Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SCK~17


__ADS_3

Amira mengajak Robi untuk shoping dan menghabiskan waktu untuk membeli sesuatu yang Amira suka.


Setelah puas belanja dan mereka pun kembali pulang namun Kaydra juga belum pulang membuat Amira kembali kesal.


"Baru saja tadi pagi, janji- janji sekarang dimulai lagi." celetuk Amira yang nampak kesal dan langsung pergi ke kamar tanpa makan malam.


Kaydra yang pulang larut malam langsung ke kamar dan membersihkan diri sebelum istirahat.


"Jangan tidur di ranjang. Aku gak mau tidur seranjang dengan mas lagi." ucap Amira.


"Sayang mas baru saja pulang kok malah marah-marah. Please mas capek gak ingin berdebat dengan kamu lagi oke. Kita bahas besok aja ya." Bujuk Kaydra.


Amira malah membalikan tubuhnya membelakangi Kaydra yang masih berdiri.


"Kalau gak sedang hamil, sudah ku rem*as-rem*as dia." gumam Kaydra yang merasa di acuhkan.


Setelah selesai membersihkan diri Kaydra merebahkan dirinya di samping Amira dan langsung memeluk istrinya itu.


"Sayang kenapa akhir-akhir ini kamu sangat sensitif dan selalu mengancam mas dengan calon anak mas. Ayo lah sayang jangan jadikan anak aku sebagai senjata untuk mengancam ku, kamu tahu sendiri aku gak akan bisa kehilangannya."


Amira tak mau menjawab hanya mendengarkan saja.


Kaydra menci*m pundak Amira dan menjalar ke leher bahkan telinga.


"Mas jangan ganggu, aku lagi gak mood buat melayani mas."


"Tapi aku mau sayang. Setiap kamu marah mas malah makin bergairah bermain denganmu."saut Kaydra.


Kaydra kembali beraksi pada istrinya. membuat Amira menggeliat seperti ular. Kaydra memang mahir memuat wanita klepek-klepek saat di sentuhnya termasuk Amira.


Suara yang berirama mengisi ruangan, peluh membanjiri alas kasur, dua insan yang saling memberi kenikmatan, melenyapkan amarah yang tersimpan.

__ADS_1


Walaupun Kaydra berkata lelah namun saat bermain ia tak pernah kehabisan tenaga untuk mendapatkan puncak yang di inginkan.


"Mas, udah aku capek."


"Bentar lagi sayang. Makanya jangan berani melawan mas lagi. Kemaren mas bisa menampar atau memarahimu tapi itu tak membuat kamu jera. Ternyata cara ini lebih bagus untuk memberi pelajaran padamu. Mulai sekarang jangan pernah melawan atau buat marah mas mengerti kalau gak nurut, mau mas hajar tiap malam."


"Iya mas, Amira janji gak akan mengulanginya lagi tapi sudah ya mas. Amira capek." saut Amira dengan nafas yang yang tak beraturan.


Setelah selesai tugasnya Amira memilih tidur karena terlalu capek dan tak menghiraukan Kaydra yang tak pernah lepas dari ponsel.


Pagi harinya Amira bangun siang, dan setelah membersihkan diri Amira menghampiri meja makan untuk sarapan dan duduk di hadapan suaminya.


"Gimana sudah hilang belum capeknya?" tanya Kaydra seraya menggoda.


"Sudah tahu sampai minta udahan masih aja di tanya, masih terasa remuk semua tulang di tubuhkuku." jawab Amira


"Setelah sarapan sayang siap-siap kita akan ke Amsterdam, mama dan papa menyuruh kita ke sana untuk peresmian perusahaan baru."


"Kenapa mendadak. Emangnya gak ada waktu lebih awal ngabarinya?"


"Eeemmm kenapa gak bilang dari semalam kalau mau ke Belanda kan semua bisa di persiapkan."


"Salah siapa pakai acara marahan plus ngancam segala. Aku kan jadi males membahasnya." Amira memilih diam dan melanjutkan sarapannya.


"Sebelum berangkat kita ke dokter dulu cek kandunganmu. Aku gak mau sampai ke Belanda kamu kenapa-kenapa " ucap Kaydra


"Ya terserah, Aku malas berdebat lagi. Aku cuma berdoa aja mudah-mudahan mama mertua gak seposesif dan segalak mas. Melarang sesuatu dan yang gak sesuai keinginan mas."


"Kita lihat saja nanti, mas takutnya cuma satu. kamu gak betah tinggal di sana. Lagian mas ini galak sesuai kondisi gak asal." saut Kaydra di sela sarapannya.


Sesuai jadwal Kaydra dan Amira pun berangkat ke Belanda dengan mengunakan pesawat komersial.

__ADS_1


*****


Albert sudah menunggu di bandara. Untuk menunggu Kaydra dan Amira tiba di Amsterdam.


Albert adalah anak angkat sekaligus orang kepercayaan keluarganya Abraham.


Usianya kurang lebih sama dengan Kaydra. Albert kelahiran Belanda sama dengan Abraham.


Abraham ayah dari Kaydra. Kelahiran Belanda dan mamanya Marta adalah orang indonesia.


Keluarga Abraham memulai bisnis di prancis dan sudah berkembang pesat bahkan sudah merambah di beberapa negara termasuk Belanda.


Sedangkan Kaydra lebih suka di indonesia dan memulai bisnisnya sendiri tanpa bantuan keluarga.


Sifat mandiri Kaydra ini yang membuatnya selalu hati-hati dalam melangkah untuk bisnisnya hingga menjadi pria sukses.


Namun di balik kesuksesan Kaydra. Kebiasaan buruk pun mengiringi yaitu suka jajan apem sampai akhirnya Kaydra menikahi Amira walaupun bukan atas dasar cinta melainkan desakan keluarga yang memaksanya dengan menjodohkan dirinya dengan wanita yang pilihan orang tuanya namun Amira memilih Amira untuk menjadi pendampingnya.


Sedangkan Amira menikah dengan Kaydra bagai ketimpa permata satu karung. Walaupun awalnya tak mencintai Kaydra dan pernikahan atas dasar salah paham. Namun Amira mulai bisa menerima Kaydra walaupun tidak dengan kebiasaannya yang suka jajan apem.


Sifat Amira yang cuek dan suka membantah membuat kedua pasangan ini sering bertengkar walaupun selesai dalam sehari.


Setelah sampai Amsterdam Kaydra dan Amira di hampiri oleh Arbert.


"Hai. . . Kay." Panggil Arbert sambil melambaikan tangan.


"Hai. . .Albert." Keduanya saling berpelukan melepas rindu.


"Kenalin ini istriku Amira." ucap Kaydra. Amira dan Albert pun jabat tangan.


"Sorry. . . aku gak bisa datang di pernikahan kalian soalnya papa memintaku menyelesaikan proyek. Biasa lah papa tak pernah bisa melihat orang santai sejenak. Ayo kita lanjutkan ngobrolnya di perjalanan mereka pasti sudah menunggu kalian." ajak Albert dan mereka pun meninggalkan bandara dan pergi menuju kediaman Abraham.

__ADS_1


_TBC...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ☺️☺️☺️


__ADS_2