Suami Cap Kadal

Suami Cap Kadal
SCK ~ 9


__ADS_3

Malam yang dingin, hujan lebat turun membasahi bumi. Amira menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 19.30 malam. Amira hanya mondar-mandir di dalam kamar menunggu seseorang yang membuat hatinya selalu nano - nano


Bi Ira menghampiri Amira di kamar, "Non, mau makan malam di meja makan atau saya bawakan kesini?" tanya Ira.


"Nanti aja bi, belum lapar." jawab Amira dengan lesu.


"Tapi kan non harus minum obat." bujuk Ira


"Nanti saja nunggu tuan Kaydra pulang."


"Baiklah non."


Cukup lama Amira menunggu namun belum ada tanda-tanda Kaydra pulang, sampai matanya pun terpejam karena kantuk sudah menyerang.


Pukul 21.00, Kaydra baru pulang.


"Tuan sudah pulang." sambut Ira yang baru selesai beres-beres.


"Iya bi, tadi kejebak hujan lebat, Amira mana bi?"


"Nyonya dari tadi nungguin tuan, sampai belum makan, malah sekarang sudah tidur. Tuan mau makan malam dulu atau mau langsung istirahat."


"Panasi saja makanannya, biar aku bangunkan Amira dulu."


"Baik tuan." bi Ira pun bergegas memanaskan makanan sebelum di sajikan.


Kaydra pun menghampiri istrinya di kamar dan mendapati Amira sudah tidur lelap.


Kaydra memandang wajah Amira yang masih terlihat pucat dan mengecup keningnya, " Sayang bangun, aku sudah pulang." Kaydra berusaha membangunkan istrinya itu.


Dengan perlahan Amira membuka matanya dan mendapati suaminya sudah ada di sampingnya, "tuan sudah pulang, kok pulangnya malam banget?"


"Eeemmm, Ayo bangun dulu, kata bi Ira kamu belum makan, ayo kita makan malam bersama, bibi sudah memanaskan makanannya."


Elsa pun mengikuti suaminya, pergi ke ruang makan untuk makan malam. Mereka pun makan malam bersama, namun Amira tak selera makan dan hanya makan beberapa suap saja.


"kenapa makanan cuma sedikit?"

__ADS_1


"Lagi gak enak makan, Tuan janji tadi mau belikan aku martabak manis, tuan belikan tidak." tanya Amira.


"Maaf, tadi gak sempat nyari soalnya kan hujan, besok saja ya." jawab Kaydra dan membuat Amira sedikit kecewa.


"Baiklah, apa boleh buat, tadi kenapa pulangnya malam, dihubungi juga gak bisa?


"Oh...rupanya ada yang sudah mulai perhatian dengan suaminya nie." ledek Kaydra.


"Maksudnya? aku kan cuma kuatir aja, emangnya gak boleh."


"Tentu saja boleh, jangan kuatir aku gak akan main perempuan di luar sana kecuali gak dapat jatah." saut Kaydra sambil tersenyum.


"Apaan gak lucu. Udah ah aku sudah kenyang."


"Ayo dong jangan ngambek, sini biar aku suapin." Kaydra pun mengambil piring yang ada di depan Amira dan segera menyuapinya.


"Bi...ambilkan obat nyonya di kamar." perintah Kaydra.


"Iya tuan" bi Ira pun bergegas mengambil obat Amira dan mengantarkannya. "ini obatnya nyonya." ucap Ira sambil menyerahkan beberapa tablet obat."


"Makasih bi" ucap Amira.


Ponsel Kaydra kembali berdering, dengan segera Kaydra mengangkatnya dan menjauh dari Amira.


"Mas, sebenarnya apa yang mas sembunyikan dariku, kenapa setiap ada panggilan selalu menjauh dariku, apa mas masih memiliki wanita lain selain aku, seberapa pentingkah panggilan itu, bahkan sampai kau meninggalkanku, jika memang ada wanita lain dihatimu, katakanlah lebih baik aku mengetahuinya lebih awal daripada aku mengetahuinya sendiri suatu hari. Jangan kau beri aku madu mas, jika didalamnya ada racun yang membuatku mati secara perlahan." Rintihan hati Amira dan tak terasa menitikkan air mata, Dan saat itu juga Kaydra melihat air mata Amira yang menetes di pipi, tanpa sepatah kata pun Amira memilih kembali ke kamar dan meninggalkan Kaydra yang masih ngobrol di ponsel namun mata Kaydra terus menatap Amira yang melangkah pergi.


Amira pun langsung merebahkan tubuhnya di ran*jang dan mencoba memejamkan mata walau hatinya ada rasa sakit.


Kaydra menghampiri Amira yang sudah memejamkan mata, dan memilih merebahkan tubuhnya di samping Amira dan memeluk tubuh Amira


"Ada Apa? apa yang sudah membuat istri ku menangis, apakah aku sudah menyakiti hatimu" bisik Kaydra ditelinga istrinya itu sambil memeluk erat tubuhnya.


Tak ada jawaban dari Amira , membuat Kaydra makin penasaran dan membalikkan tubuh Amira .


"Buka matamu, aku tahu kamu belum tidur, jawablah pertanyaan ku, aku takkan tenang sebelum aku mendengar penjelasan mu, kenapa menangis." Amira mencoba membujuk.


Amira pun membuka matanya yang sedari tadi Memang tidak tidur, dan langsung memeluk tubuh suaminya dan melepaskan tangisnya.

__ADS_1


"Mas, jangan tinggalkan aku."


"Aku gak akan ninggalin kamu sayang, kamu itu istri, kenapa kamu berfikiran seperti itu."


"Sejak wanita itu datang menemuimu dan mengatakan kalau mas sudah mengambil kesuciannya aku takut mas gak bisa melepasnya, aku mulai takut mas, takut jika suatu hari mas akan membuang ku dan memilih dia, aku tahu mas menikahi ku bukan atas dasar cinta, tapi perlakuan mas padaku membuatku tak ingin kehilangan mas Kaydra, aku takut jika harus kehilanganmu." jelas Amira sambil menyembunyikan wajahnya di pelukan suaminya itu.


"Itukah yang membuat mu marah, dengarkan aku sayang, aku sadar sebelum aku menikah aku suka bermain wanita, dan banyak sudah yang menjadi korbanku, tapi sekarang aku sudah memilikimu, kamu adalah wanita yang sepenuhnya memiliki aku, dan selamanya aku adalah milikmu, sudah jangan kuatir kan itu, sudahlah selama kamu menjadi istri dan melayani ku dengan baik, aku takkan berpaling."


"Aku percaya itu mas, aku akan berusaha memberikanmu keturunan yang selama ini mas inginkan."


"Aku harap bisa segera. Apa malam ini kita membuatnya lagi, siapa tahu berhasil."


"Mas, kenapa terburu-buru."


"Tapi mas maunya sekarang, karena mas gak mau nunda-nunda."


Kaydra pun langsung menyerang amira dengan ciu*man-ciu*man mesra, dan mulai membuat Amira mengikuti permainan Kaydra, hanya suara-suara berirama yang syahdu yang menyelimuti mereka berdua, Amira sudah benar-benar menyerahkan sepenuhnya tubuhnya kepada Kaydra sebagai suaminya.


Amira pun akhirnya memantapkan niatnya untuk bisa segera hamil, yang sebelumnya tak diinginkannya hingga membuatnya diam-diam memakai kontrasepsi tanpa sepengetahuan Kaydra.


Amira pun sudah memikirkan matang-matang keputusannya, tujuannya sekarang adalah tak ingin kehilangan suaminya dan bisa membina rumah tangga yang bahagia, karena Amira mulai mencintai Kaydra.


Merekapun berakhir dalam lelah karena pertempuran yang panas.


"Malam ini kamu luar biasa sayang, benar-benar berbeda dari yang kemarin-kemarin".


"Maaf aku, jika pelayanan aku sebelumnya membuat mas tidak puas."Amira yang meringkuk di pelukan Kaydra.


"Tidak sayang, aku selalu puas, tapi malam ini berbeda, mas lebih suka seperti sekarang"


"Aku janji, akan melayani mas dengan sepenuh hati, Karena aku gak mau kehilangan mas."


"Iya sayang, sekarang kita tidur, mas sudah lelah dan mulai ngantuk."


Akhirnya Kaydra pun terlelap dalam tidurnya ,karena terlalu lelah. Sedangkan Amira masih terjaga matanya tak ingin terpejam, ia takut dalam tidurnya bayang-bayang suaminya memilih wanita lain menjadi momok yang menakutkan buatnya.


_TBC...

__ADS_1


✔️JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


__ADS_2