannya.


"Memangnya tuan mau pergi kemana?" tanya Amira


"Kamu gak perlu tahu, yang penting saat aku pulang kamu tetap ada di rumah, aku akan marah jika kamu kamu berkeliaran diluar."


"Emangnya aku kucing, berkeliaran cari makan" Gumam Amira. "Tapi kesempatan, gak ada tuan Kaydra aku bisa manfaatkan buat pergi ke rumah paman, aku rindu dengan Paman."


"Sepertinya sudah siang, aku harus ke kantor dan lanjut pergi keluar kota, kamu baik-baik di rumah." pamit Kaydra, lalu men*cium kening Amira.


Kaydra pun pergi meninggalkan Amira yang masih berdiri di ambang pintu. Sejak pernikahannya satu bulan yang lalu baru kali ini Amira ditinggalkan Kaydra, ada perasaan aneh yang timbul di hati Amira .


Beberapa hari setelah Kaydra pergi, Amira mulai melanggar peraturan suaminya yang tidak boleh pergi kemana- mana.


"Bi Ira" panggil Amira


"Ada apa non, saya ingin pergi sebentar, mungkin saya pulangnya sore atau malam ya." pamit Amira.


"Tapi non, pak Kaydra kan melarang non pergi kemana-mana."


"Tenang saja, tuan Kaydra baru pulang besok.jadi hari ini aku masih bisa pergi." Amira bergegas pergi dan tidak bisa ditahan oleh BI Ira bahkan para penjaga yang diperintahkan Kaydra untuk menjaga Amira pun tak dapat berkutik dengan ancaman Amira yang terlalu cerdik.


Amira lebih memilih pergi ke tempat pamannya setelah beberapa hari gagal menemuinya.


setelah mengendarai mobil sendiri, dan melewati banyak kemacetan akhirnya Amira sampai ketempat pamannya.


Broto nampak terkejut dengan kedatangan Amira yang tiba-tiba.


"Amira dengan siapa kamu kesini?" tanya Broto yang kaget dengan kedatangan Amira.


"Sendiri paman. Memangnya kenapa?" jawab santai Amira.


"Mana suamimu, apa dia gak marah kamu kesini sendiri"


"Tuan Kaydra, masih diluar kota baru pulang besok, lagian paman, tuan Kaydra melarang aku menemui paman, makanya aku sengaja kemari mumpung ada kesempatan."

__ADS_1


Amira dan pamannya pun ngobrol panjang lebar melepaskan rindu lama tak jumpa, dan tanpa terasa hari sudah malam, Amira pun bergegas pulang ke rumah dan sampai pukul 21.00.


Rumah sudah tampak sepi, dan lampu sudah dimatikan kemungkinan para pelayan sudah tidur.


Amira langsung bergegas masuk dan menuju kamar, Amira meraba-raba saklar dan menghidupkan lampu. betapa kagetnya Amira melihat suaminya Tengah duduk dipinggir kasur dengan melipat tangannya dengan tatapan tajam seperti elang, membuat Amira seperti tikus yang siap diterkam.


"Dari mana saja kamu? tanya Kaydra yang langsung bangkit berdiri menghampiri Amira yang masih berdiri di ambang pintu, dengan tatapan tajam Kaydra tak hentinya menatap Amira penuh kemarahan.


Amira hanya menunduk kerena bersalah membuat suaminya marah. "Maaf tuan, aku salah tak mematuhi aturan."


"Aku tanya sekali lagi darimana kamu?" Nada Kaydra semakin tinggi dan penuh amarah.


Dengan penuh ketakutan Amira menjawab pertanyaan suaminya." Aku dari rumah paman." jawab Amira dengan terbata-bata.


Jawaban Amira membuat Kaydra geram karena larangannya dilanggar.


"Untuk apa kau menemui paman yang sudah menjual mu padaku." ucap Kaydra membuat Amira menggeleng tak percaya.


"Gak mungkin paman menjual ku, aku setuju menikah denganmu karena untuk menutupi hutang pamanku, gak mungkin paman setega itu padaku."


"Kalau kamu gak percaya baca saja surat perjanjian penjual mu." Kaydra mengambil berkas di dalam lemari dan melemparkannya di depan Amira. Amira mengambil beberapa lembar kertas yang berhamburan dan Amira membaca setiap kata yang tertera di atas kertas dan terdapat tanda tangan pamannya dan di situ tertulis persetujuan untuk menjual Elsa dengan nominal yang cukup mencengangkan.


Dengan emosi yang membara karena tidak di patuhi Amira, membuat Kaydra ingin membuat Amira jera.


Dengan erat tangan Amira ditarik dan dilemparkan ke Kasur, dan melucuti semua pakai Amari, tanpa pemanasan Kaydra menghujam tempat sensitif Amira tanpa ampun membuat Amira meringis kesakitan, kerena tanpa pemanasan, namun tangisan dan rintihan sakit Amira sudah tidak dihiraukan Kaydra, yang ada di hatinya, agar Amira tidak mengulanginya kesalahan lagi.


****


Pagi-pagi Kaydra sudah berteriak dengan menggelegar seperti halilintar, memecahkannya kendang telinga para pelayannya.


"Kalian ini, saya gaji besar untuk menjaga dan mengurusi satu orang saja tapi kalian gak ada yang becus, kenapa tidak ada satupun yang bisa mencegah istriku keluar rumah sendirian. seberapa lemahnya kalian, dengan satu orang wanita saja nyali kalian menciut, apa kalian sudah bosan bekerja disini, katakan?" bentak Kaydra


Tak ada satu pelayan pun yang berani berbicara dan hanya menunduk mendengar amarah majikannya.


"Bos,,, maafkan kesalahan kami semua, tolong beri kami kesempatan, jangan pecat kami bos." Robi memohon mewakili yang lain.


"Jika setiap kesalahan yang kalian lakukan aku maafkan, kapan kalian bisa bekerja dengan benar, jika kalian sudah gak betah dengan peraturan disini lebih baik kalian angkat kaki dari sini." tegas Kaydra.

__ADS_1


"Bi Ira panggilkan Amira kesini, aku ingin di juga mendapatkan hukuman"


"Baik tuan." Bi Ira langsung pergi menghampiri Amira yang belum terbangun dari tidurnya.


"Nyonya...bangun...tuan memanggil nyonya di bawah." ucap bi Ira namun Amira tak kunjung bangun. Bi Ira memegang tangan Amira terasa panas dan kembali memeriksa dahinya juga panas.


Dengan tergopoh-gopoh bi Ira turun dari kamar Amira. " Tuan...Tuan...." bi Ira memanggil pak Kaydra.


"Ada apa bi?" tanya Kaydra.


"Nyonya tuan, nyonya badannya panas, seperti nya demam." jelas bi Ira dan Kaydra berlari menghampiri Amira dikamar dan berteriak,"Robi segera panggil dokter kesini." perintah Kaydra.


"Baik tuan." Robi pun bergegas menghubungi dokter yang biasa memeriksa keluarga Kaydra.


Amira pun menghampiri istrinya yang terbaring, dengan badannya panas tinggi, dan Bi Ira segera mengambil kompres untuk menurunkan panas badan sampai dokter datang.


Tak lama kemudian dokter Guntur pun datang dan memeriksa keadaan Amira.


"Bagaimana keadaanya, apa dia baik-baik saja?" Tanya Kaydra yang cemas.


" Tenang saja pak, istri bapak hanya demam biasa, dan bisa dirawat di rumah saja."


"Oh... begitu ya dok."


"ini saya buatkan resep bisa anda tebus di apotik." Dokter pun memberikan resep pada Kaydra dan pamit pergi.


"Robi segera tebus obatnya, jangan lama-lama." perintah Kaydra dan Robi pun bergegas pergi.


Kaydra kembali menghampiri Amira.


"Kamu ini pinter sekali, mau mendapat hukuman malah memilih untuk sakit."senyum sinis pada istrinya yang tak berdaya.


"Jika bukan karena aku menginginkan anak darimu, sudah ku buang kamu jauh-jauh." ucap Kaydra yang ternyata didengar Amira yang pura-pura tidur.


"Kalau tuan mau buang aku, buang saja mumpung aku tidak berdaya."ucap Amirasambil memalingkan wajahnya dari tatapan Kaydra.


_TBC

__ADS_1


✔️ jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️


__ADS_2