
Hari ini Yumna akan menemui sahabatnya Anita. Karna hari ini, kedua sahabatnya dari kecil, mereka Anita dan Arumi sudah kembali dari london. Ya Arumi pindah ke London sejak lulus sekolah menengah pertama. Meskipun begitu mereka bertiga masih berhubungan baik. Terlebih Arumi baru saja mengikuti sebuah kontes.
Arumi mengikuti kontes fashion show untuk menambah bakat diseinernya. Sedangkan Anita, dia ikut juga pamannya untuk pembukaan toko roti juga dilondon.
Setelah mendengar orang tua sahabatnya meninggal, Arumi pun segera terbang kembali ke kota Z. Dan kebetulan bisa pulang bersama Anita juga.
Mereka bertemu di tempat biasa. Mereka sering ngobrol. "Ya biasalah gimana cewek-cewek kalau lagi pada kumpul. Apa lagi mereka lagi berkumpul, setelah sahabat-sahabatnya pergi beberapa minggu ini.
"Maaf ya Nana, aku baru bisa kembali sekarang." Ucap Arumi yang tidak enak. Karena disaat sahabatnya butuh suport ia malah tidak bisa berada disisinya untuk ikut menguatkan hati sahabatnya.
"Kau tenang saja Mimi, kan Nana masih punya diriku. Aku ini kan ibunya, jadi aku akan selalu ada untuknya," ucap Anita dengan berbangga diri walau sebenarnya ia sedang berusaha menghibur hati sahabatnya yang sedih itu. Apa lagi ditambah dengan penghiyanatan Alan.
Miris bukan sudah dijodohkan sejak kecil, pacaran resmi tujuh tahun sudah tunangan dan beberapa hari lagi akan menikah, tapi yang ada laki-laki yang tidak tahu diri itu malah berselingkuh dengan sahabat mereka sendiri.
"Iya aku mengerti kok. Kamu jangan merasa bersalah Mi, lagi pula aku sudah tidak apa-apa kok. Ya walau awalnya aku sedih banget karena ujian hidup yang bertubi-tubi. Tapi bagiku sekarang semua sudah berlalu Mi, sekarang saatnya menatap masa depan. Untuk apa kita berlarut-larut terus dalam kesedihan nanti yang ada kita akan terjebak terus di dalam kegelapan itu,''
"Aku sudah kehilangan Mama dan Papaku. Dan sekarang pernikahanku pun batal, karna dihiyanati pria brengsek itu. Jadi aku hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini,'' ucap Yumna.
"Hei ...hei.'' Sudahlah jangan kamu pikirin lagi pria seperti itu. Lagi pula Alan itu adalah sampah yang tidak berguna bahkan tidak boleh didaur ulang! Kelak dia akan menyesal karena lebih memilih kaca, dari pada berlian kita, ''Yumna si pahlawan tercantik kita,'' ucap Anita yang mencoba menghibur sahabatnya itu.
Dan disaat mereka sedang asik bercerita dan bercanda. Disisi lain Fajar juga memasuki restoran yang sama. Karna dia ada janji makan siang bersama sahabatnya Sania dan Dion.
Mereka juga asik mengobrol. Karena Dion baru membali dari luar Negri setelah menyelesaikan studynya. Karena diantara mereka bertiga, Dion sendiri yang meneruskan kuliahnya diluar negri.
Sedangkan Sania dia bekerja di perusahaan DZ group sebagai sekertaris kakaknya.
"Gimana bro?" Dah punya gebetan belum kamu?'' Tanya Dion.
__ADS_1
"Em... " Fajar tampak berpikir sedikit lama kemudian menjawab "Sudah".
"What!" Wow Fajar, wah pria yang terkenal pendiam, dan tak pernah tertarik pada cewek pada akhirnya menemukan tambatan hatinya?" Kata Dion yang sedikit menggoda sahabatnya itu.
Berbeda dengan Sania yang hatinya terasa teriris saat ini. Karena dia sudah memendam perasannya pada Fajar bahkan saat mereka masih SMA. Ia sengaja bekerja di perusahaan kakaknya Fajar. Ia berpikir agar bisa lebih dekat nantinya dengan Fajar.
Yah, Fajar dan Dion sudahbersahabat sejak masih kecil. Sebenarnya Fajar juga ingin kuliah diluar negri. Tapi ia tidak tega jika harus meninggalkan Mamanya. Terlebih kakaknya sendiri sangat sibuk dengan ribuan karyawan yang menggantungkan hidup mereka pada perusahaan keluarganya. Makanya ia memutuskan untuk kuliah di negara sendiri sambil merawat mamanya.
Dan saat mereka sedang asik mengobrol. Fajar tidak sengaja melihat Yumna sedang bersenda gurau bersama teman-temannya.
Sesaat mata mereka tak sengaja bertemu. Fajar masih terus memandangi Yumna. Sedangkan Yumna, dia lebih memilih bercerita ria bersama sahabatnya.
"Fajar ...Fajar!'' Panggil Dion yang dari tadi memanggil Fajar namun yang dipanggil masih tidak merespon.
Dion pun mengikuti pandangan Fajar. Ia sangat penasaran, siapa sebenarnya yang dilihat Fajar. Hingga ia melamun dan mengabaikan panggilan temannya.
Fajar pun tersadar dan sedikit malu. Karena ketahuan sedang melihat sang pujaan hatinya.
"Apa cewek itu yang telah membuatmu jatuh cinta?" Tanya Dion lagi. Dan itu berhasil membuat wajah Fajar merah menahan malu.
Dion tau, sahabatnya itu tidak pernah menjalin cinta dengan perempuan manapun. Padahal dulu saat SMA, Fajar begitu populer. Sudah pintar, anak orang kaya lagi. Banyak cewek yang menyatakan cinta padanya. Namun semua tak ada yang digubris. Bahkan Dion juga tau, kalau Sania juga menyimpan rasa untuk Fajar. Tapi Fajar hanya menganggap Sania tidak lebih dari sekedar teman.
Sania bergabung dengan mereka saat Dion dan Fajar tak sengaja melihat sebuah keributan di pinggir jalan. Rupanya ayahnya Sania telah menjual Sania kepada seorang juragan tambak. Fajar harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk menebus Sania, dan sejak saat itu Sania selalu berusaha mendekati Fajar bagaimanapun caranya.
Ia telah terobsesi dengan Fajar karena telah menjadi malaikat penyelamatnya. Oleh sebab itu Sania bertekad akan menyingkirkan siapapun yang berusaha mendekati Fajar. Bahkan ia tak segan-segan melukainya. Tentu saja itu semua tanpa sepengetahuan Dion dan Fajar.
Flashback
__ADS_1
''Datang saja ke kantin. Tadi aku melihat pangeran kita sedang duduk bersama Dion,'' ucap seorang gadis yang masih memakai seragam SMA.
''Baiklah, aku akan datang ke sana dan akan langsung menyatakan cintaku. Aku yakin kalau Fajar tidak akan menolakku,'' ucap salah satunya lagi yang ternyata menyukai Fajar dan akan menyatakan perasaanya.
Tiga gadis cantik itu tengah berbicara di depan cermin yang ada di toilet wanita. Namun sayang pembicaraan mereka tak sengaja di dengar oleh Sania yang berada di dalam kamar kecil. Sania mengepalkan kedua tangannya. Urat-urat penuh emosi mulai terlihat di wajahnya.
''Mau menyatakan cinta? Bermimpilah sepuasnya. Tapi jangan harap mimpimu itu bisa menjadi kenyatan,'' ucapnya.
''Aku harus ke kelas dulu apa kalian mau ikut?''
''aku ikut!'' Ucap kedua gadis itu.
''Tapi aku belum selesai,'' Gadis yang ingin menyatakan cinta pada Fajar terlihat sedang mencuci sebuah sapu tangan yang kotor.
''Baiklah kami duluan ya. Segeralah menyusul nanti kami akan menemanimu untuk menyatakan cintamu itu,''
''Ok,''
Gadis itu melambaikan tangannya melihat kepergian kedua temannya itu. Ia pun kembali meneruskan kegiatanny tadi. Namun dari arah belakang sebuah tali langsung mencekik lehernya.
''Akhhhhhhhh,''
Gadis itu meronta kesakitan menahan tali itu supaya tidak semakin mengikat.
''Mau menyatakan cinta? Kau pikir kau, kau itu siapa ha! Seorang Princess? Kau itu hanya ****** yang haus belaian pria tampan. Tapi Berani-beraninya mau mendekati suamiku!''
''Sania! Kau sudah gila ya! Lepaskan aku!'' Teriak gadis itu.
__ADS_1
''Lepas?''