Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SCK ~23


__ADS_3

Kaydra masuk kedalam kamar utama yang kini ia kosongkan, setelah Amira pergi meninggalkan dirinya. Kamar yang memiliki banyak kenangan bersama sang istri, kini terasa hampa tanpa adanya suara berisik Amira.


Kaydra duduk di sisi ranjang dan meraba seprai dengan warna kesukaan Amira.


"Dimana kamu sayang, kenapa kamu menyiksaku seperti ini. Apa kamu baik-baik saja dan apa anak kita juga baik?" Kaydra nampak frustasi, setelah sebulan lebih pencarian belum membuahkan hasil.


Setelah cukup lama melepas kerinduan di kamar yang di kosongkan itu, Kaydra pun kembali membawa Robi untuk mencari Amira. Kaydra yakin Amira akan segera di temukan.


"Tuan kemana lagi kita mencari Nyonya Amira, hampir seluruh kota sudah kita jelajahi namun tak mendapatkan tanda-tanda keberadaan istri Tuan," Tanya Robi.


Kaydra menarik kerah baju Robi dengan kasar. "Dia istriku dan sampai kapanpun aku akan tetap mencarinya, tak perduli berapa banyak waktu yang aku buang dan seberapa banyak uang yang aku keluarkan, aku tak perduli. Sekarang yang aku inginkan hanya bisa segera menemukan Amira istriku," sergah Kaydra, lalu melepaskan cengkeramannya dari kerah Robi.


Robi pun tak bisa berkata apa-apa lagi dan memilih menuruti kemauan Tuannya yang kini berubah menjadi pemarah dan sangat kasar.


*


*

__ADS_1


*


Amira duduk bersandar di atas kasur sambil membuka buku kehamilan yang ia miliki dan melihat jadwal ulang untuk periksaan.


"Ternyata besok sudah waktunya periksa ya. Gak terasa kehamilanku sudah memasuki dua puluh Minggu." Amira pun mengusap perutnya yang mulai buncit.


"Sayang, anak mama yang ada di dalam, sehat-sehat ya nak, mama akan berkerja keras untuk biaya persalinan nanti. Mama tidak ingin menggunakan uang pemberian nenekmu yang sangat jahat itu. Tapi kamu tidak boleh membencinya ya, terutama papamu yang mungkin sudah memiliki wanita lain di hidupnya dan melupakan kamu." Amira yang kesepian, mengajak anak yang di dalam kandungannya bicara.


Amira pun merebahkan tubuhnya untuk istirahat, kehamilannya membuat tenaganya lebih cepat terkuras dan selalu merasa cepat lelah. Amira menatap langit-langit kamar tempat kostnya, bayangan wajah Kaydra langsung terlintas, seolah Amira sangat merindukan Kaydra yang biasanya selalu ada di sisinya.


'Apa kabarmu mas? Aku harap kamu bahagia di sana dengan wanita pilihan orang tuamu, biarkan aku disini yang berjuang untuk melahirkan dan juga membesarkan anak kita.' ungkap kerinduan Amira yang masih berstatus istri sah Kaydra. Sebab tak ada gugatan cerai yang dilayangkan untuk dirinya, sedangkan dirinya sendiri tak mampu untuk mengurus biaya perceraian seorang diri.


*


*


*

__ADS_1


Keesokan harinya, Amira pun segera berangkat bekerja, sesuai perintah Eren. Amira dan beberapa pelayan lainnya di minta untuk melayani tamu yang akan mengadakan meeting di cafe tersebut.


Satu persatu mobil-mobil mewah terparkir di halaman cafe Elox. Dari tamu-tamu yang datang salah satunya ada Kaydra dan Robi yang ikut menghadiri meeting.


Eren sebagai pengelola cafe, ikut menyambut kedatangan para tamu, dan tanpa sengaja bertemu dengan Robi, laki-laki yang pernah disukai Eren, namun cintanya bertepuk sebelah tangan saat mengetahui jika Amira lah gadis yang di sukai Robi yang merupakan teman masa kecilnya, namun sayang Amira telah melupakan Robi yang pernah hadir menghiasi masa kecilnya.


"Robi ..." panggil Eren secara reflek saat melihat kedatangan Robi yang tak pernah diduganya setelah sekian lama menghilang.


Robi dan Kaydra menghentikan langkahnya di depan Eren, Kaydra pun melanjutkan langkahnya meninggalkan Robi yang masih penasaran dengan gadis yang menegurnya itu.


"Kamu ...!" tunjuk Robi sambil mengingat-ingat.


"Ini aku Eren, teman sekolah kamu, sahabatnya Amira. Apa kamu masih ingat?" menjelaskan.


"Eren ... maaf aku benar-benar lupa denganmu. Nanti kita lanjutkan ngobrolnya ya, aku harus bekerja dulu dengan bos." Robi pun menepuk pundak Eren sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan Eren untuk menyusul Kaydra.


_TBC...

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️☺️


__ADS_2