
"Amira!"
Seketika Amira menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Apa yang kamu lakukan? dan apa itu yang kamu berikan pada wanita itu?" tanya Kay saat menghampiri.
"Aku... Memberikan Asiku, mas." Jawab Amira, "jangan marah ya."
"Kamu, kalau sudah selesai silahkan pergi." usir Kay dan Ana pun langsung pergi setelah mendapatkan ASI dari Amira.
"Kita bahas ini nanti, sekarang kita harus pergi."
Amira pun mengikuti ucapan suaminya, walaupun tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih.
Kay membawa Amira de area pemakaman, hal tersebut membuat Amira kebingungan ?
__ADS_1
"Kenapa kita kemari mas?" Tanya Amira yang menolak penjelasan Kay tentang anaknya.
Kay terdiam, ia hanya terus menggandeng Amira menuju salah satu makam yang masih baru.
"Apa ini mas?" tanya Amira lagi, lalu membaca batu nisan yang tertulis nama putranya.
"Tidak, ini tidak mungkin makam anakku. Mas pasti bohong kan. Aku merasakan anakku masih hidup mas, dia bukan anakku."Amira langsung merosot dan terduduk di tanah, tubuhnya lemah. Amira pun menangis meraung tak ikhlas jika putranya yang ia lahir kan dan belum sempat melihat wajahnya, sudah tiada, tak mau menunggu bertemu dengan dirinya.
"Yang kuat ya sayang, kita sama-sama kehilangan. Jangan di tangisi lagi, dia sudah sangat senang bisa dilahirkan dari rahim seorang ibu yang kuat seperti kamu. Biarkan dia pergi dengan tenang sayang." Kay berusaha menenangkan Istrinya.
Setelah puas menangis, Amira pun menghentikan Isak tangisnya, lalu memeluk batu nisan putranya.
"Maafkan mama ya nak, mama belum bisa jadi ibu yang baik. Terimakasih kamu sudah menemani mama selama sembilan bulan di dalam kandungan. Mama ikhlas sekarang, dengan kepergianmu mungkin ini adalah teguran buat mama. Selamat menjalani kehidupan yang baru ya sayang, bersama para bidadari yang menjagamu." ucap Amira seorang diri.
Setelah cukup lama, akhirnya mereka pun pulang. Amira segera menghapus sisa-sisa air matanya yang hampir mengering di pipi.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Kay sambil mengusap pundaknya.
"Aku gak papa, aku gak boleh menangisi anakku terus menerus, dia sudah tenang sana dan aku sudah ikhlas, mungkin itu jalan terbaik buatnya. Walaupun aku tangisi sampai air mata berganti darah, tak akan bisa mengembangkan Max kembali dalam pangkuanku. " Jawab Amira berusaha kuat.
"Iya sayang, aku percaya kamu wanita kuat, Mungkin setelah hari berduka ini akan ada senyuman yang indah. Aku janji, apapun yang terjadi akan selalu ada di sampingmu. "
"Jangan tinggalkan aku ya mas, Aku akan langsung rapuh jika mas menjauhiku karena aku gagal menjadi seorang istri sekaligus ibu."
"Huusssttt, jangan katakan itu. Kamu itu wanita kuat yang pernah aku temui dan aku bangga bisa menjadikan kamu istriku. Anggap saja ini adalah ujian buat keluarga kita. Kita akan memulainya dari awal lagi ya."
Amira pun menyandarkan kepalanya di dada Suaminya, selama perjalanan pulang.
.
Tiba-tiba Kay pun teringat dengan ASI yang di donor kan Amira. Seingat Kay, tak ada yang mengetahui, tentang Amira yang baru melahirkan, setelah semua di sembunyikan. Lalu bayi siapa yang Amira berikan ASI. Kay pun bertanya-tanya dalam hati, tapi dia juga tak bisa bertanya langsung pada istrinya.
__ADS_1
To be continued ☺️☺️☺️