
Kaydra tak kunjung pulang, setelah seharian di buat marah oleh Amira. Sudah pukul satu dini hari, namun belum ada tanda-tanda kedatangan Kaydra. Amira hanya membolak-balikan tubuhnya tak bisa tidur, hingga jam tiga dini hari. Saat mata Amira mulai meredup suara pintu terbuka dan datanglah sosok pria yang sudah lama di tunggu Amira. Bau alkohol, serta parfum wanita langsung tercium di Indera penciuman Amira.
Saat Kaydra hendak melepaskan kemejanya, Amira dengan sigap segera menghampiri dan ingin membantu melepaskan kancing bajunya satu persatu, Tak ada pertanyaan yang keluar dari mulut Amira hanya tangannya saja yang terus bekerja.
"Kenapa belum tidur?" tanya Kaydra. Amira hanya menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk tubuh suaminya yang habis main perempuan itu.
"Aku gak bisa tidur, nungguin mas pulang, aku baru bisa tidur kalau mas sudah maafin aku." Kaydra mengusap pucuk rambut Amira yang disandarkannya pada dada bidang miliknya.
"Sudahlah, mas sudah maafin, sekarang tidur sana mas mau membersihkan diri," ucap Kaydra, namun Amira menggelengkan kepalanya lagi, memanjakan tubuhnya di pelukan Kaydra.
Kaydra membawa Amira duduk di pinggir ranjang." tunggu disini aku mau bersihkan badan. " Kaydra langsung pergi ke kamar mandi.
Amira mulai menjalankan rencana yang sudah di rencanakan sebelumnya setelah mengetahui kelemahan Kaydra terhadap wanita atas informasi yang diberikan Robi, agar bisa membuat Kaydra tak berpaling darinya. Kaydra sangat suka wanita manja dan penurut, Karena Kaydra tidak suka wanita meninggikan posisinya di atas laki-laki.
Sesaat setelah selesai, membersihkan badan Kaydra mendapati Amira yang tengah merebahkan dirinya meringkuk dalam selimut.
Kaydra pun sudah lelah dan ikut merebahkan dirinya di kasur, Kaydra mengecup punggung Amira dan mengusap perut istrinya itu dari belakang.
"Kalau mas sayang dengan anak ini, kenapa mas mau bikin anak lagi dengan wanita lain," ucap Amira membalikkan tubuhnya dan menatap suaminya.
"Jangan ngaco... mas gak serendah itu," ucap Kaydra sambil menata bantalnya untuk menyamankan kepalanya.
"Tapi kenapa pakaian mas bau parfum wanita, itu bukan parfum mas atau parfum ku."
"Mana ada, aku tadi cuma minum saja gak ada ngapa-ngapain," elak Kaydra yang sejatinya berbohong.
"Baiklah, kalau gak mau jujur, biar aku sendiri yang mencari tahu dan jangan salahkan aku jika ku sudah dapati dia akan ku buat dia menyesal, bahkan akan aku cincang tubuhnya." Amira pun membalikkan tubuhnya membelakangi Kaydra. Sedangkan Kaydra yang sudah lelah tak menggubris dan memilih tidur.
****
Keesokan harinya Amira sudah mempersiapkan diri, dengan rencana selanjutnya. Kaydra yang memperhatikan gelagat Amira mulai sedikit curiga.
"Mau kemana pagi-pagi begini sudah dandan cantik?" tanya Kaydra yang masih berbaring di ranjang memperhatikan istrinya yang sedang merias diri, yang tak seperti biasanya yang natural.
"Anakmu pengen mamanya dandan," ucap Amira sambil mengelus perutnya sendiri.
Kaydra pun bangkit berdiri dan menghampiri Amira lalu memeluknya dari belakang dan mengusap perutnya.
__ADS_1
"Anak kita memang pintar, dan tahu apa yang papanya inginkan. Aku suka melihat kamu yang dandan seperti ini, bikin aku makin sayang." Kaydra meng*ecup leher Amira beberapa kali.
"Aku cantik gak mas, cantik mana sama selingkuhan mas." tanya Amira yang asal bicara.
" Kamu ini bilang apa, kamu adalah istriku tentunya kamu istri ku yang paling cantik, gak ada duanya di dunia ini."
"Kalau aku paling cantik, berarti servis ku yang kurang." Amira terus mendesak agar Kaydra mau jujur.
Kaydra membalik tubuh Amira dan kini saling berhadapan."Katakan padaku, apa sebenarnya maumu." Kaydra mer*emas kedua lengan Amira dengan kuat.
"Aku mau mas jujur, itu aja gak lebih," jawab Amira dengan tegas.
"Aku sudah jujur padamu, apa lagi yang harus aku katakan."
"Katakan kejujuran mas hanya itu yang aku mau." Amira menghembuskan nafas dengan kasar,"Sudahlah mas mandi sana aku tunggu di meja makan." Kaydra pun langsung pergi mandi.
Sebelum berangkat Kaydra menemani Amira hingga selesai sarapan."Mas gak sarapan?"
"Gak nanti aja, sarapan di kantor, perutku lagi gak enak." jawab Kaydra sambil menyesap secangkir kopi.
"Gak ada makan apa-apa, sudah minum obat tadi. Ya udah mas berangkat ya, nanti sepertinya mas pulang telat."
"Sekalian gak usah pulang juga gak papa-papa" jawab datar Amira membuat Kaydra mengerutkan dahi dan tetap pergi.
Setelah pamit, Kaydra pun pergi ke kantor, Amira pun bersiap-siap memergoki suaminya.
"Bi siapkan bekal, aku mau mengantarkan sarapan buat mas Kaydra." perintah Amira.
"Iya Nyonya" saut salah satu pelayan dari dapur.
Setelah semuanya siap, Amira meminta Robi untuk mengantarkan ke kantor Kaydra.
"Mau kemana kita non?" tanya Robi..
"Mau ke kantor mas Kaydra, mau mengantarkan sarapan mas Kaydra, tadi dia gak sempat sarapan di rumah." jawab Amira sambil sibuk merapikan makeup wajahnya.
"Tapi tolong di kontrol emosinya ya non, kalau di sana ketahuan." saut Robi yang sedikit kuatir.
__ADS_1
"Tenang aja sudah aku siapkan mental baja buat menghadapi mas Kaydra, lagian sudah tahu punya istri apa lagi mau punya anak, masih saja main perempuan, bisa-bisa aku ikat itu miliknya biar gak menjajaki goa - goa angker."
"Ya jangan gitu juga non, nanti non amira sendiri yang rugi."
"Iya juga sih, terus aku harus gimana lagi."
Selama diperjalanan Amira dan Robi hanya membahas masalah Kaydra sampai tiba di di depan kantornya.
"Non kita sudah sampai, ini kantor Tuan Kaydra."
Amira pun turun dan memandangi kantor milik suaminya yang tak pernah ia ketahui.
"Jadi ini kantor suamiku, besar juga." gumam Amira.
"Antarkan aku masuk, aku ingin menemuinya."
Amira dan Robi pun masuk, namun tak ada satupun yang memberikan salam atau menyapa istri pemilik perusahaan itu. Amira tak begitu ambil pusing dengan mereka.
Namun salah satu karyawan mengenal Amira langsung datang menghampiri.
"Selamat datang nyonya." sapa Bima, bawahan Kaydra.
"Bapak ada, aku ingin menemuinya." tanya Amira.
"Anu... bapak ada tapi..." Bima bingung menjelaskannya takut Amira marah.
"Tapi apa, aku gak mau ada alasan, cepat antar kan aku ke ruang bapak kerja."
"Baik Nyonya, silahkan ikuti saya."
Amira berjalan mengikuti Bima dan Robi menuju ruang kerja Kaydra. Amira sudah mempersiapkan kemungkinan apa yang akan dia lihat, rantang yang di tenteng Amira diremas-remasnya dengan kedua tangannya, pikiran Amira akan suaminya pun sudah kemana-mana.
"Awas saja kamu mas kalau sampai ketahuan, akan aku buat kamu menyesal sudah mempermainkan perasaanku. Aku Amira wanita yang punya seribu satu cara untuk melakukan apapun, walaupun sering gagal." gumam Amira
_TBC
jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️☺️
__ADS_1