Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SCK~24


__ADS_3

Setelah tertunda hampir tiga puluh menit, akhirnya meeting pun mereka mulai. Amira yang merasa pusing pun meminta izin pada Eren agar dirinya gantikan dengan pelayan yang lain untuk mengantarkan makanan yang di pesan.


"Kamu gak papa Amira? lihatlah wajahmu terlihat pucat. Kamu ke dokter ya, biar aku pesankan taksi, masalah pekerjaan gak usah di pikiran yang penting kamu dan bayimu baik-baik saja itu lebih penting." Eren pun segera memesan taksi untuk menjemput amira.


"Makasih Eren, kamu memang temanku yang paling peduli."


Eren pun hanya tersenyum paksa, dalam hati Eren merasa bersalah telah memanfaatkan Amira untuk kepentingannya.


Tak lama kemudian, taksi yang di pesan pun sampai dan Amira segera meninggalkan cafe dan segera pergi ke rumah sakit.


Sedangkan meeting pun usai. Pelayan yang mengantikan Amira pun mulai membersihkan piring-piring kotor yang ada di atas meja dan tanpa sengaja pelayanan itu melihat wallpaper yang ada di layar Kaydra saat ponselnya menyala kerena pesan.


"Wallpaper ponselnya, mirip pelayan di sini." Ucap pelayan itu asal ceplos. Kaydra dan Robi yang mendengar langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap pelayan tersebut.


Kaydra langsung berdiri dan menunjukkan foto Amira yang ada di ponselnya pada pelayan itu.


"Apa kamu kenal wanita yang ada di foto ini?" tanya Kaydra penuh harapan.


"Kenal, dia pelayan di sini dan dia sedang hamil kan," jawab pelayan itu dengan polosnya.


"Tuan dia disini," ucap Robi.


"Dimana dia sekarang, temukan aku dengannya sekarang." Kaydra menarik kerah baju pelayan itu yang bertele-tele saat memberikan informasi.

__ADS_1


Eren yang mendapat laporan dari pelayan yang lain segera menghampiri Kaydra dan pelayan itu.


"Ada apa ini Tuan? kesalahan apa yang sudah karyawan saya perbuat? tolong lepaskan, kita bisa bicara baik-baik masalahnya." Eren berusaha melerai.


"Eren, kata pelayanmu ini, dia melihat kalau Amira bekerja disini?" tanya Robi sambil menunjukkan foto Amira.


"Amira... Eeemmm ... dia ..." Eren pun bingung memberikan penjelasan.


"Aku benar kan bos, kalau wanita itu pelayan di sini juga," sela pelayan itu mengharapkan dukungan.


"Katakan padaku sekarang dimana istriku, cepat!?" bentak Kaydra yang sudah tidak sabar.


Eren terkejut dengan pengakuan keydra, jika dirinya adalah suami Amira, disisi lain Amira tak pernah memberi tahu tentang suaminya dan juga saat pernikahan dirinya yang tak di undang.


"A- Amira, pergi ke rumah sakit, dia sedang tidak enak badan." jawab Eren dengan gemetar.


Di cafe, Robi pun memberikan penjelasan mengenai Amira yang merupakan istri dari bosnya tersebut.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang Amira, kami sudah mencarinya sebulanan ini dan belum ketemu sampai sekarang dan ternyata dia ada di sini bersama kami." Robi pun menyeringai tak percaya, ternyata di wanita yang di carinya ada bersama sahabatnya.


*


*

__ADS_1


*


Sesampainya di rumah sakit, Kaydra pun segera menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Amira.


Namun Jawabannya membuat Kaydra kecewa, bahwa tidak ada nama Amira yang melakukan pemeriksaan.


Kaydra segera menghubungi Robi dan memintanya untuk menanyakan lagi, dimana Amira.


"Eren, aku tahu kamu teman baik Amira, dan kamu selalu melindungi, tapi kali ini aku hormon tolong katakan dengan jujur, dimana Amira. Tuan Kaydra, suami dari Amira sedang mencarinya dan dia sangat kuatir padanya." Robi berusaha mendesak Eren untuk jujur.


"Apa kamu tak percaya? Robi aku sudah mengatakan dengan jujur, aku tadi yang memesan taksi untuk mengantarkan dia pergi ke rumah sakit, dan aku tak tahu kalau dia menyimpan dan ternyata tidak pergi ke rumah sakit." Eren berusaha menjelaskan.


Eren pun memutuskan untuk menghubungkan driver taksi yang menjemput Amira tadi.


Setelah terhubung, Eren pun langsung bertanya mengenai penumpang yang ia bawa.


📞Maaf pak, saya tadi memesan taksi online dan meminta bapak mengantarkan teman saya ke rumah sakit, tapi kenapa teman saya tidak ada di sana? tanya Eren dengan tenang.


📞Maaf nona, tadi di pertengahan jalan, ada seorang pria yang menghentikan saya dan membawa wanita tadi pergi bersamanya, dia bilang kalau pria tersebut keluarganya dan nona tadi mengiyakannya, Makanya saya membiarkan nona tadi keluar dari taksi saya." jelas driver dan di dengan langsung oleh Robi.


"Kamu dengan sendiri kan, kalau aku tidak bohong, Amira sendiri yang menyimpang dengan memilih pergi dengan laki-laki lain.". Eren pun meninggalkan Robi dengan kecewa.


Robi pun tak bisa berkata apa-apa lagi, saat Eren berlalu pergi. Robi pun segera menghubungi Kaydra jika istrinya memang tidak pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


TBC...


jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2